Saturday, April 4, 2020

BPOM Sita Puluhan Kosmetik

Must Read

KIP Diminta Berkonsultasi dengan DPRA

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh diminta segera berkonsultasi dengan DPRA terkait dengan pelaksanaan pemilihan...

Gading Bunta Diserahkan ke BKSDA

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kejaksaan Negeri Aceh Timur menyerahkan sepasang gading gajah Bunta kepada Balai Konservasi Sumber Daya...

Unsyiah dan General Aromatics Kerja Sama Kembangkan Industri Nilam Gayo Lues

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Universitas Syiah Kuala menjalin kerja sama dengan PT. General Aromatics perusahaan parfum asal Prancis...

AJI Latih Jurnalis Menulis Isu Ekonomi dan Perbankan

SABANG | ACEHKITA.COM-- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh menggelar pelatihan jurnalistik...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM. Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Aceh menyita puluhan produk kosmetik berbahaya yang masih dijual bebas di pasaran Banda Aceh. Produk itu ditemukan dalam razia ke sejumlah pertokoan dan swalayan, Senin (15/6).

Kelima produk kosmetik itu bermerek krem pemutih flentiful, scholar cream, QL day cream, chasandra pewarna rambut dan topsyn alas bedak.

“Produk-produk ini mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, merahkasiga dan asam retrinoat,” kata Bima Sakti, koordinator tim razia BPOM.

BPOM RI sebelumnya mengumumkan bahwa kosmetik yang mengandung bahan-bahan itu berbahaya bagi kulit dan kesehatan.

Pagi tadi, BPOM Aceh merazia sejumlah pertokoan dan swalayan di Banda Aceh. Mereka berpencar dalam lima tim.

Saat merazia swalayan Suzuya di jalan Diponegoro, sejumlah karyawan dan satpam supermaket itu tak mengizinkan petugas memeriksa kosmetik. Para wartawan juga dilarang meliput. “Minta izin dulu kemenejer kami,” kata seorang Satpam.

Meski begitu, lima petugas BPOM sempat menemukan dan menyita beberapa cream pemutif wajah berbahaya di sana.

Bima mengatakan, sejumlah produk kosmetik disita pihaknya itu akan diamankan di BPOM Aceh. “Kemungkinan akan kita musnahkan.”

Kosmetik berbahan bahaya itu sebelumnya sudah mendapat izin dari BPOM RI. “Tapi setelah diperiksa ulang ternyata mengandung bahan berbahaya,” ujar Bima. “Produk yang mengandung bahan ini, kalau dipakai lama-lama kulit bisa terkelupas.”[]

Previous articleRazia BPOM
Next articleEuforia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This