Friday, February 28, 2020

Geledah Kantor BPKS, KPK Sita Dokumen Anggaran

Must Read

ACEHKITA.tv | Aktivis Gayo Perangi Korupsi

Aktivis mahasiswa yang berasal dari dataran tinggi Gayo mendesak pemerintah Aceh untuk memberantas korupsi di lingkungan pemerintahan.

Pimpinan Definitif DPRA Dikukuhkan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Rapat paripurna khusus Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Senin (16/11) pagi, menetapkan pimpinan dewan definitif....

Sambut Jemaah Kloter 8, Kawanwil Kemenag Aceh Berpesan Peliharalah Kemabruran Haji

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Menyambut kepulangan 391 jemaah haji Aceh yang tergabung dalam kloter 8 di Aula Jeddah...

Diaby Kandaskan Arsenal

MANCHESTER | ACEHKITA.COM - Manchester United berhasil mengalahkan tim tamu Arsenal 2-1, di Liga Utama Inggris. The Red Devil...

SABANG | ACEHKITA.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeledah Kantor Badan Pengusaha Kawasan Sabang (BKPS) di Sabang, Jumat (10/8), terkait kasus suap yang menjerat Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf. Sejumlah barang bukti berupa dokumen anggaran pun disita.

“Di sana kami menemukan dan menyita dokumen terkait anggaran yang relevan dengan kasus ini,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Merah Putih, Kuningan, Jaksel, Jumat (10/8).

Pengeledahan dilakukan sejak pagi hingga sore hari ini. Selain itu, KPK juga memeriksa Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi. Ahmadi diperiksa sebagai saksi.

“Sedangkan proses pemeriksaan kami mendalami lebih lanjut dari saksi ini yang adalah tersangka terkait dugaan pemberian Gubernur Aceh (Irwandi Yusuf, ref) itu secara intensif,” terang Febri.

Febri mengaku sejumlah pejabat Kementerian Dalam Negeri juga diperiksa dalam kasus tersebut. Para pejabat Kemendagri itu ditanya soal strandarisasi proses alokasi dan penyaluran dana otonomi khusus Aceh (DOKA) atau dana otsus.

Dalam perkara ini, KPK menjerat Irwandi ketika menjabat sebagai Gubernur Aceh. Dia diduga menerima duit suap dari Ahmadi (Bupati Bener Meriah nonaktif) sebesar Rp 500 juta.

Uang itu merupakan bagian dari commitment fee Rp 1,5 miliar atau 10 persen demi mendapatkan ijon proyek infrastruktur yang menggunakan alokasi dana otsus. KPK menduga bagian 8 persen diperuntukkan bagi sejumlah pejabat di provinsi, sedangkan 2 persen di tingkat kabupaten.

Sebagian dari duit suap Rp 500 juta itu diduga akan digunakan untuk kegiatan Aceh Marathon 2018. Selain Irwandi dan Ahmadi, ada 2 orang yang juga dijerat sebagai tersangka yaitu Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri.[]

DETIK.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This