Friday, May 20, 2022
spot_img

Budiman Sudjatmiko dan Fahrul Rizha Jadi Pembicara Seminar Nasional di Aceh Tenggara

KUTACANE | ACEHKITA.COM – Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA-GMNI) Aceh Tenggara bekerja sama Panwaslih Aceh Tenggara dan Universitas Gunung Leuser (UGL) menggelar seminar nasional bertajuk Pembangunan Demokrasi Untuk Kesejahteraan di gedung serbaguna Disdik Aceh Tenggara, Rabu (20/4/2022). Seminar tersebut menghadirkan Budiman Sudjatmiko dan Fahrul Rizha Yusuf sebagai narasumber.

Budiman Sidjatmiko dalam penyampaiannya menyebutkan, tantangan bagi pemuda di era saat ini bukan lagi soal demokrasi yang kebablasan, akan tetapi juga tantangan bangsa bagaimana mengelola perkembangan dan kemajuan teknologi yang tumbuh pesat saat ini.

Menurutnya, kemajuan teknologi secara global dampak pandemi Covid-19 dan dampak perang Rusia-Ukraina saat ini memaksa dunia untuk mengubah situasi begitu cepat, perkembangan ekonomi hampir semuanya berbasis teknologi.

“Oleh karenanya pemuda itu harus mampu mengelola kemajuan dan perkembangan teknologi untuk kemajuan dan kemandirian kehidupan berdemokrasi dimasa yang akan datang, maka dari itu apapun kuliah mu, apapun pendidikanmu dan apapun sekolahmu, jadilah manusia-manusia inovator teknologi,” ujar Budiman dalam siaran pers diterima dari panwaslih.

Sementara itu, Fahrul Rizha Yusuf dalam kesempatan itu menyebutkan, terdapat korelasi erat antara pembangunan demokrasi dengan kesejahteraan. Tahapan Pemilu akan dimulai sejak Juni 2022 dan puncaknya pada tahun 2024 yang tentu menghasilkan para pemimpin rakyat yang selanjutnya menentukan konsepsi arah program pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan pemimpin yang mempunyai kualitas visi dan misi.

Menurut Fahrul, konsolidasi demokrasi ini membutuhkan gagasan inovasi, imajinasi dan kreatifitas bersama untuk untuk menggapai Aceh yang lebih baik dan menggapai indonesia maju.

Ia mengatakan, proses demokrasi kepemiluan harus dikawal oleh seluruh komponen bangsa. Iklim berdemokrasi harus mampu ditunjukkan dalam suasana kebatinan kedewasaan berpilitik untuk membangun perdaban negeri.

Fahrul menambahkan, Bawaslu terus mempersiapkan diri dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang, salah satunya dengan membangun sinergitas dan memperkuat semua elemen masyarakat, pemuda dan mahasiswa dalam melibatkan diri mengawal pesta demokrasi.

“Rentunya harapan kita pemilu itu nanti akan menghasilkan pemimpin yang berkualitas, oleh karenanya masyarakat juga patut menjaga iklim demokrasi yang berlangsung nanti dengan cara tidak ikut menyebarkan hoaks, tidak ikut melibatkan diri dalam money politik, dan tidak ikut menyebarkan ujaran kebencian serta Sara. Pemuda harus mengambil peran dalam mengawal pesta demokrasi itu sendiri,” kata Fahrul.

Hendra Muhada, Ketua Panwaslih Aceh Tenggara menyatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan seminar nasional yang diselenggarakan oleh GMNI tersebut. “Bawaslu sebagai lembaga yang mengawal proses demokrasi ikut mendukung upaya-upaya masyarakat dalam memajukan demokrasi di negeri ini untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya. []

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
21,501FollowersFollow
23,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU