Thursday, April 2, 2020

BNNK Banda Aceh: Kerugian Ekonomi Karena Narkoba di Aceh Capai Rp1,5 Triliun

Must Read

HTC Rilis One A9

VENDOR asal Taiwan, HTC, akhirnya merilis smartphone terbaru yang masih dalam keluarga One, yaitu A9. HTC One A9 hadir...

Pekan Depan, Kapal Pesiar Amadea Singgah di Sabang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pelabuhan BPKS kembali akan disinggahi sebuah kapal pesiar. Kali ini, MV. Amadea akan singgah...

Media Diminta tak Kaitkan Kriminal dengan Pilkada

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Penemuan bom rakitan dan aksi kekerasan bersenjata di Aceh dinilai tidak akan mengusik jalannya...

Mau Salat Gerhana, Ini Lokasinya

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sejumlah masjid menyerukan jemaahnya melaksanakan salat khusuf pada saat terjadinya gerhana matahari total pada...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kepala Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Kota Banda Aceh, Hasnada Putra, mengungkapkan kerugian ekonomi yang disebabkan oleh narkoba di Provinsi Aceh mencapai Rp 1,5 triliun per tahun.

“Estimasi kerugiannya mencapai Rp 1,5 T di Aceh dalam setahun, itu data tahun 2017. Untuk data Indonesia kerugian mencapai Rp. 84,7 T. Sangat besar kehancurannya,” kata Hasnanda di sela-sela razia narkoba siswa-siswi SMA 1 Banda Aceh, Kamis 1 November 2018.

Lebih lanjut, Hasnanda menyebutkan, narkoba juga menyebabkan pecandunya meninggal 20 sampai 40 orang setiap harinya.

Data 2017, pecandu di Aceh mencapai 63.032 orang dengan mayoritas usia di kisaran 30 tahun.

“Untuk kota Banda Aceh belum kita temukan data pasti, nanti kami akan lakukan survey,” sebutnya.

Kepala BNN Kota Banda Aceh juga manyampaikan apresiasi kepada Wali Kota yang memang memiliki komitmen yang kuat memberantas narkoba di Banda Aceh.

“Saya pikir Pak Wali sebagai seorang ekonom sangat paham kehancuran dari sisi ekonomi. Beliau menginginkan adanya pusat rehab dibangun di Banda Aceh. Tahun 2019 rencananya akan dibangun, mari sama-sama kita mendukung,” ajak Hasnanda.

Dalam siaran pers Humas Pemko Banda Aceh disebutkan, BNN Kota Banda Aceh bersama Wali Kota Aminullah Usman dan rombongan melakukan razia narkoba ke SMA 1 Banda Aceh di kawasan Blang Padang. Semua tas siswa diperiksa namun tidak ditemukan adanya narkoba.

“Ahamdulillah, tidak satupun dari tas kalian ditemukan narkoba,” kata Wali Kota Banda Aceh.

Kepada siswa SMA 1 Banda Aceh, Aminullah Usman menyatakan, narkoba sangat berbahaya karena akan merusak diri dan juga merusak masa depan.

“Dampaknya sangat parah, bukan hanya menghacurkan diri dan masa depan tapi juga menghancurkan perekonomian,” sebutnya.

Karenanya, Wali Kota menyatakan, narkoba harus diperangi dan diberantas di Kota Banda Aceh. Dia menyebutkan, dirinya tidak ingin masa depan generasi muda di Banda Aceh akan hancur hanya karena narkoba.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

More Articles Like This