Amerika dan India Latihan Perang Dekat Aceh

0
472

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Kapal induk milik Amerika Serika (AS) USS Nimitz yang belum lama ini melintasI perairan dekat Aceh di Selat Malaka untuk menggelar latihan perang bersama India di Samudera Hindia sebagai pesan tegas terhadap China.

US Navy dalam situs resminya menyebutkan USS Nimitz (CVN 68) beserta rombongan armada militernya (Nimitz Carier Strike Group) terdiri dari kapal penjelajah rudal berpemandu kelas Ticonderoga, USS Princeton (CG 59) dan kapal perusak peluru kendali kelas Arleigh Burke USS Sterett (DDG 104) dan USS Ralph Johnson (DDG 114) ),  telah tiba di Samudera Hindia untuk memulai latihan perang bersama militer India.

“Merupakan hak istimewa untuk beroperasi dengan Angkatan Laut India,” kata Komandan Nimitz Carriee Strike Group, Laksamana Muda Jim Kirk, Selasa (21/7/2020).

Disebutkan bahwa pasukan angkatan laut Amerika dan India melakukan latihan kelas atas yang dirancang untuk memaksimalkan pelatihan dan interoperabilitas, termasuk pertahanan udara.

US Navy mengklaim Operasi Nimitz CSG dirancang untuk memberi keamanan di seluruh wilayah sambil membangun kemitraan dengan teman dan sekutu.

“Keterlibatan angkatan laut seperti latihan-latihan ini meningkatkan kerja sama AS dan pasukan maritim India dan berkontribusi pada kemampuan kedua belah pihak untuk menghadapi ancaman di laut, dari pembajakan hingga ekstremisme yang keras,” tulis US Navy.

Latihan perang gabungan digelar di perairan sekitar wilayah Andaman dan Nikobar yang hanya berjarak sekitar 150 kilometer dari Aceh.

Latihan perang Amerika dan India sebenarnya bukan kegiatan biasa sebab jauh-jauh hari sudah terprediksi akan digelar kedua negara sebagai propaganda, psywar dan tekanan keras Amerika terhadap China.

Andaman dan Nikobar diketahui merupakan pintu gerbang masuk menuju ke Jalur Sutera, Selat Malaka, dan perairan ekonomi terpadat dunia yang selama ini menjadi jalur utama kapal-kapal dagang dan tanker minyak impor China dari Teluk dan Mediterania.

Kehadiran armada perang Amerika di gerbang masuk Selat Malaka tentu saja membuat posisi China semakin terkepungk arena negeri Paman Sam dan sekutunya juga telah menguasai Indo-Pasifik dengan menggelar latihan perang bersama.

Apabila Amerika bersekutu dengan India dan nekat memblokade Andaman dan Nicobar, China masih memiliki kemampuan untuk menghadapi mereka karena negeri Tirai Bambu itu punya pangkalan militer di Djibouti yang terletak di tanduk Benua Afrika. Bahkan China sudah menyiapkan kapal selam nuklir dan kapal induk di pangkalan militer tersebut.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.