Sunday, February 23, 2020

Tulis Buku Islamizing Education, Affan Ramli Tawarkan Strategi Baru Reformasi Sekolah di Aceh

Must Read

FOTO | Tukik Kembali ke Laut

Tukik penyu lekang berusaha menuju laut saat dilepas di Pantai Lampuuk, Aceh Besar, Rabu (29/2) sore. Sebanyak 165 tukik...

Maling Ternak Resahkan Warga Ulim

PIDIE JAYA | ACEHKITA.COM -- Sejumlah warga Pidie Jaya kini diresahkan dengan aksi 'gentayangan' maling ternak. Akhir-akhir ini, sejumlah...

FOTO | Apel Pasukan

Pasukan Raider TNI turut melakukan apel bersama dengan jajaran Polisi untuk mengamankan Pilkada 2012 di Mapolda Aceh, Selasa...

Polisi Menuju Ladang untuk Musnahkan Ganja

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM -- Aparat Kepolisian Resort Aceh Besar bergerak menuju ke ladang ganja di Desa Meureu, Kecamatan...

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Penerbit Bandar Publishing Banda Aceh merilis buku baru berbahasa Inggris yang ditulis oleh Affan Ramli, Jumat (25/10). Buku tersebut berjudul ‘Islamizing Education: A Misguided Framework of School Reform in Aceh’.

Dalam keterangan tertulis kepada acehkita disebutkan, buku ini memberi ruang apresiasi kepada Pemerintah Aceh, yang membuat kebijakan reformasi sekolah melalui renstra pendidikan dan kurikulum Aceh. Pada saat yang sama, Affan Ramli, menilai arah reformasi sekolah di Aceh saat ini salah arah, karena didasarkan pada konsep dan teori pendidikan yang keliru (misguided).

Alasan Affan, Aceh sudah sejak 1959 berimajinasi punya sistem pendidikannya sendiri yang berbeda dan istimewa di Indonesia. Keputusan Perdana Menteri Republik Indonesia Nomor 1/Missi/1959 memberi dasar legal bagi keistimewaan tersebut. Namun, lebih setengah abad kemudian, cita-cita itu tinggal di atas kertas.

“Pendidikan Aceh, bukan saja terintegrasi penuh dalam sistem pendidikan nasional (tidak berbeda dan tidak istimewa), bahkan mengalami jenis kejumudan dan stagnansinya sendiri yang tak terpecahkan,” ujar Affan.

Menurut Affan, pertemuan 350 ulama cendikia Muslim dunia di Makkah pada 1977 mestinya dapat memecahkan kebekuan gagasan pencarian pendidikan Aceh untuk menemukan sistem pendidikannya. Pertemuan itu merupakan inisiatif pertama kaum cendikia merumuskan konsep Pendidikan Islami (Islamic Education), sebagai solusi problem pendidikan dalam masyarakat Muslim pasca kolonialisme bangsa-bangsa Eropa.

“Aceh terlalu lambat, baru menyambut hasil pertemuan Makkah 25 tahun kemudian, yaitu tepatnya pada 2002, Qanun Aceh memerintahkan penyelenggaraan pendidikan di Aceh di semua tingkatan harus dilaksanakan secara Islami,” sebut Affan.

Ironisnya, menurut Affan, 15 tahun kemudian Aceh masih belum melaksanakan perintah itu. Pada tahun 2007, Pemerintah Aceh mengeluarkan landasan pertama reformasi sekolah melalui kebijakan Rencana Strategis (Renstra) Pendidikan Aceh. Dimana konsep Pendidikan Islami mulai dimasukan dalam bagian kecil kebijakan itu. Sepuluh tahun kemudian, pada 2017 Aceh bergembira karena mulai memiliki Kurikulum sendiri, disebut Kurikulum Aceh.

“Buku ini mengargumentasikan kebijakan-kebijakan reformasi sekolah ini tidak sama sekali mengaju pada hasil konferensi Makkah dan konferensi-konferensi lanjutannnya tentang Pendidikan Islami yang disusun para ulama-cendikia mulism dunia. Nampaknya Aceh bekerja dengan pikiran dan perenungannya sendiri. Sebuah pikiran yang menghantarkan gagasan ‘Pengislaman Pendidikan’ (Islamizing Education), bukan ‘Islamisasi Pendidikan’ (Islamization of Education) hasil pertemuan Makkah” ujarnya.

Affan menambahkan, arah reformasi sekolah di Aceh, saat ini masih bersifat permukaan dan kulit, dengan menambah beberapa mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan penambahan jam mata pelajaran agama. “Inilah reformasi sekolah salah arah yang sedang dilaksanakan Pemerintah Aceh,” tulis Affan dalam bukunya itu.

Namun demikian, Affan dalam bukunya menawarkan strategi reformasi sekolah di Aceh, yang ditulis dalam bab 5 tentang the improved strategy for islamization of education in Aceh, dan bab 6 tentang reframing islamic educational concep for social justice.

Penulis buku, Affan Ramli merupakan lulusan sosiologi pendidikan Universitas Islam Antar Bangsa Malaysia. Buku Islamizing Education buku berbahasa Inggris pertama yang ditulis Affan Ramli, sebelumnya tiga judul buku lain yang ditulisnya berbahasa indonesia. Buku setebal 250 halaman yang terbagi dalam enam bab diterbitkan oleh Bandar Publishing. Untuk edisi bahasa Indonesia buku ini akan diterbitkan pada 2020.[RIL]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta,...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

More Articles Like This