Friday, April 3, 2020

Aceh Alami Inflasi 0,15 Persen pada Juni

Must Read

FOTO | Gajah Mati di Kebun Sawit

Warga menutup hidungnya saat melewati gajah yang mati di badan jalan di Krueng Ayon Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, Selasa...

Pemerintah Aceh Sampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Bupati Bireuen

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pemerintah Aceh menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Bupati Bireuen, Saifannur, di Rumah...

FOTO | Aksi Tibo

Titus Bonai, striker Semen Padang menyundul bola ke gawang DPMM FC Brunei dalam Turnamen Internasional Piala Gubernur Aceh 2012...

Soal Pokemon Go, Walikota Illiza Minta Maaf

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Walikota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal sempat membuat heboh pecinta game Pokemon Go. Pasalnya,...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Turunnya harga pelbagai jenis barang dan jasa menyebabkan terjadinya inflasi di Aceh sebesar 0,15 persen pada kurun waktu Juni lalu. Sektor makanan memberi andil besar pada terjadinya inflasi bulan lalu itu.

“Secara agregat, Aceh mengalami inflasi sebesar 0,15 persen pada Juni lalu,” kata Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Aceh saat mengekspos perkembangan perekonomian Aceh pada bulan lalu, di Banda Aceh, Sabtu (2/7).

Menurutnya, inflasi yang terjadi di Aceh tersebut dihitung berdasarkan hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) di dua kota besar di Aceh yakni Banda Aceh dan Lhokseumawe.

Berdasarkan pantauan IHK yang dilakukan, ternyata di Banda Aceh, dari 110 jenis barang dan jasa yang dipantau harganya pada bulan Juni, 55 di antaranya tercatat mengalami penurunan harga, selebihnya mengalami kenaikan.

Barang yang turun harga saat itu di antaranya cabai merah, ikan tongkol, beras, ikan teri dan cabai hijau. Sementara bahan bangunan, daging sapi, emas perhiasan semakin melonjak harganya pada Juni 2011.

Sementara itu BPS Aceh juga ikut melaporkan kemampuan beli petani kecil di seluruh pasaran Aceh masih rendah seiring menurunnya Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juni 2011 sebesar 0,03 persen.

Menurunnya nilai tukar petani Aceh bulan lalu, disebabkan pengaruh turunnya nilai tukar pada subsektor tanaman pangan dan holtikultura. Nilai tukar holtikulura di Aceh tercatat paling besar memberi andil turunnya nilai tukar di pasaran. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

More Articles Like This