Ghaisan/ACEHKITA.COM

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM — Guru dan wali murid menuntut agar kepala sekolah SD Negeri Unggul Lampeuneeuruet, Aceh Besar, diganti karena sejumlah kebijakannya yang memberatkan para siswa. Tuntutan pergantian kepala sekolah itu ditandai dengan aksi mogok para guru. Akibatnya, aktivitas di SD Negeri Unggul lumpuh.

Pantauan acehkita.com, SD Negeri Unggul Lampeuneuruet tidak melaksanakan aktivitas belajar mengajar pada Rabu (11/2/2015). Tidak ada satu pun guru yang mendatangi sekolah. Sehingga, siswa terpaksa kembali pulang lebih awal. Bahkan, sejumlah ruang belajar juga masih tergembok rapat. Hanya ruang praktikum saja yang buka.

Aksi mogon guru ini dilakukan karena menuntut Kepala Sekolah SD Negeri Unggul, Murniaty, diganti. Sebab, beberapa kebijakan yang diterapkan tidak cocok dengan kondisi lingkungan sekolah dan murid. Misalnya, murid diharuskan memungut sampah begitu tiba di sekolah. Hanya saja, kadang tidak diizinkan mencuci tangan.

Salah seorang wali murid, Dewi, menyebutkan, kebijakan memungut sampah di pekarangan sekolah sebenarnya baik. “Tapi setelah itu mereka harus mencuci tangan,” ujar Dewi kepada wartawan.

Selain itu, sebut Dewi, jika ada tamu yang bertandang ke sekolah, seluruh toilet dikunci. “Ini menyulitkan murid buang hajat. Malah mereka harus menahan hingga pulang ke rumah,” sebut Dewi.

Aturan lain yang dinilai memberatkan adalah wali murid dilarang berhubungan langsung dengan wali kelas. “Kalau ketahuan kami bicara sama wali kelas, wali kelas langsung dipanggil ke kantor,” klaim Dewi.

Ketua Forum Komite SD Negeri Unggul Hasyiman menyatakan bahwa hubungan antara wali mudir, guru, komite, dan kepala sekolah tidak harmonis.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Unggul Murniaty menegaskan bahwa sejak dilantik pada 2013 lalu, ia terus membenahi sekolah itu. Menurutnya, lingkungan sekolah sudah tampak asri dibandingkan sebelum dirinya berdinas di sana.

Protes ini berbuntut pada pergantian Murniaty dari jabatan kepala sekolah. “Kepseknya kita ganti karena beliau juga minta dirinya diganti,” kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh Besar Razali.

Keputusan ini membuat Murniaty pasrah. Menurutnya, sudah sejak lama dirinya mengajukan surat pindah ke sekolah lain. “Saya gak mau di sini karena sudah tahu akibatnya,” ujar Murniaty. []

GHAISAN

ACEHKITA.COM mendapatkan bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.