Friday, December 3, 2021
spot_img

16 Daerah di Aceh Kini Zona Kuning, 7 Kabupaten Kota Masih Zona Oranye COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sebanyak 16 kabupaten kota di Aceh kini sudah berstatus zona kuning atau zona risiko rendah penularang virus corona. Sementara tujuh daerah lainnya masih berada dalam zona tingkat risiko COVID-19 sedang atau zona oranye.

“Hasil analisis data pandemi COVID-19 tanggal 18 April 2021 oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional, zona kuning meluas di Aceh, dari 12 menjadi 16 kabupaten/kota. Sementara itu, kasus harian juga meningkat dari 13 kasus kemarin menjadi 52 orang. Pasien sembuh bertambah 113 orang, dan meninggal enam orang,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani (SAG) dalam keterangannya, Selasa (20/4) malam.

“Penularan virus corona di zona kuning masih terjadi meski tingkat risikonya lebih rendah daripada di zona oranye dan merah,” lanjutnya.

SAG mengatakan, hasil analisis data per 11 April 2021 lalu, zona kuning di Aceh meliputi 12 kabupaten/kota dan 11 daerah lainnya merupakan zona oranye. Peta zonasi risiko itu berubah berdasarkan data per 18 April 2021. Zona oranye kian menciut seiring meluasnya zona kuning di Aceh.

Ia menyebut, berdasarkan peta zonasi risiko terbaru, 16 kabupaten/kota zona kuning di Aceh meliputi Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Bireuen, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulussalam, dan Simeulue.

“Sementara tujuh kabupaten/kota zona oranye di Aceh, yakni Aceh Tamiang, Gayo Lues, Langsa, Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, dan Aceh Singkil,” kata SAG.

Ia menuturkan, meski Aceh sudah bebas dari zona merah, namun tak satu daerah pun sudah naik level aman ke zona hijau. Zona oranye dan zona kuning bukan zona aman dari penularan virus corona. Karena itu, kasus-kasus positif harian selalu ada, dan bahkan trennya kian meningkat.

Lebih lanjut, SAG menyampaikan, berdasarkan data Selasa (20/4/2021), kasus positif COVID-19 bertambah lagi 52 orang, yakni warga Banda Aceh 16 orang, Aceh Tamiang sembilan orang, Aceh Besar delapan orang, Pidie tujuh orang, dan Bireuen sebanyak dua orang. Warga Gayo Lues, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Subulussalam, masing-masing satu orang. Sisanya, enam warga luar daerah.

Sementara itu, pasien yang sembuh dari corona bertambah 113 orang, yakni warga Banda Aceh 73 orang, Aceh Besar 16 orang, Pidie sembilan orang, Lhokseumawe empat orang, dan Langsa tiga orang. Warga Aceh Tenggara dan Aceh Selatan sama-sama dua orang. Warga Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Jaya masing-masing satu orang. Satu lagi warga luar daerah.

“Kasus meninggal dunia juga bertambah sebanyak enam orang lagi, yakni warga Pidie dan Aceh Besar sama-sama dua orang. Kemudian masing-masing satu orang warga Aceh Tamiang dan Bireuen,” tuturnya.

Hingga 20 April 2021, lanjut SAG, data akumulatif kasus COVID-19 di Aceh sudah tercatat sebanyak 10.365 kasus/orang. “Para penyintas yang sudah sembuh sebanyak 8.864 orang. Pasien dirawat (kasus aktif) sebanyak 1.087 orang, dan kasus meninggal dunia sebanyak 414 orang,” ujarnya. []

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
20,969FollowersFollow
22,600SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU