Tuesday, July 7, 2020

Tulis Buku Islamizing Education, Affan Ramli Tawarkan Strategi Baru Reformasi Sekolah di Aceh

Must Read

Polisi Tangkap Penadah Kulit Harimau

BANDA ACEH -- Agen kulit harimau yang ditangkap berinisial AS, 45 tahun, warga Darul Imarah, Aceh Besar. AS ditangkap...

Aceh Miliki Museum Giok

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf meresmikan Museum Giok Aceh Abu Usman Top Idocrase di...

Puluhan Toko Terbakar di Beureunuen

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Api menghanguskan 41 unit rumah toko berkonstruksi kayu di Desa Baro Barat Yaman, Beureunuen,...

Pukat Tarik

Nelayan mendorong perahu pukat (jaring) ke laut di Kampung Jawa, Banda Aceh, Selasa (5/1). Metode pukat tarik tradisional di...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh merilis buku baru berbahasa Inggris yang ditulis oleh Affan Ramli, Jumat (25/10). Buku tersebut berjudul ‘Islamizing Education: A Misguided Framework of School Reform in Aceh’.

Dalam keterangan tertulis kepada acehkita disebutkan, buku ini memberi ruang apresiasi kepada Pemerintah Aceh, yang membuat kebijakan reformasi sekolah melalui renstra pendidikan dan kurikulum Aceh. Pada saat yang sama, Affan Ramli, menilai arah reformasi sekolah di Aceh saat ini salah arah, karena didasarkan pada konsep dan teori pendidikan yang keliru (misguided).

Alasan Affan, Aceh sudah sejak 1959 berimajinasi punya sistem pendidikannya sendiri yang berbeda dan istimewa di Indonesia. Keputusan Perdana Menteri Republik Indonesia Nomor 1/Missi/1959 memberi dasar legal bagi keistimewaan tersebut. Namun, lebih setengah abad kemudian, cita-cita itu tinggal di atas kertas.

“Pendidikan Aceh, bukan saja terintegrasi penuh dalam sistem pendidikan nasional (tidak berbeda dan tidak istimewa), bahkan mengalami jenis kejumudan dan stagnansinya sendiri yang tak terpecahkan,” ujar Affan.

Menurut Affan, pertemuan 350 ulama cendikia Muslim dunia di Makkah pada 1977 mestinya dapat memecahkan kebekuan gagasan pencarian pendidikan Aceh untuk menemukan sistem pendidikannya. Pertemuan itu merupakan inisiatif pertama kaum cendikia merumuskan konsep Pendidikan Islami (Islamic Education), sebagai solusi problem pendidikan dalam masyarakat Muslim pasca kolonialisme bangsa-bangsa Eropa.

“Aceh terlalu lambat, baru menyambut hasil pertemuan Makkah 25 tahun kemudian, yaitu tepatnya pada 2002, Qanun Aceh memerintahkan penyelenggaraan pendidikan di Aceh di semua tingkatan harus dilaksanakan secara Islami,” sebut Affan.

Ironisnya, menurut Affan, 15 tahun kemudian Aceh masih belum melaksanakan perintah itu. Pada tahun 2007, Pemerintah Aceh mengeluarkan landasan pertama reformasi sekolah melalui kebijakan Rencana Strategis (Renstra) Pendidikan Aceh. Dimana konsep Pendidikan Islami mulai dimasukan dalam bagian kecil kebijakan itu. Sepuluh tahun kemudian, pada 2017 Aceh bergembira karena mulai memiliki Kurikulum sendiri, disebut Kurikulum Aceh.

“Buku ini mengargumentasikan kebijakan-kebijakan reformasi sekolah ini tidak sama sekali mengaju pada hasil konferensi Makkah dan konferensi-konferensi lanjutannnya tentang Pendidikan Islami yang disusun para ulama-cendikia mulism dunia. Nampaknya Aceh bekerja dengan pikiran dan perenungannya sendiri. Sebuah pikiran yang menghantarkan gagasan ‘Pengislaman Pendidikan’ (Islamizing Education), bukan ‘Islamisasi Pendidikan’ (Islamization of Education) hasil pertemuan Makkah” ujarnya.

Affan menambahkan, arah reformasi sekolah di Aceh, saat ini masih bersifat permukaan dan kulit, dengan menambah beberapa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan penambahan jam mata pelajaran agama. “Inilah reformasi sekolah salah arah yang sedang dilaksanakan Pemerintah Aceh,” tulis Affan dalam bukunya itu.

Namun demikian, Affan dalam bukunya menawarkan strategi reformasi sekolah di Aceh, yang ditulis dalam bab 5 tentang the improved strategy for islamization of education in Aceh, dan bab 6 tentang reframing islamic educational concep for social justice.

Penulis buku, Affan Ramli merupakan lulusan sosiologi pendidikan Universitas Islam Antar Bangsa Malaysia. Buku Islamizing Education buku berbahasa Inggris pertama yang ditulis Affan Ramli, sebelumnya tiga judul buku lain yang ditulisnya berbahasa indonesia. Buku setebal 250 halaman yang terbagi dalam enam bab diterbitkan oleh Bandar Publishing. Untuk edisi bahasa Indonesia buku ini akan diterbitkan pada 2020.[RIL]

ACEHKITA.com menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund senilai US$5.000.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

220 PNS Kemenag Aceh Dilantik Secara Virtual karena Pandemi Corona

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - 220 CPNS formasi 2018 dalam lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh dilantik dan diambil...

Bangunan Makam Cut Meutia di Aceh Utara Rusak Tertimpa Pohon

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Bangunan makam Pahlawan Nasional, Cut Meutia, rusak tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang beberapa waktu lalu. Kejadian ini turut...

Wilayahnya Rawan Bencana, Unsyiah dan Unand Kolaborasi Penelitian Kebencanaan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sama-sama berada di wilayah rawan bencana, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh dan Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat...

Anggota DPR RI Apresiasi UTBK Unsyiah di Tengah Pandemi COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Muhammad Kadafi, meninjau langsung pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer...

Webinar Harganas 2020 di Aceh: Jaga Keluarga dari COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Aceh bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) dan BKKBN Aceh menyelenggarakan webinar Hari...

More Articles Like This