Warga Banda Aceh Dilarang Rayakan Valentine’s Day

0
437
Puluhan siswa SMA Negeri 3 Banda Aceh berunjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Kamis (14/2/2013). Mereka menyatakan menolak perayaan Hari Valentine yang dinilai bertentangan dengan syariat Islam. [Agus Setyadi/ACEHKITA.COM]

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengeluarkan imbauan larangan bagi warganya untuk tidak merayakan valentine’s day pada 14 Februari. Larangan itu dituangkan dalam surat resmi yang ditandatanganinya pada 10 Februari 2020.

Pada poin pertama dalam surat itu, Wali Kota meminta kalangan generasi muda, mahasiswa, siswa dan seluruh masyarakat muslim Kota Banda Aceh agar tidak merayakan valentine’s day dalam bentuk apapun, karena bertentangan dengan syariat Islam dan bukan budaya Aceh.

Berikutnya pada poin kedua, Aminullah meminta kepada pelaku usaha perhotelan/penginapan, kafe, tempat hiburan dan tempat-tempat lainnya dalam lingkup Kota Banda Aceh untuk tidak memfasilitasi kegiatan valentine’s day tersebut.

Dalam surat itu, Aminullah menyebut bahwa larangan tersebut disampaikan untuk dimaklumi dan diindahkan sebagai wujud kepedulian dan komitmen dalam pelaksanaan dan penagakan syariat Islam secara kaffah di Kota Banda Aceh.

“Demikian untuk menjadi pedoman bagi semua pihak dalam rangka mengantisipasi berbagai bentuk perayaan valentine’s day pada tanggal 14 Februari 2020 di Kota Banda Aceh,” tulisnya di bagian akhir surat tersebut.

Aminullah menambahkan, surat larangan itu dikeluarkan dalam rangka menjaga kesucian akidah dan penguatan pengamalan syariat Islam.

Kepala Satpol PP/WH Kota Banda Aceh, M Hidayat, imbauan larangan tersebut sebagai bentuk mengingatkan kembali masyarakat untuk tidak merayakan valentine’s day. Karena larangan tersebut subah menjadi agenda rutin setiap tahunnya.

“Ini memang sudah menjadi agenda rutin kita. Tetap kita lakukan pengawasan, karena ini kegiatan rutin bukan hanya karena adanya larangan ini saja,” ujar Hidayat.

Sementara itu, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali juga telah mengeluarkan larangan serupa melalui surat imbauan bernomor 451/459/2020. Ia juga melarang warganya untuk merayakan Hari Velentine di wilayah Kabupaten Aceh Besar.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.