Saturday, March 2, 2024
spot_img

Kanwil Kemenag Aceh Resmikan Gedung Baru MTsN Bireuen

BIREUEN | ACEHKITA.COM – MTsN 1 Bireuen yang berlokasi di Gandapura, Bireuen kini memiliki gedung ruang belajar baru yang peresmiannya dilakukan oleh Kakanwil Kemenag Aceh Azhari, dirangkai dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (9/10/2023).

Azhari dalam sambutannya mengatakan, ditetapkan MTsN 1 Percontohan Bireuen sebagai madrasah riset memang diperlukan alat pendukung laboratorium maupun ruang belajar yang representatif. Namun semuanya butuh waktu dan anggaran.

“Insyaallah ke depan akan kita upayakan dengan fasilitas pendukung yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Azhari mengingatkan, guru harus mampu memberikan pengembangan keilmuan kepada anak didik sesuai dengan tuntutan zaman. Karena sistem mengajar hari ini, berbeda dengan pola pengajaran tempo dulu, di mana teknologi informasi belum semaju sekarang.

“Guru harus bisa menjawab tantangan era digital. Jika tidak guru akan ketinggalan dengan anak didiknya dalam penggunaan teknologi informasi. Sehingga guru harus banyak belajar, bukan hanya mengajar,” ungkapnya.

Menurut mantan Kabid Urais ini, ada tiga ranah potensi anak yang harus dikembangkan dalam proses pembelajaran berupa kognitif, afektif dan psikomotorik. Ketiga aspek ini dipandang penting untuk perkembangan peserta didik.

Diuraikan Azhari, kognitif meliputi proses menghitung, membaca, mengingat, dan mengulang hasil pembelajaran baik lewat lisan maupun tulisan. Sedangkan afektif lebih menekankan pada aspek perasaan dan cara bersikap.

Sementara psikomotorik lebih kepada keterampilan anak dalam hal tertentu. Biasanya keterampilan ini juga berkaitan dengan minatnya. Seorang anak bisa saja tidak begitu pandai dalam hal pelajaran (kognitif) namun ia sangat kompeten di aspek psikomotoriknya.

“Kita tidak boleh menghakimi kekurangan seorang anak terutama dalam hal kemampuan otak. Sebab, setiap anak tentu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita tidak bisa menilai hanya dari satu sisi saja sedangkan sisi lain diabaikan,” ingatnya.

Kepala MTsN 1 Bireuen Munawar menyampaikan, lembaga pendidikan yang dipimpinnya sudah memperoleh sertifikasi sebagai salah satu madrasah riset nasional di Kabupaten Bireuen. Selain itu, setiap tahun siswanya mengikuti berbagai ajang perlombaan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

“Dengan telah ditetapkan MTsN 1 Bireuen sebagai madrasah riset, madrasah ini sangat membutuhkan sarana pendukung seperti adanya laboratorium terpadu. Sehingga memudahkan guru dan siswa dalam melakukan riset nantinya,” harapnya.

Dikatakan, gedung yang diresmikan merupakan ruang belajar baru (RKB) lewat program SBSN dan renovasi ruang belajar lainnya bantuan dari Kementerian PUPR. MTsN 1 Bireuen merupakan MTsN tertua di Bireuen yang saat ini memiliki 745 siswa yang terdiri dari 28 rombongan belajar.

Kunjungan Kakanwil turut didampingi Kakankemenag Bireuen, Kakankemenag Sabang, Kasubag TU, Kasi, Kepala KUA, kepala madrasah, guru, dan undangan lainnya.

Sebelum peresmian gedung belajar MTsN 1 Bireuen, Kakanwil Aceh melakukan pembinaan ASN Kemenag dan membuka musyawarah wilayah Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Provinsi Aceh di aula IAI Al Muslim, Peusangan, Bireuen.[]

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,903FollowersFollow
24,400SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU