Tren Kasus COVID-19 di Aceh Naik, Satgas Diminta Perketat Protokol Kesehatan

Banda Aceh Keluar dari Zona Merah COVID-19, Aminullah: Tetap Perketat Prokes 4M
Razia masker di jalan depan gedung Banda Aceh Convention Hall, Kamis (15/10), guna menekan angka penularan COVID-19. (Foto: Abdul Hadi/acehkini)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 kabupaten dan kota di Aceh diminta untuk memperketat kembali penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat, seiring tren kasus positif COVID-19 mengalami kenaikan pada pekan pertama tahun 2021.

“Tren kasus terkonfirmasi positif COVID-19 terus meningkat dalam minggu pertama tahun 2021. Satgas COVID-19 kabupaten/kota hendaknya dapat memperketat kembali penerapan protokol kesehatan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG), kepada awak media, Kamis (7/1) malam.

“Kasus positif harian selalu berfluktuasi, tapi data mingguan trennya terus meningkat,” sebutnya.

SAG menjelaskan, hari pertama tahun 2021 dilaporkan kasus terkonfirmasi sebanyak tujuh orang. Hari kedua dan seterusnya secara berturut-turut menjadi delapan kasus, dua kasus, lima kasus, delapan kasus, dan kemarin melonjak menjadi 29 kasus. Kemudian hari ini dilaporkan penambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 31 orang.

Ia menyebut, tambahan 31 kasus terkonfirmasi baru pada hari ini di Aceh meliputi warga Kota Banda Aceh sebanyak 16 orang, dan Kota Lhokseumawe 12 orang. Kemudian warga Kabupaten Aceh Besar, Pidie, dan Kabupaten Aceh Tengah sama-sama bertambah satu orang terkonfirmasi baru.

“Sedangkan jumlah penderita COVID-19 yang dilaporkan sembuh dalam 24 jam terakhir sebanyak tujuh orang, masing-masing warga Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tamiang sama-sama tiga orang. Satu orang lainnya merupakan warga Kabupaten Aceh Jaya,” kata SAG.

Terkait tren kenaikan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang meningkat, Jubir Satgas COVID-19 Aceh mengimbau Satgas kabupaten dan kota untuk memperketat kembali penerapan protokol kesehatan dalam segala aspek kehidupan masyarakat.

“Operasi yustisi penagakan protokol kesehatan yang disertai sanksi di lapangan perlu ditingkatkan,” sebutnya.

Menurutnya, tren peningkatan kasus baru COVID-19 tampaknya berkorelasi dengan melonggarnya praktik protokol kesehatan di tengah masyarakat. “Ini signal buruk bagi kesehatan masyarakat. Kita harus saling mengingatkan dan melindungi untuk mencegah serangan gelombang kedua virus corona,” ujar SAG.

“Catatan Flu Spayol yang pernah mengancam dunai tahun 1918 menunjukkan serangan gelombang kedua lebih ganas dan mematikan. Kita tak ingin sejarah kelam pandemi itu terulang di Aceh dalam kasus COVID-19,” lanjutnya.

Kumulatif COVID-19 di Aceh

Lebih lanjut, SAG menyampaikan, jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Aceh sudah mencapai 8.836 orang, terhitung sejak kasus positif pertama diumumkan pada 26 Maret 2020. Rinciannya, pasien yang dirawat saat ini 840 orang, sudah sembuh sebanyak 7.635 orang, dan 361 orang meninggal dunia.

“Ada penambahan data korban virus corona yang meninggal dunia sebanyak enam orang lagi, sehingga secara akumulatif menjadi 361 orang,” ujarnya.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.