VIDEO | Warga Ditembak, Polisi Tewas Dibacok

0
1047

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Dua warga Aceh Besar terkena tembakan setelah sempat cek-cok dengan perwira polisi di Desa Titi Kecamatan Montasik, Kamis (13/3/2014) malam. Sementara sang perwira polisi tewas dibacok.

Informasi yang dihimpun acehkita.com, warga yang ditembak oleh Aiptu Antoni (Kepala Urusan Pembinaan Operasional Polres Aceh Besar) itu adalah Syahril dan Baihaqi. Mereka saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin.

Insiden penembakan ini bermula ketika Sharial, Baihaqi, dan Aiptu Antoni meminum air nira di sebuah warung di Desa Titi, Montasik. Mereka kemudian terlibat adu mulut hingga akhirnya terlibat perkelahian –kemudian berujung pada ditembaknya Syahrial dan Baihaqi di bagian paha dan dada.

Pascapenembakan ini, seorang warga membacok Aiptu Antoni dengan parang. Perwira Polisi Aceh Besar ini mengalami luka serius di bagian kepala. Nyawanya tak tertolong saat dilarikan ke RSUZA.

Kronologis berbeda disampaikan Kepala Divisi Humas Polda Aceh Komisaris Besar. Menurut Gustav Leo, kejadian itu bermula saat Antoni nongkrong di sebuah warung sambil meminum air nira bersama Syahrial dan Baihaqi. Namun, dua rekannya itu cek-cok yang berujung pada perkelahian.

Kata Gustav, Antoni berupaya melerai perkelahian itu dengan memisahkan salah seorang rekannya menjauh dari lokasi. Usai memisahkan keduanya, Antoni yang saat itu berpakaian dinas lengkap dan senjata api, kembali ke warung nira tersebut.

Tiba-tiba, cerita Gustav, dari semak keluar pelaku dan membacok korban. Antoni berupaya membela diri dengan melepaskan tembakan, sehingga mengenai Syahrial dan Baihaqi. Antoni mengalami luka parah dan mengeluarkan banyak darah.

Gustav menyebutkan, pelaku pembacokan polisi kini menjadi buronan. “Seorang pelaku ini lagi kami cari. Identitasnya belum bisa kami sampaikan,” kata Gustav kepada wartawan. []

Simak liputan video di bawah ini, hasil liputan Tim acehvideo.tv.

ACEHKITA.COM mendapatkan bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.