Ulvazilla Rilis Lagu Lake Bayeun, Dipersembahkan untuk Ibu & Pencinta Musik di Aceh

Ulvazilla Rilis Lagu Lake Bayeun, Dipersembahkan untuk Ibu & Pencinta Musik di Aceh
Cuplikan Lagu Lake Bayeun yang dinyanyikan Ulvazilla. (Foto: Youtube Studiosa Official)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Ulvazilla, penyanyi perempuan pendatang baru genre etnik di blantika musik Aceh merilis lagu perdananya berjudul ‘Lake Bayeun’ pada Sabtu (10/4/2021). Lagu lagu pertama dari 10 lagu dari album tersebut tayang perdana pada pukul 13.00 WIB tadi di Channel Youtube Studiosa Official. 

Produser Studiosa Nazar Shah Alam mengatakan, lirik Lake Bayeun merupakan penggabungan beberapa cuplikan pada syair dari Hikayat Dangdeuria. Syairnya menceritakan tentang seorang gadis cantik yang telah dikutuk menjadi burung bayan memohon kembali ditakdirkan menjadi manusia. 

“Tidak penuh, tentu saja, dan saya mencoba menyelipkan bacaan mantra pada satu bagian lagu sehingga lagu ini bisa dikatakan sebagai penggabungan beberapa mozaik syair dan sastra Aceh,” kata Nazar yang juga vokalis Band Apache13, dalam siaran pers, Sabtu (10/4).

Ia menjelaskan, syair tersebut termasuk hikayat kuno dan literasi sangat minim. Namun, Nazar melakukan dekontruksi sehingga terdengar lebih epik. 

Seperti album lagu Aceh pada umumnya, lanjut Nazar, Studiosa sudah menyiapkan 10 lagu untuk dinyanyikan oleh Ulvazilla di album perdananya ini. Sebagian besar lagunya sudah selesai direkam, tinggal beberapa belum dibuat video klip. “Tapi sepertinya sepanjang Ramadhan kami punya cukup waktu untuk bekerja merampungkan,” sebutnya.

Nazar melakukan eksplorasi sehingga lagu-lagu untuk Ulvazilla akan bermain di ranah world music, semacam etnik tapi ia berasal dari berbagai kearifan musik.

“Materi album perdana Ulvazilla kami niatkan sebagai pengisi ruang kosong di industri musik Aceh. Kita sudah cukup lama tidak mendengar musik etnik dinyanyikan oleh penyanyi perempuan. Kami berharap materi-materi di album perdana Ulvazilla bisa menjadi penawar rindu kita semua sebagai penikmat maupun pendengar musik Aceh pada umumnya,” kata Nazar.

Sementara itu, Ulvazilla vokalis Lake Bayeun merasa sangat bahagia akhirnya lagu yang dia nyanyikan rilis ke publik. Ulva, panggilan akrabnya, meniti proses cukup panjang. Album Lake Bayeun digarap sejak Agustus 2020. 

“Alhamdulillah. Akhirnya rilis juga. Saya berterima kasih kepada semua tim Studiosa dan IMM Production,” ujar Ulva.

Ia mengakui perjuangannya tidak mudah, karena dirinya harus bolak balik dari Meulaboh ke Banda Aceh untuk mengikuti proses rekaman dan pengambilan gambar video klip. 

Saat ini, Ulva kuliah di Universitas Teuku Umar, Aceh Barat, angkatan 2019. “Lelah pasti, namun saya menjalani dengan bahagia, sebab menjadi penyanyi impian saya sejak belia,” sebutnya.

Lebih lanjut, Ulga menyampaikan, dirinya mempersembahkan lagu perdananya itu untuk sang ibu dan pencinta musik di Aceh. 

Manager Studiosa Zoelmasry menambahkan, secara industri musik etnik memiliki pasar yang luas. Aceh telah cukup lama mengalami kekosongan vokalis etnik perempuan, setelah Liza Aulia dengan album Kutidhieng. 

“Ulva akan mengisi panggung-panggung musik di Aceh dengan lagu-lagu etnik,” ujar Zoelmasry.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.