Wednesday, May 27, 2020

Buruh Aceh Suarakan Tolak Tenaga Kerja Asing

Must Read

Sebelum Dihukum Cambuk Berkas Mucikari dan PSK Online Akan Segera Diserahkan Ke JPU

Kepolisian Resot Kota Banda Aceh saat ini sedang melakukan P21 (berkas lengkap) terhadap mucikari dan satu orang yang diduga...

Di Pidie, Eks Panglima GAM Pimpin HUT RI

SIGLI | ACEHKITA.COM -- Bekas panglima Gerakan Aceh Merdeka yang kini menjabat Bupati Pidie Sarjani Abdullah memimpin peringatan Hari...

Polisi Dinilai Tebang Pilih Usut Besi Jembatan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM. Belasan mahasiswa di Banda Aceh berunjukrasa ke Mapolda Aceh, Senin (2/11). Mereka mendesak Polda menangkap...

Abbott, Jangan Samakan Narkoba dengan Tsunami!

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pernyataan Perdana Menteri Tony Abbott yang mengungkit bantuan tsunami untuk meringankan hukuman warga Australia...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Aliansi Buruh Aceh (ABA) menggelar unjuk rasa terkait tenaga kerja asing yang bekerja di Provinsi Aceh, Rabu (6/2). Serikat buruh Aceh tersebut menolak keberadaan tenaga kerja asing di Aceh.

Dalam aksi yang digelar di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, para buruh menuntut agar pemerintah memulangkan tenaga kerja asing tanpa keahlian khusus (unskill) dan ilegal (unprosedural).

Sekretaris Alinsi Buruh Aceh, Habibi Inseun, menyebutkan terdapat sekitar 200 orang tenaga kerja asing unskill yang bekerja beberapa wilayah di Aceh.

“Sangat menyedihkan jika di Aceh masih ada tenaga kerja asing unskill, sementara Aceh masih menjadi penyumbang pengangguran tertinggi di atas rata-rata nasional mencapai 6,39 persen,” ujar Habibi kepada wartawan di sela-sela aksi unjuk rasa, Rabu (6/2).

Karenanya, Aliansi Buruh Aceh menuntut pemerintah untuk menseriusi hal tersebut serta menyerap tenaga kerja lokal sehingga bisa menekan angka pengangguran di Aceh.

Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Aceh menemukan 51 orang tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bekerja tanpa dokumen lengkap dan menyalahi aturan visa. Sedangkan satu di antaranya dinyatakan ilegal dan tidak memiliki dokumen apapun.

Mereka tepergok saat tim melakukan sidak di PT Shandong Licun Power Plant Technology Co.Ltd yang lokasinya berada di PT Lafarge Holcim Indonesia di Lhoknga, Aceh Besar, pada Selasa (15/1/2019) lalu. Kini mereka telah dipulangkan ke negara asalnya.

Selain menolak tenaga kerja asing di Aceh, mereka juga menolak Permenkes 51 tahun 2018. Dalam aksi yang kemudian berlanjut di depan gedung DPRA, para buruh tersebut juga mendesak legislatif Aceh untuk segera menerbitkan Pergub untuk petunjuk teknis untuk implementasi Qanun Nomor 7 Tahun 2014.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

KONI Aceh Serahkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali Pra-PON, Porwil dan SEA Games

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Aceh menyerahkan bonus uang tunai kepada para atlet dan pelatih peraih medali di ajang...

More Articles Like This