Tuesday, April 7, 2020

Kata Pengamat Soal Simbol Politik Jokowi Bertemu Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus

Must Read

Bolos 46 Hari, PNS Bisa Dipecat

BIREUEN | ACEHKITA.COM -- Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Kementerian Agama bisa dipecat (diberhentikan-red) dari kepegawaiannya, jika ditemukan...

Plt Gubernur Harap Jusuf Kalla Terus Dukung Pembangunan Aceh

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengatakan kedatangan Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla ke Universitas Syiah Kuala menjadi motivasi...

Everland, Taman Bermain Tanpa Akhir

TAK lengkap rasanya melancong ke Korea tanpa datang dan mencoba berbagai wahana di Everland. Mulai dari yang memacu adrenalin,...

Warga Diminta Tak Pilih SBY-JK

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR), meminta masyarakat tidak memilih calon presiden Soesilo Bambang Yudhoyono...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Sejumlah pengamat menilai pertemuan Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto di Stasiun Transportasi Massal Cepat (MRT) Lebak Bulus, Jakarta Selatan, memiliki pesan politik yang kuat. Pengamat politik Yunarto Wijaya, mengatakan pemilihan MRT sebagai moda transportasi menjadi tempat pertemuan menunjukkan sesuatu yang bergerak.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia ini mengatakan moda transportasi bisa menjadi simbol bahwa kedua kubu akan bersatu dalam sebuah pergerakan ke suatu arah. “Jadi bukan bertemu dalam sebuah stagnansi atau diam di tempat, tapi bertemu dalam sebuah perjalan, bertemu sambil bergerak,” kata Yunarto pada Sabtu (13/7).

Selain itu, menurut dia, pertemuan di moda transportasi umum juga dapat menyimbolkan bahwa kedua kubu ingin mengajak masyarakat ikut dalam rekonsiliasi ini. “Harusnya memberikan pesan kuat kepada masing-masing pendukung untuk rekonsiliasi, bukan berhenti di dua individu ini,” katanya.

Sementara itu, pengamat politik CSIS, Arya Fernandes menganggap pemilihan lokasi MRT untuk menunjukkan efek dramatis. Selain itu, pemilihan lokasi ini karena MRT adalah lokasi netral yang bukan simbol politik tertentu.

Dia berharap pertemuan ini dapat menghilangkan tensi politik di masyarakat. “Penting bagi publik untuk melihat bahwa dua pemimpin ini sudah islah,” kata dia.[TEMPO.CO]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This