Friday, December 3, 2021
spot_img

UIN Ar-Raniry Gelar Konferensi Internasional Bahas Peradaban Islam di Era Industri 4.0

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melalui Program Pascasarjana menggelar konferensi tahunan berskala internasional dengan nama “International Conference on Islamic Civilization (ICONIC)” tahun 2021.

Konferensi ICONIC yang kedua ini membahas tentang kemajuan peradaban Islam di era revolusi industri 4.0 yang berlangsung secara hybrid selama dua hari, 20-21 Oktober 2021. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang diwakili Direktur Diktis Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Prof Dr Suyitno. Sedangkan secara tatap muka terbatas berlangsung di Aula Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Ar-Raniry, Dr. Gunawan Adnan, mengatakan bahwa kegiatan konferensi ini bertujuan untuk menyatukan para akademisi terkemuka, kelompok ilmuwan, para peneliti dan praktisi multi disiplin ilmu seluruh dunia untuk membahas dan menggali tentang kemajuan peradaban Islam di dunia dari berbagai sudut pandang.

“Konferensi ini membuktikan kepada kita, kepada masyarakat, bangsa, dan dunia internasional bahwa UIN Ar Raniry juga turut ambil bagian dalam penelitian akademik, dialog akademik dan pembangunan global. Konferensi internasional ini disusun sebagai platform bagi para sarjana, peneliti, dan mahasiswa penelitian kami untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka,” kata Gunawan.

Selain itu, melalui konferensi internasional ini juga diharapkan menjadi jalan menuju penelitian kolaboratif baru, kolaborasi baru dalam publikasi antara peneliti dan universitas baik di dalam maupun di luar negeri.

“Kita semua tahu bahwa penelitian adalah kegiatan inti yang tidak pernah berhenti, yang selalu terus berkembang untuk memberikan manfaat sosial, kebajikan sosial, dan kebijaksanaan bagi umat manusia,” ujarnya.

Ketua pelaksana ICONIC 2021, Dr Abdul Mujahid Hamdan menyampaikan bahwa dalam konferensi tahunan ini Pascasarjana UIN Ar-Raniry mengundang beberapa pakar dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya dari Belanda, Singapura, Inggris, Maroko, India, Myanmar serta dari Indonesia.

“Outcome dari konferensi ini di samping terjadinya dialog dalam kemajuan peradaban keislaman di era revolusi 4.0 serta berbagai aspek lainnya, juga akan terjadi sharing keilmuan dan penemuan-penemuan baru dari hasil penelitian,” sebut Mujahid.

Lebih lanjut, kata Mujahid, dalam konferensi internasional kali ini membahas topik mengenai fiqih kontemporer, sufisme, teologi, dan filosofi Islam, hukum, demokrasi dan hak asasi manusia, gender dan hukum keluarga, interpretasi Qur’an dan Hadis, bank dan sistem keuangan Islam, industri halal, integrasi sains dan teknologi dalam pengetahuan Islam, studi mengenai Timur Tengah, pengetahuan sejarah Islam dan studi lingkungan serta media dan komunikasi.

Pada konferensi ini turut menghadirkan sejumlah narasumber terdiri dari Prof Warul Walidin, Prof Eka Srimulyani, Prof Yusny Saby, Prof Dr Zulfikar dan Dr Muhibbuthabry dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan sejumlah peneliti luar negeri, di antaranya Prof Oliver Scharbrodt, Prof Jorgen Nielson, Prof James Piscatori, Dr Soud Khorim, Dr Hsu Thiri Zaw, dan Prof Dr Muqtedar Khan. []

RILIS

Baca Tulisan Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Stay Connected

0FansLike
20,969FollowersFollow
22,600SubscribersSubscribe
- Advertisement -

TERBARU