Unsyiah Canangkan 7 Desa Binaan di Kabupaten Aceh Besar

0
93
Unsyiah Canangkan 7 Desa Binaan di Aceh Besar
Peresmian program desa binaan di Kabupaten Aceh Besar. (Foto: Humas Unsyiah)

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mencanangkan program desa binaan di tujuh desa yang berada di dua kemukiman Kabupaten Aceh Besar. Tujuh desa itu ialah Desa Lamteungoh, Ujung XII, Lampreh, Lambaro, Bada, dan Kaye Lheue yang berada di kemukiman Lamteungoh. Sementara satu desa lainnya yaitu Desa Lamgapang di kemukiman Lam Ujong.

Peresmian program desa binaan tersebut dilakukan oleh Rektor Unsyiah, Prof. Samsul Rizal, bersama Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali di Masjid Jamik Babussalam Lamteungoh, Aceh Besar, Kamis (23/7).

“Tujuh desa ini menjadi lokasi konsentrasi program Unsyiah untuk meningkatkan taraf kehidupan dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Samsul sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis Humas Unsyiah pada Kamis.

Dengan sumber daya manusia yang dimiliki Unsyiah, Samsul berjanji akan membantu masyarakat untuk mengejar ketertinggalan, sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup mereka. Untuk itu, ia berharap kegiatan ini dapat didukung oleh seluruh lapisan masyarakat dan perangkat desa.

“Program ini akan berjalan selama dua tahun dan butuh kerja sama dari semua pihak agar berjalan sesuai rencana, sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, tujuh desa ini merupakan pilot project desa binaan di Kabupaten Aceh Besar. Jika program ini berjalan baik, maka program serupa akan diperluas ke desa-desa lainnya di Aceh Besar. Bahkan, tak tutup kemungkinan program desa binaan ini juga dikembangkan di kabupaten/kota Aceh lainnya.

Ia menargetkan selama dua tahun ini, desa yang menjadi lokasi kegiatan dapat mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Perubahan ini diharapkan mampu menyejahterakan masyarakat, sehingga tidak ada lagi warga desa yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali menyambut baik program yang dicanangkan oleh Unsyiah. Ia menyebut program tersebut sebagai gerakan luar biasa, terlebih lagi di tengah pandemi COVID-19 yang telah mengubah banyak kehidupan masyarakat.

Menurutnya, Unsyiah memiliki SDM melimpah dengan berbagai disiplin ilmu. Keunggulan ini harus mampu dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat desa. Ia berharap program ini dapat berjalan sesuai rencana dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, ketua panitia yang juga sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unsyiah, Dr. Syamsul Rizal, menyampaikan ada empat program utama yang akan dilaksanakan selama dua tahun.

Keempat program tersebut meliputi implementasi tridarma perguruan tinggi, aktualisasi merdeka belajar/kampus merdeka, diseminasi hasil pengabdian dan inovasi, serta pendampingan program menuju gampong mandiri. Ia berharap dengan pembinaan ini, ketujuh desa tersebut dapat lebih mandiri dan menjadi salah satu desa terbaik di Aceh Besar.

Dalam kesempatan itu turut diresmikan Masjid Jamik Babussalam Lamteungoh. Hadir para Forkopimda Aceh Besar, ulama, para wakil rektor Unsyiah, para dekan fakultas, dan masyarakat umum.[RIL]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.