Friday, December 2, 2022
spot_img

IAI Al-Aziziyah Samalanga Wisuda 542 Sarjana dan Resmi Buka S2 KPI

BIREUEN | ACEHKITA.COM – Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah menggelar wisuda angkatan ke-XI lulusan strata satu (S1) dari beberapa fakultas dan program studi di kompleks Dayah Jami’ah Al-Aziziyah (DJA) Kuta Glee, Batee Iliek Samalanga, Bireuen, Minggu (2/10/2022). Prosesi tersebut turut dirangkai dengan peresmian pembukaan Program Magister (S2) Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Humas IAI Al-Aziziyah Samalanga Bireuen, Tgk Mursalin, merincikan, lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) 53 orang, Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) 28 orang, dan Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) 141 orang.

Kemudian Fakultas Syariah program studi Ekonomi Syariah (Ekos) 74 orang, Fakultas Tarbiyah terdiri dari program studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) 24 orang, program studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) 133 orang, dan program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebanyak 88 orang.

Dari jumlah tersebut 112 wisudawan lulus cumlaude yaitu dari program studi KPI sembilan orang, prodi PMI lima orang, dan prodi HKI 23 orang. Selanjutnya, prodi Ekos 14 orang, prodi PBA empat orang, prodi MPI 43 orang, dan prodi PAI berjumlah 14 orang.

Sidang senat terbuka dipimpin Rektor IAI Al Aziziyah, Tgk Muhammad Abrar Azizi yang didampingi para anggota senat. Humas IAI Al Aziziyah menjelaskan, prosesi wisuda turut dihadiri pendiri Al-Aziziyah Abu Syekh Hasanoel Basri HG atau Abu MUDI, pembina IAI Al-Aziziyah, Dr Muntasir A Kadir MA, para wakil rektor, dekan, dosen, dan para undangan lainnya.

Hadir juga Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Mujiburahman, Rektor Unimal Lhokseumawe, Prof Herman Fitra, Wakil Koordinator Kopertais Wilayah V Aceh, para wali atau pendamping wisudawan dan berbagai unsur lainnya termasuk tokoh agama dan masyarakat sekitar kampus.

Rektor IAI Al-Aziziyah, Tgk Muhammad Abrar menyampaikan, sistem pendidikan di IAI Al-Aziziyah Samalanga merupakan kolaborasi antara pendidikan dayah dan pendidikan perguruan tinggi Islam. “Di mana pada pagi sampai siang hari kuliah dan malamnya mengikuti pengajian,” ujarnya.

Pola pendidikan tersebut sebagai upaya perpaduan moral dalam proses pembelajaran sehingga mampu melahirkan lulusan yang beriptek dan berimtak. Pemondokan akan efektif dalam mencegah pergaulan bebas dan pengaruh lingkungan negatif lainnya yang meresahkan para orang tua saat ini. Sehingga setelah lulus, mereka akan menjadi sarjana yang tangguh dan mumpuni dalam mengarungi ketatnya persaingan dunia kerja.

“Kami percaya, sistem pendidikan ini merupakan bentuk terbaik yang dilakukan oleh Al-Aziziyah dalam menyikapi kebutuhan wisudawan dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang,” katanya.

Pada kesempatan tersebut diresmikan pembukaan Program Magister (S2) Komunikasi dan Penyiaran Islam yang dilakukan oleh Prof Mujiburrahman. Sementara Prof Herman Fitra menyampaikan orasi ilmiah dengan tema “Penggunaan Peralatan Teknologi dalam Penguatan Mutu Perguruan Tinggi”.[]

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,636FollowersFollow
23,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU