Berkat Ilmu Selama Kuliah, Miliar Dinata Sukses di Perantauan

0
311
Fakultas Pertanian Unsyiah

Dari Kabupaten Simeuleu, kepulauan terluar di Indonesia, Milar Dinata mengejar sukses di perantuan. Tekad itu bulat setelah dia menempuh pendidikan dasar di kampung halaman, lalu melanjutkan pendidikan di Banda Aceh.

Berasal dari keluarga yang berprofesi sebagai petani, tak pernah menurunkan semangatnya untuk mengejar mimpi meraih kesuksesan. Miliar Dinata, justru memiliki motivasi kuat untuk mengubah hidup dan berkembang menjadi lebih baik. Miliar -begitu dia disapa- pergi merantau ke Banda Aceh, tinggal jauh dari orang tua serta kampung halamannya untuk menuntut ilmu sejak SMP, SMA dan melanjutkan pendidikan di Unversita Syiah Kuala.

“Motivasinya dulu karena ingin kuliah di luar biar lebih berkembang, sudah sejak tamat SD merantau ke Banda Aceh, SMP, SMA dan Kuliah di Banda Aceh,” kata Miliar.

Miliar, anak bungsu dari lima bersaudara lahir pada 30 Juli 1995. Setamat SMA, dia melanjutkan kuliah di Program Vokasi Manajemen Agribisnis Fakuktas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) pada September 2013, dan dinyatakan lulus tepat waktu pada Agustus 2016.

Miliar Dinata

Miliar mengatakan, kuliah di Vokasi Manajemen Agribisnis merupakan salah satu impian yang diyakini dapat membantunya dalam mencari pekerjaan. Kuliah di Vokasi Manajemen Agribisnis juga sangat menyenangkan baik dari segi belajar maupun lingkungan kuliahnya.

“Pilih Vokasi Pertanian karena tidak monoton, daftar kerja juga banyak pilihannya, bisa buka usaha sendiri karena kan ada manajemen agribisnisnya, jadi memang niat masuk ke Vokasi. Kesan selama kuliah juga tidak ada kesulitan, kawan-kawan kompak semua, sempat jadi Komting juga, gampang dan aman-aman aja,” kisah Miliar.

Selama kuliah, dia dikenal aktif mengikuti kegiatan kemahasiswaaan seperti organisasi himpunan. Ia sangat menyukai bidang olah raga khusus bola volly. “Iya, dulu ada ikut organisasi himpunan, seperti olah raga, karena asik dan suka olah raga jadi kalau ada pasti ikut,” jelasnya.

Jelang tamat, Miliar mengambil Kuliah Kerja Profesi (KKP) di bidang perbankan, banyak sekali pengetahuan bidang perbankan yang diperolehnya. Setamat pendidilan di Program Vokasi Manajemen Agribisnis, dia menyiapkan diri masuk dunia bekerja. Tak terlalu lama menunggu karena pengalaman selama KKP, Miliar lulus seleksi di BRI dan ditempatkan pertama kali di Saree, Aceh Besar.

Bagian kekhususan Aceh, membuat Miliar sangat tertarik dengan keuangan syariah. Bak kata pepatah ‘pucuk dicinta ulam pun tiba’ dengan kerja keras, disiplin dan terus belajar, dia kini menjadi salah satu Pegawai Bank Aceh dan ditempatkan di Langsa pada bagian Fronliner atau Teller, dari Januari 2019 hingga sekarang. “Pengembangan insani di perusahaan ini sangat sesuai dengan saya,” ungkapnya.

Salah satu ilmu yang diterapkannya dalam bekerja yaitu ilmu ekonomi terapan, seperti statistik, perbankan dan dasar-dasar Akuntansi. Dengan kerja keras dan kesuksesan yang diraih, Miliar sudah dapat membantu perekonomian dan kebutuhan keluarga di kampung halamannya.

