Wednesday, April 1, 2020

Diguyur Hujan, Kebakaran Lahan di Aceh Barat Akhirnya Padam

Must Read

Sewindu Tsunami, Sineas Muda Aceh Putar Film

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Momentum sewindu tsunami digunakan komunitas sineas muda Aceh untuk memutar 12 film, terutama bertemakan...

Lagi, Darni Diminta Tanggalkan Jabatan Rektor

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Tuntutan agar Prof Darni M. Daud menanggalkan jabatan rektor Universitas Syiah Kuala kembali disuarakan...

Hari Jadi GAM

Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengikuti doa bersama memperingati hari jadi GAM ke-33 di Lamnyong, Banda Aceh, Jum'at (4/12). Selain...

FOTO | Simulasi Pembebasan Sandera

Pasukan antiteror dari Polda Aceh "melepaskan" salah satu istri calon gubernur Aceh yang disandera peneror pada simulasi pengamanan pilkada...

MEULABOH | ACEHKITA.COM – Kebakaran lahan di tiga titik dalam Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, akhirnya padam usai diguyur hujan deras pada Kamis (31/1) pukul 09.00 WIB. Kebakaran lahan gambut seluas delapan hektare itu terjadi sejak 29 Januari 2019.

Sejak pertama sekali titik api muncul, petugas dari tim gabungan Kabupaten Aceh Barat telah melakukan berbagai upaya pemadaman. Tetapi, petugas kesulitan menjinakkan api dalam dua hari terakhir dikarenakan cuaca terik dan sulitnya memperoleh air di sekitar lokasi.

Beruntungnya, hujan deras yang turun pada Kamis pagi selama 45 menit membantu proses pemadaman api.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Teuku Ahmad Dadek, mengatakan tiga titik lokasi kebakaran lahan di Kecamatan Johan Pahlawan, yaitu di Gampong Lapang seluas 4 hektare, Gampong Leuhan seluas 1 hektare, dan Gampong Suak Raya seluas 3 hektare.

“Tidak ada korban jiwa, korban terdampak, ataupun mengungsi dalam kejadian ini,” kata Dadek kepada wartawan, Kamis (31/1). Namun akibat kejadian itu, dia menyebut kabut asap sempat terlihat di beberapa titik di Kota Meulaboh.

Upaya pemadaman, kata Dadek, petugas gabungan menurunkan 5 unit armada pemadam kebakaran, 4 unit mesin alcon, 30 batang selang, 1 unit mobil patroli Polres Aceh Barat, 2 unit mobil patroli Kodim, 1 unit pick-up milik BPBD Aceh Barat, 4 unit mobil reo Batalion 116 Kompi C Lapang, dan 2 tangki penampungan air.

Dadek menambahkan, meski api sudah padam, petugas gabungan untuk saat ini masih berupaya menyiram titik-titik yang berpeluang munculnya titik api baru.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Hentikan Shalat Berjamaah di Masjid

RIYADH – ACEHKITA.COM – Pemerintah Arab Saudi, hari Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB), menghentikan sementara pelaksanaan shalat berjamaah di semua masjid negara...

More Articles Like This