Tuesday, April 7, 2020

VIDEO | Hafalan Shalat Delisa: Memotret Tsunami Aceh

Must Read

Mantan Perunding GAM Calonkan Jadi Senator

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Teuku Kamaruzzaman, mantan juru runding Gerakan Aceh Merdeka pada masa perjanjian damai yang difasilitasi...

FOTO | Unjukrasa Selamatkan Hiu dan Penyu

Mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan Unsyiah mengangkat replika Hiu dalam aksi Kampanye Penyelamatan Hiu dan Penyu di Bundara Simpang...

Barak Dibongkar, Pengungsi Tsunami Ulee Lheue Direlokasi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pemerintah Kota Banda Aceh membongkar dua unit barak pengungsi korban tsunami yang berada di...

Kampung Pande Pusat Penentuan Mata Uang Emas

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM—Kolektor Manuskrip Aceh, Tarmizi A. Hamid, mengatakan, Kampung Pande tempat ditemukan koin emas oleh warga merupakan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

Delisa (Chantiq Schagerl) hidup damai di Lhoknga, perkampungan di pantai Aceh. Delisa gadis mungil periang. Ia bungsu dari empat bersaudara. Tiga kakaknya, Fatimah (Ghina Salsabila), Aisyah (Reska Tania Apriadi), dan Zahra (Riska Tania Apriadi). Ibunya bernama Ummi (Nirina Zubir). Ayahnya bekerja di sebuah kapal tanker perusahaan minyak internasional. Tsunami 26 Desember 2004 merenggut keriangan keluarga kecil ini.

Pada pagi 26 Desember 2004, Delisa dan Ummi sedang bersiap menuju ujian praktik salat ketika tiba-tiba terjadi gempa. Mereka ketakutan, sebelum sesaat kemudian gelombang tsunami menghujam kampung kecil nan indah itu. Tsunami menyebabkan tiga kakak Delisa meninggal. Sementara Ummi-nya, hilang entah ke mana.

Itulah secuil kisah yang muncul dalam novel Hafalan Shalat Delisa yang ditulis Tere Liye. Kini, novel itu diangkat ke layar lebar, dengan judul yang sama: Hafalan Shalat Delisa. Film ini akan segera diputar di bioskop di Indonesia. Film ini juga mengingatkan kita pada petaka tujuh tahun silam.

Berikut trailer film Hafalan Shalat Delisa yang digarap Starvision Plus yang akan mulai diputar di bioskop pada 22 Desember 2011. Film ini disutradarai Sony Gaokasak dengan penulis skenario Armantono.

14 COMMENTS

  1. sedih bgt sih?! ceritanya?
    aku jga sedih karena kehilangan keluarga yg ada di aceh?
    I LOVE YOU bangsaku ACEH
    :((

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This