Sunday, December 5, 2021
spot_img

Covid-19 di Aceh 24 Jam Terakhir: Positif 147, Meninggal 9

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Dalam 24 jam terakhir, terjadi penambahan kasus postif Covid-19 di Aceh sebanyak 147 kasus, dan 9 orang dilaporkan meninggal. Sementara yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 62 orang.

Demikian Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani alias SAG, Rabu (19/5/2021). “Total kasus meninggal dunia akibat COVID-19 di Aceh sebanyak 512 orang,” kata SAG.

Sementara total kasus positif COVID-19 di Aceh tercatat 12.615 kasus/orang. Mereka yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 10.467 orang, dan pasien masih dirawat 1.636 orang, sesuai data per 19 Mei 2021.

Kata SAG, kasus probable secara akumulatif sebanyak 722 orang, meliputi 635 orang sudah selesai isolasi, 10 orang isolasi di rumah sakit, dan 77 orang meninggal dunia. “Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19,” urainya.

Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.096 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 8.867 orang, sedang isolasi di rumah 147 orang, dan sedang isolasi di rumah sakit sebanyak 82 orang.

Peta Zonasi Corona

Saifullah Abdulgani juga melaporkan peta zonasi corona terbaru di Aceh, sesuai data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nasional. Tercataat sebanyak 20 kabupaten/kota di Aceh masuk dalam zona oranye atau risiko sedang penyebaran Covid-19. Selebihnya atau 3 kabupaten masuk dalam zona kuning (risiko rendah).

Berdasarkan data tersebut, zona kuning (risiko rendah) di Aceh hanya di tiga kabupaten; Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Kabupaten Aceh Barat Daya. Sedangkan 20 kabupaten/kota lainnya masuk dalam zona oranye (risiko sedang).

Menurut SAG, informasi peta zonasi risiko Covid-19 patut menjadi perhatian semua lapisan masyarakat. Peta zonasi merupakan instrumen navigasi bagi Satgas Covid-19 dalam merumuskan kebijakan dan pendekatan penanganan pandemi Covid-19 di daerah, di antaranya; meningkatkan testing, tracing, dan treatment, dan meningkatkan kapasitas rumah sakit.

Peta zonasi risiko diharapkan menjadi referensi perilaku sosial masyarakat, untuk lebih disiplin protokol kesehatan. “Bila semua pihak memiliki persepsi yang sama dalam sikap dan tindakan mencegah dan memutuskan penularan virus corona, Insya Allah peta Zonasi Covid-19 di Aceh akan lebih baik pada pekan depan,” katanya. []

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
20,973FollowersFollow
22,600SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU