Sunday, January 26, 2020

Kata Pengamat Soal Simbol Politik Jokowi Bertemu Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus

Must Read

Masa Tanggap Darurat Tangse Hingga 6 Maret

PIDIE | ACEHKITA.COM -- Sebanyak 3.305 jiwa atau 803 kepala keluarga warga Tangse yang terkena banjir bandang kini mengungsi...

Sultan Yogya Minta Media Netral

YOGYAKARTA -- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X membuka Festival Media II yang digelar Aliansi Jurnalis Independen...

Orasi Ilmiah di Aceh, Menkes: Perlu Etika untuk Mencegah Penularan TBC

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyatakan jika saat ini Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai...

Dulang Emas

Warga mendulang emas di Alue Suloeh, 28 kilometer dari ibu kota Kecamatan Geumpang, Pidie. Dalam dua bulan terakhir ratusan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Sejumlah pengamat menilai pertemuan Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto di Stasiun Transportasi Massal Cepat (MRT) Lebak Bulus, Jakarta Selatan, memiliki pesan politik yang kuat. Pengamat politik Yunarto Wijaya, mengatakan pemilihan MRT sebagai moda transportasi menjadi tempat pertemuan menunjukkan sesuatu yang bergerak.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia ini mengatakan moda transportasi bisa menjadi simbol bahwa kedua kubu akan bersatu dalam sebuah pergerakan ke suatu arah. “Jadi bukan bertemu dalam sebuah stagnansi atau diam di tempat, tapi bertemu dalam sebuah perjalan, bertemu sambil bergerak,” kata Yunarto pada Sabtu (13/7).

Selain itu, menurut dia, pertemuan di moda transportasi umum juga dapat menyimbolkan bahwa kedua kubu ingin mengajak masyarakat ikut dalam rekonsiliasi ini. “Harusnya memberikan pesan kuat kepada masing-masing pendukung untuk rekonsiliasi, bukan berhenti di dua individu ini,” katanya.

Sementara itu, pengamat politik CSIS, Arya Fernandes menganggap pemilihan lokasi MRT untuk menunjukkan efek dramatis. Selain itu, pemilihan lokasi ini karena MRT adalah lokasi netral yang bukan simbol politik tertentu.

Dia berharap pertemuan ini dapat menghilangkan tensi politik di masyarakat. “Penting bagi publik untuk melihat bahwa dua pemimpin ini sudah islah,” kata dia.[TEMPO.CO]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

AJI-UNICEF Gelar Pelatihan Liputan Hak Anak untuk 25 Jurnalis Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh menggelar workshop peliputan hak anak untuk 25 jurnalis...

Djulaidi Kasim Jabat Plt Kakanwil Kemenag Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Menteri Agama RI Jenderal (Purn) Fachrul Razi menunjuk Drs Djulaidi Kasim, M. Ag sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor...

Pemerintah Aceh Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Bupati Bireuen

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Bupati Bireuen, Saifannur, di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota...

Bupati Bireuen Saifannur Meninggal Dunia

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Bupati Bireuen, Saifannur, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Dhirga Surya, Kota Medan, Sumatera Utara. Ia menghembuskan nafas...

Panglima Militer Thailand Belajar Penanganan Konflik dan Teken Kerja Sama di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Panglima Angkatan Darat Kerajaan Thailand atau Royal Thailand Army (RTA), Jenderal Apirat Kongsompong, melakukan kunjungan ke Aceh, pada Selasa...

More Articles Like This