Saturday, April 4, 2020

Aceh Peringati Delapan Tahun Tsunami Jepang

Must Read

Surat Terbuka untuk Gubernur Aceh

Assalamualaikum Wr. Wb. DENGAN tiada mengurangi rasa hormat, izinkan isi hatiku terluahkan lewat kata-kata. Pada dasarnya daku sangat ingin berjumpa...

PSAB Buang Peluang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -PSAB Aceh Besar ditahan imbang Persebsi Sibolga 1-1, di laga awal Divisi I Liga Indonesia...

SBY-JK Beda Tipis di LP Lhokseumawe

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM – Perolehan suara pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dan JK-Wiranto bersaing ketat di Lembaga Pemasyarakatan Lhokseumawe. SBY...

Para Gubernur Bahas Perubahan Iklim di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Para gubernur di Indonesia dan perwakilan provinsi dan negara bagian di Brazil, Amerika Serikat,...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Museum Tsunami Aceh kembali menggelar peringatan bencana gempa dan tsunami 11 Maret yang terjadi di Sendai, Jepang.

Koordinator Museum Tsunami Hafnidar menyebutkan, peringatan delapan tahun tsunami Jepang tersebut dilaksanakan oleh Museum Tsunami Aceh bersama Komunitas Aceh-Jepang yang setiap tahun rutin diperingati.

“Alhamdulillah dan penuh syukur, kita bersama komunitas kembali dapat menggelar peringatan tsunami sebagai bentuk belajar dari pengalaman untuk dapat mengurangi dampak resiko bencana,” sebut Hafnidar pada peringatan delapan tahun tsunami Jepang yang digelar di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Senin (11/3).

Dalam keterangan tertulis Disbudpar Aceh, Hafnidar menyebutkan, Museum Tsunami Aceh bukan sebatas museum sejarah alam dan juga museum umum pada umumnya, namun sebagai tempat khusus memorial museum yang bermanfaat bagi preservasi, riset, dan komunikasi untuk edukasi bencana.

“Museum Tsunami selalu terbuka untuk aktivitas anak muda termasuk peringatan hari ini, dan kita akan selalu mengedepankan kerja sama dalam hal pembelajaran dimana pun bencana itu terjadi karena semua orang berhak mendapatkan edukasi untuk kesiapsiagaan bencana,” ujarnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin yang juga hadir dalam peringatan 8 tahun tsunami Jepang menyebutkan, Aceh dan Jepang memiliki memori yang sama terhadap bencana tsunami.

“Adanya kegiatan peringatan ini menjadi bagian dari saling mengingat dan berbagi pengalaman bencana dan pascabencana sebagai bentuk persahabatan dua negara,” ujar Jamal di hadapan undangan yang hadir termasuk Konsulat Jenderal Jepang di Medan Mr. Takeshi Ishi.

Jamaluddin juga mengucapkan terima kasih atas komunitas-komunitas Aceh dan Jepang yang telah membangun dan membina hubungan baik dengan sesama. “Saya mewakili masyarakat Aceh, berharap dan berdoa agar masyarakat Jepang terus kuat dan kita dapat belajar bersama tanpa batas waktu untuk terus siaga bencana,” pungkasnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This