Friday, April 3, 2020

Dusun Dijadikan Lapak Judi, Ibu-Ibu Sibayak Demo

Must Read

Kandidat Ambil Nomor Urut Uji Baca Al Quran

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Bakal calon gubernur dan wakil gubernur Aceh akan mendapatkan pengarahan soal mekanisme uji kemampuan...

Belanda Didesak Minta Maaf pada Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kerajaan Belanda didesak untuk menyampaikan permintaan maaf kepada rakyat Aceh terkait kasus pelanggaran hak...

Kisah Nelayan Aceh Selamatkan 433 Imigran

JULOK | ACEHKITA.COM -- Puluhan orang loncat ke dalam air begitu sebuah perahu nelayan mendekat. Ratusan lainnya, berdiri di...

Pusat Didesak Revisi UU Pemerintahan Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banda Aceh berunjukrasa di Gedung DPR Aceh,...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM— Puluhan ibu-ibu majelis taklim dusun Sibayak, Gampong Seutui, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh menggelar aksi damai di depan pos kamling desa setempat, Senin (13/5/2013). Puluhan warga ini terpaksa turun ke jalan setelah dusun tempat tinggalnya kerap dijadikan lapak judi.

Foto : Agus Setyadi | ACEHKITA.COM
Foto : Agus Setyadi | ACEHKITA.COM

Pantauan acehkita.com, puluhan ibu-ibu majelis taklim ini menggelar aksi damai sekitar pukul 16.00 WIB atau bakda salat asar. Sebagian di antara ibu-ibu ini terlihat masih menggunakan mukena dan ada juga yang menggendong anak-anak mereka. Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah poster dan spanduk yang di antaranya bertuliskan “Stop! Judi, zina dan narkoba” dan ada juga yang bertuliskan “Kutuk penjudi dan penzina di dusun kami”.

Aksi yang digelar ibu-ibu paruh baya ini menyedot perhatian dari warga dusun lain di gampong Seutui. Sehingga, aksi menjelang sore itu menjadi tontonan warga dan anak-anak. Setelah menggelar aksi selama 30 menit, ibu-ibu ini kemudian mengakhiri aksinya dengan berjalan kaki melewati Jalan Teuku Umar Setui dan kembali ke rumah mereka masing-masing.

Perwakilan Ibu-ibu Majelis Taklim Dusun Sibayak, Syarifah Munira, mengatakan, aksi damai yang digelar ibu-ibu dari dusun itu disebabkan karena warga sudah merasa geram dengan perjudian yang telah berlangsung sejak beberapa tahun di dusun mereka.

“Kami ingin desa kami bersih dari maksiat. Jangan ada lagi judi, zina dan narkoba di dusun kami ini,” kata Syarifah disela-sela aksinya.

Menurutnya, dusun dari desa yang terletak di tengah kota Banda Aceh itu kerap dijadikan lapak judi oleh sejumlah orang dari luar kampung mereka. “Yang main di sini rata-rata orang dari luar kampung kami. Tapi orang di sini ada juga,” jelasnya.

Untuk itu, ia mengharapkan agar Pemerintah Kota Banda Aceh lebih serius untuk membarantas perjudian di kampung yang sudah dikenal sebagai lapak judi itu. Jika setelah aksi itu perjudian tetap dilakukan, ia bersama puluhan ibu-ibu lainnya akan menggelar aksi dengan massa yang lebih banyak.

“Dan akan kami berantas dengan cara kami sendiri nantinya. Tapi kami mohon agar tidak ada lagi jugi di kampung kami ini,” ungkapnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This