Sunday, February 23, 2020

40 Tahun GAM, Tokoh ini Ajak Rawat Perdamaian

Must Read

Isu Teroris Mempengaruhi Pasar

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Upaya penyisiran dan penyergapan kepolisian untuk memburu kelompok bersenjata mulai berdampak pada pedagang. Mereka...

Gua Ie, Keindahan yang Tersembunyi

PAGI itu udara dingin masih menyergap. Butiran air masih menggelayut di pelupuk daun mangga hutan di kaki bukit Desa...

FOTO | Persiraja Taklukan Cilegon United

Persiraja mengalahkan tim tamu Cilegon United 2-1 dalam pertandingan lanjutan Liga 2 Wilayah Barat di Stadion H. Dimurthala, Banda...

Kondisi Korban Banjir Memprihatinkan

Di Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, sebanyak 40 kepala keluarga pengungsi banjir hidup dalam kondisi memprihatinkan, minim bantuan. ACEHVIDEO.TV

STOCKHOLM | ACEHKITA.COM — Momentum ulang tahun Gerakan Aceh Merdeka yang ke 40, harus dimanfaatkan untuk menjaga perdamaian dan mempergunakan ruang perdamaian untuk mencapai haknya.

Hal tersebut ditegaskan oleh Koordinator GAM Swedia, Bakhtiar Abdullah dalam rilisnya dari Stockholm, Minggu (04/12/2016) kepada redaksi acehkita.com.

GAM bersama Pemerintah Indonesia, kata Bakhtiar, telah sepakat mengakhiri perang bersenjata yang berlangsung selama 30 tahun, seusai Tsunami melanda Aceh akhir 2014 lalu. Perdamaian Aceh di Helsinki Finland bahkan disaksikan dunia internasional.

Meski demikian, lanjut Bakhtiar banyak tantangan dalam mempertahankan perdamaian. Banyak pihak yang mencoba merusak perdamaian dengan cara menyebarkan berita propaganda, bohong, fitnah, ancaman, adu-domba dan intimidasi.

“Alhamdulillah semua itu bisa dilalui dikarenakan tekad rakyat Aceh yang ingin hidup dalam nuansa kedamaian untuk menata kembali kehidupan masa depan mereka yang cemerlang,” ujar Bakhtiar. Ia menyebutkan, seluruh masyarakat Aceh harus bersama menjaga dan membela perjuangan bangsa Aceh dalam ranah perdamaian.

Baktiar meminta agar Pemerintah Aceh serta DPR Aceh untuk tidak lalai dalam memprioritaskan kewenangan Aceh. Ia meminta kepada kedua pihak tersebut bekerja lebih maksimal. “Yang dijalankan selama ini hanya dalam sistemĀ ‘perda’ bukan dalam bentuk qanun Aceh.”

Kepada Pemerintah Indonesia, atas nama GAM, Bakhtiar berpesan supaya segera memenuhi kewajiban untuk menjalankan secara sempurna isi kesepakatan MoU Helsinki.

“MoU Helsinki (penerapannya) adalah instrumen utama untuk percepatan pembangunan Aceh pasca konflik dan tsunami,” ujar Bakhtiar. []

MH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta,...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

More Articles Like This