Thursday, April 9, 2020

Harga Mahal, Permintaan Bumbu Menurun

Must Read

Calon Bupati Bener Meriah Protes Isi Ikrar Damai

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM -- Ikrar pemilihan kepala daerah damai di Bener Meriah diwarnai protes sejumlah kandidat bupati terhadap isi/materi...

Paraguay Lolos, Argentina Meukarat

ASUNCION | ACEHKITA.COM – Paraguay dengan mulus lolos ke Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, setelah membekuk Argentina 1-0. Namun,...

Anak Yatim Ikut Nyumbang untuk Palestina

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sebanyak 100-an anak yatim di Pondok Yatim Putri PKPU turut menyumbang untuk rakyat Palestina....

Kalahkan Indonesia, Kyrgyzstan Juara

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kyrgyzstan keluar sebagai juara dalam turnamen sepakola internasional Aceh World Solidarity Cup 2017, setelah...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Pedagang bumbu masak di Banda Aceh mulai mengeluh akibat sepinya pembeli. Hal itu merupakan dampak dari meroketnya harga bawang beberapa hari ini.

Agus Setyadi/ACEHKITA.COM
Agus Setyadi/ACEHKITA.COM
Amiruddin, seorang pedagang bumbu masak di Peunayong, mengungkapkan, jumlah pembeli bumbu di Banda Aceh mulai sepi sejak harga bawang merangkak naik. Dengan naiknya harga bawang, harga bumbu juga mengalami kenaikan.

“Pembeli sepi karena harga bumbu sekarang kita naikkan dari harga biasanya. Kalau kita jual dengan harga biasanya, rugi kita,” kata Amiruddin saat ditemui di pasar Peunayong, Banda Aceh, Kamis (14/3/2013).

Menurutnya, bawang merah dan bawang putih merupakan salah satu bahan pokok untuk membuat bumbu. Bawang merah yang mencapai harga Rp40.000 dan bawang putih yang mencapai Rp50.000 ini sangat berdampak pada pembuatan bumbu.

“Kami terpaksa menjual bumbu ini Rp10.000 minimal untuk sekali beli,” ungkapnya. Sebelumnya pembeli masih bisa membeli dengan harga Rp5.000.

Sementara Nizar, salah seorang pedagang lain juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya, kenaikan harga bawang kali ini merupakan yang terparah selama ia berjualan bumbu yang sudah hampir 25 tahun. “Ini kenaikan harga paling parah. Sejak kenaikan ini, tidak ada lagi pembeli,” ujarnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This