Monday, April 6, 2020

Tulis Buku Islamizing Education, Affan Ramli Tawarkan Strategi Baru Reformasi Sekolah di Aceh

Must Read

FOTO | Anak Gajah Mandi

Mahout memandikan gajah sumatera bersama anaknya yang berumur 23 hari di sungai dibelakang Conservation Response Unit Sarah Deu Kecamatan...

FOTO | Kurban

Penyembelihan hewan kurban dari masyarakat Turki dan Fatih Bilingual School sebanyak 75 ekor sapi di rumah potong hewan Banda...

Gubernur: Manajemen RSIA Harus Bertanggungjawab

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Gubernur Aceh Zaini Abdullah melakukan inspeksi mendadak ke Rumah Sakit Ibu dan Anak setelah...

FOTO | Verifikasi Partai Lokal

Petugas Kanwil Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia melakukan verifikasi faktual Partai Nasional Aceh (PNA), Senin (11/6). Selain PNA,...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh merilis buku baru berbahasa Inggris yang ditulis oleh Affan Ramli, Jumat (25/10). Buku tersebut berjudul ‘Islamizing Education: A Misguided Framework of School Reform in Aceh’.

Dalam keterangan tertulis kepada acehkita disebutkan, buku ini memberi ruang apresiasi kepada Pemerintah Aceh, yang membuat kebijakan reformasi sekolah melalui renstra pendidikan dan kurikulum Aceh. Pada saat yang sama, Affan Ramli, menilai arah reformasi sekolah di Aceh saat ini salah arah, karena didasarkan pada konsep dan teori pendidikan yang keliru (misguided).

Alasan Affan, Aceh sudah sejak 1959 berimajinasi punya sistem pendidikannya sendiri yang berbeda dan istimewa di Indonesia. Keputusan Perdana Menteri Republik Indonesia Nomor 1/Missi/1959 memberi dasar legal bagi keistimewaan tersebut. Namun, lebih setengah abad kemudian, cita-cita itu tinggal di atas kertas.

“Pendidikan Aceh, bukan saja terintegrasi penuh dalam sistem pendidikan nasional (tidak berbeda dan tidak istimewa), bahkan mengalami jenis kejumudan dan stagnansinya sendiri yang tak terpecahkan,” ujar Affan.

Menurut Affan, pertemuan 350 ulama cendikia Muslim dunia di Makkah pada 1977 mestinya dapat memecahkan kebekuan gagasan pencarian pendidikan Aceh untuk menemukan sistem pendidikannya. Pertemuan itu merupakan inisiatif pertama kaum cendikia merumuskan konsep Pendidikan Islami (Islamic Education), sebagai solusi problem pendidikan dalam masyarakat Muslim pasca kolonialisme bangsa-bangsa Eropa.

“Aceh terlalu lambat, baru menyambut hasil pertemuan Makkah 25 tahun kemudian, yaitu tepatnya pada 2002, Qanun Aceh memerintahkan penyelenggaraan pendidikan di Aceh di semua tingkatan harus dilaksanakan secara Islami,” sebut Affan.

Ironisnya, menurut Affan, 15 tahun kemudian Aceh masih belum melaksanakan perintah itu. Pada tahun 2007, Pemerintah Aceh mengeluarkan landasan pertama reformasi sekolah melalui kebijakan Rencana Strategis (Renstra) Pendidikan Aceh. Dimana konsep Pendidikan Islami mulai dimasukan dalam bagian kecil kebijakan itu. Sepuluh tahun kemudian, pada 2017 Aceh bergembira karena mulai memiliki Kurikulum sendiri, disebut Kurikulum Aceh.

“Buku ini mengargumentasikan kebijakan-kebijakan reformasi sekolah ini tidak sama sekali mengaju pada hasil konferensi Makkah dan konferensi-konferensi lanjutannnya tentang Pendidikan Islami yang disusun para ulama-cendikia mulism dunia. Nampaknya Aceh bekerja dengan pikiran dan perenungannya sendiri. Sebuah pikiran yang menghantarkan gagasan ‘Pengislaman Pendidikan’ (Islamizing Education), bukan ‘Islamisasi Pendidikan’ (Islamization of Education) hasil pertemuan Makkah” ujarnya.

Affan menambahkan, arah reformasi sekolah di Aceh, saat ini masih bersifat permukaan dan kulit, dengan menambah beberapa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan penambahan jam mata pelajaran agama. “Inilah reformasi sekolah salah arah yang sedang dilaksanakan Pemerintah Aceh,” tulis Affan dalam bukunya itu.

Namun demikian, Affan dalam bukunya menawarkan strategi reformasi sekolah di Aceh, yang ditulis dalam bab 5 tentang the improved strategy for islamization of education in Aceh, dan bab 6 tentang reframing islamic educational concep for social justice.

Penulis buku, Affan Ramli merupakan lulusan sosiologi pendidikan Universitas Islam Antar Bangsa Malaysia. Buku Islamizing Education buku berbahasa Inggris pertama yang ditulis Affan Ramli, sebelumnya tiga judul buku lain yang ditulisnya berbahasa indonesia. Buku setebal 250 halaman yang terbagi dalam enam bab diterbitkan oleh Bandar Publishing. Untuk edisi bahasa Indonesia buku ini akan diterbitkan pada 2020.[RIL]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This