Wednesday, February 26, 2020

Aceh Documentary Kembali Buka Beasiswa untuk Produksi Film Dokumenter

Must Read

Aceh Telah Berangkatkan 1.614 Jemaah Haji

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Hingga Selasa (25/9), Embarkasi Banda Aceh telah memberangkatkan tak kurang dari 1.614 jemaah calon...

Gempa Aceh, Teuku Wisnu Turut Prihatin

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pesinetron berdarah Aceh, Teuku Wisnu, turut prihatin atas gempa yang melanda Aceh pada Selasa...

Geledah LP, Petugas Temukan Bendera GAM

LHOKSEUMAWE -- Petugas menemukan bendera Gerakan Aceh Merdeka, benda tajam, dan uang belasan juta dari para narapidana di Lembaga...

Banjir Aceh Jaya Renggut Korban

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Banjir yang melanda kawasan Teunom, Aceh Jaya, menelan korban jiwa. Satu warga ditemukan tewas...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Yayasan Aceh Documentary kembali membuka kesempatan mendapat beasiswa untuk produksi film dokumenter lewat Aceh Documentary Competition (ADC) 2019. ADC tersebut program edukasi, produksi dan kompetisi film dokumenter untuk kalangan muda-mudi Aceh.

Dalam keterangan tertulis kepada jurnalis pada Minggu (14/4) disebutkan, memasuki tahun ke-7 terselenggaranya Aceh Documentary Competition, Yayasan Aceh Documentary kembali mencari ide-ide menarik dari muda-mudi Aceh untuk disampaikan melalui media film dokumenter. Tahun ini ADC mengangkat “Geunulam” sebagai tema.

“Bagi sebagian masyarakat kata Geunulam cukup terasa asing terdengar. Geunulam secara arti adalah beban yang menjadi tanggung jawab di masa depan. Tema ini berkaitan dengan seluruh fenomena sosial, pendidikan, budaya, lingkungan dan lainnya yang terjadi hari ini di Aceh,” sebut Nasharul, manager program ADC.

Menurutnya, ideal atau tidaknya kondisi yang tampak dari semua lini kehidupan masyarakat hari ini butuh pandangan khusus dari anak muda untuk melihat itu semua dan dibungkus dalam sebuah bingkai film, sehingga peran pemuda saat ini sangat penting sebagai pembawa pesan di masa depan bagi generasi penerus Aceh.

“Untuk syarat dan pendaftaran dapat dilihat pada web Aceh Documentary, kami sangat menantikan ide-ide segar dari masyarakat Aceh sehingga kita dapa melihat Aceh dari berbagai sisi,” ujarnya.

Adapun persyaratannya, tambah Nasharul, warga Aceh (dibuktikan dengan KTP) berusia 19-35 tahun, belum pernah menjuarai kompetisi film dokumenter tingkat nasional dan atau internasional, dan belum pernah menjadi Finalis Aceh Documentary Competition serta bukan tenaga profesional di lembaga broadcasting.

“Kemudian mengisi formulir pendaftaran dengan lengkap yang berisi semua keterangan mengenai data diri, proposal film yang diajukan dan data riset, serta foto copy KTP yang dikirimkan kepada panitia,” tuturnya.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This