Update Peta Zonasi Risiko Covid-19 di Aceh: 7 Zona Kuning, 16 Zona Oranye

Banda Aceh Keluar dari Zona Merah COVID-19, Aminullah: Tetap Perketat Prokes 4M
Razia masker di jalan depan gedung Banda Aceh Convention Hall, Kamis (15/10), guna menekan angka penularan COVID-19. (Foto: Abdul Hadi/acehkini)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, menyampaikan tujuh kabupaten di Aceh menjadi zona kuning, atau zona risiko rendah peningkatan kasus Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Jubir yang akrab disapa SAG itu menjelaskan, Satgas Covid-19 Nasional menganalisis data mingguan per 22 Desember 2020 tentang kondisi epidemiologis, surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan.

“Tujuh kabupaten di Aceh berhasil mengoreksi nilai skornya dan menjadi lebih baik dibandingkan nilai minggu sebelumnya,” ujar SAG, Selasa (22/12) malam.

Ia menyebut, ketujuh kabupaten yang sukses melepaskan diri dari zona oranye dan menjadi zona kuning, yakni Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah, Aceh Selatan, Bireuen, Aceh Timur, dan Gayo Lues.

Sementara itu, 16 kabupaten/kota lainnya masih berada di zona oranye, yaitu Nagan Raya, Kota Langsa, Kota Subulussalam, Kota Sabang, Aceh Utara, Simeulue, Aceh Barat, Pidie Jaya, Banda Aceh, Bener Meriah, Aceh Jaya, Lhokseumawe, Pidie, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, dan Aceh Besar.

Update Peta Zonasi Risiko Covid-19 di Aceh: 7 Zona Kuning, 16 Zona Oranye
Update Peta Zonasi Risiko Covid-19 di Aceh: 7 Zona Kuning, 16 Zona Oranye

“Melihat nilai skor kabupaten/kota di zona oranye juga semuanya meningkat, kita optimis minggu depan daerah zona kuning bertambah lagi di Aceh,” sebutnya.

Menurut SAG, peningkatan nilai skor mingguan tersebut menunjukkan upaya pemerintah kabupaten/kota dan Satgas Covid-19 yang terus berjuang memperbaiki kondisi pandemi di daerahnya.

Satgas Covid-19 kabupaten/kota bersama tim teknisnya melakukan testing, tracing, dan treatment. Sementara masyarakat disiplin menjalankan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak dan tidak berkerumun, memakai masker, dan mencuci tangan dengan memakai sabun sesering mungkin. Satgas Covid-19 dan masyarakat harus bersinergi melawan pandemi di daerahnya.

“Zona oranye bukan zona aman dan semua elemen masyarakat harus bahu-membahu untuk memperbaiki situasi tersebut, sehingga menjadi zona kuning minggu depan,” kata SAG.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pakar Satgas Covid-19 Nasional menghitung indikator berdasarkan data surveilans dan database rumah sakit online Kementerian Kesehatan. Indikator epidemiologi, indikator surveilans kesehatan masyarakat, dan pelayanan kesehatan, diskoring dan pembobotan, kemudian dijumlahkan.

Hasil penjumlahan nilai tersebut dikategorisasikan menjadi empat zona risiko; zona risiko tinggi (merah) : 0 – 1,80, zona risiko sedang (oranye): 1,81 – 2,40, zona risiko rendah (kuning): 2,41 – 3,0, dan zona tidak ada kasus (hijau): tidak tercatat kasus Covid-19 positif atau tidak ada penambahan kasus (konfirmasi) baru dalam empat minggu terakhir, dan angka kesembuhan 100 persen.

“Data hasil skoring dan pembobotan setiap kabupaten/kota di atas penting bagi Satgas Covid-19 dan segenap komponen pemerintahan dan masyarakat, sehingga dapat menakar effort yang masih diperlukan untuk meninggalkan zona oranye dan naik ke zona kuning atau zona risiko rendah Covid-19,” tutur SAG.

Kumulatif Covid-19 di Aceh

Selanjutnya, SAG menyampaikan, jumlah akumulatif kasus Covid-19 di Aceh sudah mencapai 8.620 orang. Penderita yang dirawat saat ini 843 orang, sembuh 7.435 orang, dan 342 orang meninggal dunia.

Kasus baru konfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 29 orang pada Selasa (22/12), kata SAG, meliputi warga Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak tujuh orang, Kota Banda Aceh dan Pidie sama-sama lima orang. Warga Pidie Jaya dan Kota Langsa masing-masing empat orang. Warga Aceh Besar yang merupakan kasus baru positif Covid-19 sebanyak dua orang, warga Kabupaten Bireuen dan Aceh Tenggara sama-sama satu orang.

Sementara itu, penderita Covid-19 yang dilaporkan sembuh bertambah lagi 11 orang, yang meliputi warga Kabupaten Nagan Raya dan Kota Langsa masing-masing tiga orang. Warga Aceh Barat Daya dan Aceh Tamiang juga sama-sama dua orang, serta satu orang lainnya merupakan warga Simeulue.

“Tidak ada korban meninggal dunia akibat serangan virus corona dalam 24 jam terakhir,” tutur SAG.

Lebih lanjut, Jubir Pemerintah Aceh itu mengatakan, kasus-kasus probable di Aceh secara akumulasi hingga per Selasa (22/12) sore sebanyak 630 orang. Dari jumlah kasus probable tersebut, 33 orang dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 542 sudah selesai isolasi, dan 55 orang meninggal dunia.

“Sedangkan jumlah kasus suspek di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 4.915 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.722 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 165 orang dalam proses isolasi di rumah, dan 28 orang isolasi di rumah sakit,” ujarnya.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.