Saturday, April 4, 2020

Blogger Diminta Beretika dalam Menulis

Must Read

Terpisah Akibat Konflik, Apa Kabar Nuraisyahwati?

BANDA ACEH -- Konflik tiga dekade menyisakan luka mendalam bagi keluarga Hakim Tib dan Syarifah. Pasangan ini terpisah dari...

Canda Irwandi pada Fotografer

"Kapeukhem lon lei sigo," kata Irwandi pada sebuah sesi pemotretan di kediamanya pada Senin, 3 Juli 2017, siang. Ia...

Pengobatan Gratis

Korban gempa Padang diapit oleh TNI turun dari KRI dr Soeharso di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Kamis (8/10). Hingga...

Nelayan Temukan Bom

Anggota Jibom Brimod Jeuleukat mengamankan bom jenis mortir 60 dari sebuah boat nelayan di Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti,...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Pertemuan blogger dalam event ASEAN Blogger Conference yang berlangsung 16-17 November yang lalu di Museum Pasifika, Nusa Dua, Bali, akhirnya membuahkan deklarasi bersama.

Para blogger bersepakat untuk menghormati hak kekayaan interlektual dan beretika. Dalam deklarasi itu, seorang blogger Risa Amrikasi sempat menyinggung masalah hukum yang dihadapi seorang blogger yang meniru tampilan situs jejaring sosial Facebook.

Makanya, pada deklarasi, di poin 5, mereka bersepakat untuk berikrar seperti ini: ‘We, the ASEAN bloggers, are committed to ethical and positive demeanor, respectful of the rights of authors attached to articles, photos, and videos, and other creative products‘.

Poin ini menurut Risa cocok untuk diterapkan kepada semua blogger, terlebih di Indonesia.

“Untuk itu, deklarasi yang sudah digaungkan bersama blogger perwakilan negara – negara ASEAN bisa jadi rujukan bahwa sudah seharusnya kesadaran Blogger Indonesia menghargai HAKI orang lain lebih ditingkatkan. Selama ini saya selalu mengajak para blogger untuk mengedepankan etika dalam menulis blog, berekspresi tanpa mengganggu hak- hak orang lain, dan menjunjung tinggi kesadaran akan Hak kekayaan intelektual orang lain,” ungkap Risa yang juga konsultan bidang HAKI ini, seperti dikutip dari Antara.

“Tetapi dalam kaitannya dengan kasus blogger Indonesia yang disomasi Facebook, kita harus tahu dulu duduk persoalan yang sebenarnya. Yang jelas, sebagai pegiat HAKI, saya ingin sekali rekan-rekan saya sesama blogger bisa paham mengenai HAKI terkait dengan dunia penulisan online agar mereka bisa lebih berhati-hati,” kata Risa.

Menurut Risa, dirinya sudah menyampaikan usulan untuk mengadakan sosialisasi HAKI bagi para blogger Indonesia dalam diskusi kecil di Museum Pasifika, Nusa Dua, dengan Advisor ASEAN Blogger Community Chapter Indonesia, Hazairin Pohan.

“Mengingat dalam presentasi perwakilan blogger dari negara-negara anggota ASEAN, isu terkait HAKI ini selalu disebut oleh mereka dan dalam sesi itu saya sebagai moderatornya,” ungkap pengamat hukum dan sosial itu.

“Keluhan mengenai ‘dimanfaatkan’nya karya intelektual mereka oleh pihak lain secara online maupun offline, adalah isu yang diungkap hampir sebagian besar dari mereka. Itu menunjukkan bahwa blogger adalah pihak yang rentan terhadap pembajakan, tetapi di lain pihak juga potensial menjadi pelaku pembajakan,” tambahnya.

Konferensi Blogger ASEAN yang digagas oleh ASEAN Blogger Community merupakan bagian partisipasi masyarakat ASEAN agar membuat para peserta yang ikut dari berbagai perwakilan Indonesia dan negara ASEAN untuk melakukan sumbangsih ide dan gagasan tentang implementasi piagam ASEAN menuju pembentukan komunitas ASEAN 2015 yang people oriented dan people driven.

Namun diakui oleh Risa, si penulis novel Good Lawyer ini, acara konferensi tingkat ASEAN tersebut kurang seru serta dirinya hanya menjadi sebagai penengah sekaligus pendengar saja.[*/antara]

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This