Mimpi Miliar belum berhenti. Dia berkeinginan membuka sebuah usaha makanan dan minuman di Kota Langsa, karena Ia yakin mampu bersaing dan mengusai pasar yang ada, dengan dibekali ilmu yang didapatkannya semasa kuliah. Selain itu juga jaringan bisnis lainnya cukup membuatnya terus berjalan maju untuk terjun ke dunia usaha kopi.

“Yakin aja, karena dulu kan udah ada mata kuliah tentang pemasaran, bidang perkebunan dan teknopreneur, jadi sudah ada ilmu untuk memulainya. Terus teman-teman juga banyak yang sudah usaha jadi sudah ada koneksi,” lanjut Miliar.

Field trip mahasiswa D3 Manajemen Agribisnis.

Ketua Program Studi, Akhmad Baihaqi mengatakan, untuk menunjang keahlian lulusan Program Vokasi Manajemen Agribisnis ini, kampus menyediakan kerjasama bersama Dunia Usaha dan Dunia Industri. Saat ini Vokasi Manajemen Agribisnis telah melakukan kerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk menyiapkan mahasiswa dalam kesiapan kerja di Dunia Usaha dan Dunia Industri baik di Aceh maupun luar Aceh. Beberapa di antaranya adalah: Taman Buah Mekar Sari, PT Perkebunan Nusantara I, PT Semadam, Kebun Percobaan Kopi Gayo, Oro Kopi Gayo, dan Deputroe Coffee yang merupakan industri produk khas Aceh yang telah mengglobal.

Kuliah di Manajemen Agribisnis tidak melulu belajar bertani, apalagi tantangan ke depan adalah pertanian modern dengan kebutuhan penerapan teknologi. “Kurikulum vokasi juga sangat fleksibel dengan tuntutan kebutuhan pertanian modern, sehingga bekal bagi para mahasiswa untuk siap masuk dalam dunia usaha dan dunia indistri,” lanjut Baihaqi.

Para mahasiswa juga dibekali dengan mata kuliah yang mendukung mereka untuk siap menjadi agripreneur dan siap kerja. Mata kuliah selain kompetensi utama di bidang agribisnis, juga kompetensi umum seperti Sistem Informasi Manajemen, Komunikasi Bisnis, Manajemen Manajerial dan Manajemen Sumber Daya Manusia.

Akhmad Baihaqi

Tahun 2020, para mahasiswa Program Studi Manajemen Agribisnis dapat langsung merasakan proses pembelajaran berbasis industri bersama dengan dunia usaha. Kegiatan ini dapat tersedia dengan adanya fasilitas teaching industry untuk kegiatan hilir kopi dan fasilitas studio multimedia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebagai hibah pemenang kompetisi nasional dalam Program Penguatan Perguruan Tinggi Vokasi, satu-satunya dari Unsyiah pada tahun 2020.

Dewasa ini penguasaan teknologi informasi sangat penting, sehingga para mahasiswa juga diwajibkan menguasai teknologi informasi dan digital. “Ini salah satu fokus dalam memperkuat SDM Manajemen Agribisnis, tujuannya dapat menghasilkan lulusan yang profesional, dan semakin kompeten di era revolusi industri 4.0, sebagai tuntutan era globalisasi yang berkembang pesat,” kata Baihaqi.

Akhmad Baihaqi melanjutkan, saat ini Program Studi Manajemen Agribisnis tengah melakukan penerimaan mahasiswa baru Tahun Ajaran 2020/2021. Penerimaannya dimulai tanggal 13 Juli sampai 6 September 2020, dilakukan secara online. Para calon mahasiswa dapat mengirimkan rapor SMA mereka dan informasi lengkap dapat dilihat melalui laman http://d3fp.unsyiah.ac.id/. “Kami membuka peluang seluasnya kepada lulusan SMA sederajat juga pesantren,” tutupnya. [Inforial]

Pingin Cepat Kerja? Kuliah Saja di D3 Manajemen Agribisnis Unsyiah

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.