Yuk, Modis Berjilbab!!!

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Di ruang serbaguna lantai tiga kafe D’Vinche Beans, puluhan wanita berhijab dari beragam usia serius memperhatikan seorang model di hadapan mereka. Beberapa model berhijab kasual diperagakan sesuai gaya.

Masing-masing dibekali sebuah cermin mini untuk berhias, lengkap dengan selembar pashmina berbahan shifon dan juga pentul. Peserta diajarkan berkreasi mengenakan hijab modis dan syar’i dalam hijab class yang dipimpin seorang disainer muda berdarah Aceh, Fitri Aulia.

Sejak terbentuk 4 Juli 2011 lalu, Hijabers Aceh Society (HAS) gencar mewarnai aksi mereka dengan beberapa even.

“Di antaranya hijab class seperti sekarang, pengajian, sampai acara amal untuk membantu sesama,” ucap Cut Myra Angela, tersenyum. Ia ketua panitia hijab class.

Hijabers Aceh Society terbentuk bermula dari cas-cis-cus Cut Myra dengan beberapa temannya. Mereka lalu terinspirasi Hijabers Community yang berada di Jakarta. “Apalagi Aceh adalah negeri berjuluk Serambi Mekah,” kata Myra kala ditemui acehkita.com, Minggu (7/10) di D’Vinche Beans Seutui, Banda Aceh.

Setelah mempersiapkan segala sesuatu, Myra dan kawan-kawan akhirnya resmi mengumumkan berdirinya Hijabers Community Aceh, Minggu (7/10). Aceh merupakan daerah keempat berdirinya komunitas Hijabers setelah Yogyakarta, Bandung, dan Padang.

Hijabers Aceh akan terus ekspansi, mempromosikan gaya berbusana islami ke semua elemen masyarakat. Makanya, mereka aktif mempromosikan komunitas baru ini di situs jejaring sosial, jejaring pertemanan, seperti Twitter dan Facebook. Bahkan, untuk perekrutan anggota pun, dilakukan via dua situs ini, selain penerimaan melalui jalur offline. Sekarang pengurus HAS masih berjumlah 19 orang.

“Kita ingin mengubah paradigma berjilbab itu bukan sesuatu yang kuno,” kata mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala ini. “Kami ingin mengajak muslimah Aceh untuk berjilbab secara modis namun sesuai syar’i (aturan Islam –red.).”

Makanya, komunitas yang beranggotakan mahasiswa, pelajar, dan ibu rumah tangga sekalipun ini, akan sering memberikan pelatihan bagi anggotanya, bagaimana berjilbab mengikuti perkembangan zaman, modis, sehingga tak dicap kuno berjilbab. Pelatihan itu diberikan dalam hijab class, yang kali ini dibahani oleh Fitri Aulia, desainer KIVITZ. []

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.