Wednesday, February 26, 2020

22 Nelayan Aceh Dipulangkan dari Myanmar

Must Read

SDIK Nurul Quran Peringati Maulid Nabi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Bulan Rabiul Awal digunakan umat Islam di Aceh untuk memperingati hari kelahiran (maulid) Nabi Muhammad Saw....

Sebuah Damtruk Terbawa Arus Sungai Keumala

KEUMALA | ACEHKITA.COM - Sebuah mobil damtruk hanyut beberapa meter terbawa arus sungai Krueng Baro Keumala di Desa Jijiem,...

FOTO | Jalan Berdebu

Kondisi Jalan Beureunuen-Tangse, Pidie, yang tengah diperbaiki dengan timbunan menyebabkan jalanan tersebut berdebu. Warga berharap agar Pemerintah Pidie segera...

‘Mutiara Hitam’ Selangkah di Semifinal

MEDAN | ACEHKITA.COM - PSMS Medan dibuat tak berdaya oleh Persipura Jayapura di depan pendukungnya. Mutiara Hitam menang dengan...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sebanyak 22 dari 23 nelayan asal Aceh Timur akhirnya dipulangkan dari Myanmar pada Senin (15/4/2019). Mereka tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, sekitar pukul 10.30 WIB.

Nelayan itu sebelumnya ditangkap polisi Myanmar, pada 6 Februari silam karena melewati batas perairan laut Myanmar. Sementara, saat ini masih tersisa satu orang yakni kapten kapal masih ditahan untuk menjalani persidangan.

Kepulangan nelayan tersebut disambut oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. “Harus menjadi pelajaran dan evaluasi khususnya masyarakat Aceh jangan sampai menyasar ke negara lain tanpa melihat GPS,” kata Nova saat menyambut mereka di Bandara Blang Bintang.

Nova mengatakan, pihaknya berterima kasih atas upaya diplomasi Kementrian Luar Negeri di bawah Direktorat Perlindungan WNI dan BHI serta KBRI di Yangon. Untuk selanjutnya para nelayan itu akan diantar hingga ke kampung halamannya di Aceh Timur lewat fasilitasi Dinas Sosial Aceh.

Dalam surat dari Kementrian Luar Negeri yang disampaikan kepada Plt Gubernur Aceh, dikatakan bahwa upaya diplomasi dilakukan dengan mempertimbangkan hubungan baik antara Indonesia dan Myanmar, diputuskan bahwa ke 22 awak kapal dikembalikan ke negara asal. Sementara kapten kapal ditahan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku di Myanmar.

Diketahui bahwa Kapal Motor (KM) Troya yang berangkat dari Kuala Idi ditangkap pada 6 Februari lalu oleh Angkatan Laut Myanmar.

Kapal itu disebut masuk wilayah perairan Kauthaung, Thanintharyi Region. Mereka ditangkap atas tuduhan melakukan aktivitas illegal fishing.

Dalam rilisnya, Kementerian Luar Negeri menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2019, pihaknya telah memulangkan 39 nelayan asal Aceh. Sebanyak 14 lainnya dipulangkan Kemenlu pada akhir Januari lalu.

22 nelayan asal Aceh Timur yang dipulangkan dari Myanmar berfoto bersama di Bandara SIM, Blang Bintang, Aceh Besar, Senin (15/4/2019). | FOTO: Husaini/ACEHKITA.COM

Empat Kasus pada Tahun 2018

Menurut data yang diperoleh dari Panglima Laot Aceh, pada tahun 2018, terhitung sebanyak empat kasus penangkapan nelayan Aceh oleh otoritas keamanan negara jiran. Dari kasus itu, ada nelayan yang hingga kini masih ditahan karena divonis pencurian ikan.

Pada awal Juli 2018, dua nelayan Aceh terdampar di Thailand karena rusak mesin. Tak lama, keduanya pun dipulangkan. Kemudian 13 Juli 2018, lima nelayan lagi-lagi ditangkap di Langkawi, Malaysia.

Mereka divonis melanggar batas wilayah laut dan dihukum 6 bulan. “Sampai sekarang masih ditahan di Keudah, Malaysia,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal Panglima Laot Aceh, Miftach Cut Adek, kepada acehkita, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, pada 14 Agustus 2018, otoritas keamanan laut Thailand menemukan empat nelayan Aceh yang mengalami rusak mesin kapal. Mereka langsung dipulangkan.

Terakhir, pada 8 November 2018, otoritas keamanan laut Myanmar menangkap 16 nelayan asal Idi, Aceh Timur. Dari 16 orang, Panglima Laot Aceh menghitung satu orang meninggal dunia, seorang ditahan, dan sisanya dipulangkan ke Aceh. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This