Thursday, April 9, 2020

Tips Perjalanan Udara ke Belanda

Must Read

Kasus Rawa Tripa, Pemerintah Dinilai Abaikan Keterbukaan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Sidang gugatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh melawan Gubernur Aceh terkait penerbitan...

AJI Banda Aceh Protes Keras Tindakan Prajurit TNI AU

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh mengutuk keras tindakan oknum prajurit TNI Angkatan...

Juni, Asus Zenfone 2 Masuk Aceh

JAKARTA | ACEHKITA.COM -- Asus telah meluncurkan ponsel cerdas generasi terbaru, yaitu Zenfone 2 di Hotel Pullman Central Park...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

DALAM perjalanan, banyak ‘masyaqqah’ atau kesulitannya. Kalau dipersiapkan dengan baik, maka perjalanan jadi nyaman dan menyenangkan. Kalau misalnya tidak mengikuti peraturan dengan baik, maka akan kurang nyaman dan perjalanan jadi tidak menyenangkan.

Baiklah, kita mencoba berangkat dari Banda Aceh ke Amsterdam, Belanda. Menggunakan Air Asia dan Emirates, beginilah kira-kira perjalanannya.

Pertama sesampai di pintu masuk ruang Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, kita akan melewati X-ray pertama. Di sini, semua barang bawaan kita –mulai koper, tas tangan, perangkat selular– akan dipindai. Usahakan HP dimasukkan ke dalam tas, sehingga tidak berisiko ketinggalan.

Kemudian check in. Harus ikuti antrean dengan rapi. Sesampai ke counter, akan ditimbang barang sesuai dengan yang dibeli. 20, atau 30 kilogram. Kemudian perlu diingat, untuk barang masuk ke dalam kabin pesawat, beratnya hanya boleh 7 kilogram. Usahakan jangan lebih. Hampir semua penerbangan internasional maupun lokal, tas tangan hanya boleh 7 kilogram. Ada penerbangan tertentu yang boleh bawa sampai 10 kilogram (3 kilo biasanya untuk tas laptop).IMG-20160820-WA0003

Setelah check in, naik ke atas untuk antre di Pos Imigrasi. Biasanya syarat ke luar negeri, paspor masih berlaku minimal enam bulan. Nah selesai cap imigrasi, ada cek boarding pass dan kembali masuk X-ray. Semua barang, HP, bahkan ikat pinggang besi mesti diletakkan ke dalam wadah untuk masuk ke X-ray. Kalau bawa komputer jinjing, dikeluarkan dari tas dan diletakkan di dalam kontainer yang disediakan, untuk dipindai.

Kemudian menunggu di ruang tunggu. Ketika dipanggil, biasanya yang duluan masuk yang membeli hot-seat. Nomor satu sampai lima, dan beberapa tempat duduk yang di dekat pintu exit pesawat. Waktu pesan tiket, harus bayar lebih kalau mau duduk di hot-seat ini.

Ketika naik pesawat, ikuti antrean. Mau pejabat atau apa, tetap harus ngantre. Usahakan dahulukan orang tua, wanita hamil, atau keluarga yang bawa anak-anak. Yang seatnya di depan, nomor kecil, bagusnya persilakan yang nomor besar duluan, sebab mereka di belakang.

Nah, ketika di dalam pesawat, jangan ribut mau pindah tempat duduk. Masuk langsung duduk di tempat sendiri sesuai dengan momor kursi di boarding pass. Jangan minta pindah dulu, sehingga mengganggu orang lain yang sedang naik.

Ketika pintu pesawat sudah ditutup dan sudah mulai taxi atau pushback, ditarik untuk jalan, nah saat itu bisa minta tukar tempat duduk atau tempati tempat yang kosong.

Usahakan dalam perjalanan untuk selalu memasang sabuk pengaman, seat belt. Sebab turbulence atau guncangan kadang-kadang tidak terduga.

IMG-20160820-WA0005Dalam pesawat, bisa memesan makanan atau minuman. Bagusnya sudah makan sebelum berangkat. Kemudian, waktu merebahkan kursi, lihat ke belakang jangan sampai mengganggu orang.

Setelah landing dan pesawat menuju terminal, jangan lepas seat belt atau bangun. Tunggu sampai berhenti total, saat dimatikan lampu tanda pakai sabuk, baru berdiri. Bagusnya tas langsung diambil dari kompartemen, sehingga saat pintu dibuka, bisa lancar berjalan, tidak terhalang oleh kita yang sedang menurunkan barang.

Turun di terminal, langsung menuju imigrasi. Biasanya di Malaysia ada line khusus untuk penumpang dari negeri-negeri ASEAN. Kemudian saat antre, silakan menyalakan telepon dan koneksi dengan WIFI gratis yang disediakan KLIA, airport Malaysia. Kira-kira tinggal beberapa orang untuk sampai ke petugas imigrasi, HP segera dimasukkan ke kantong. Jangan lagi main HP.

Saat di depan petugas imigrasi, harus percaya diri, ketika ditanya kapan pulang dan di mana tinggal, harus siap dengan jawaban yang meyakinkan. Setelah dicap imigrasi, segera keluar, jangan tunggu kawan di belakang meja petugas. Langsung keluar, lihat TV monitor, di row apa barang kita akan keluar. Apakah A, B, C atau 1, 2, 3, dll.

Ambil troli kalau barang bagasi besar, siapkan luggage tag, sebab sebagian koper agak mirip, jangan sampai salah barang.

Selesai ambil barang, kalau mau berbelanja, silakan mengunjungi kedai duty-free. Kalau tidak, langsung keluar, lewati green line, kalau tidak membawa barang yang perlu dideclare kepada pabean. Kalau bawa barang-barang yang perlu dilaporkan, beritahu petugas. Selain barang, keluar masuk Indonesia dan negara-negara lain, tidak boleh membawa uang di atas Rp100 juta atau 10.000 dolar Amerika. Kalau bawa lebih, dilaporkan, sebab kalau ketahuan akan disita, dan akan kena sanksi.

Di pintu keluar kalau naik taksi, bus, atau kereta ada counter-counter untuk tiket. Harganya resmi. Kalau dijemput, langsung saja keluar ke pintu, akan kelihatan penunggu atau penjemput.IMG-20160820-WA0004

Itu airport KLAI2, untuk semua penerbangan Air Asia. Kemudian ke KLIA untuk penerbangan Emirates.

Pertama, seperti biasa, check in. Emirates sedikit lega masalah barang. Bagasi bisa sampai 30 kilogram. Sedangkan tentengan, 10 kilo, 7 kilo tas, dan 3 kilo komputer. Tetapi kalau untuk tujuan Amerika Serikat, bagasi boleh 46 kilo, dua tas masing-masing 23 kilo atau 50 pound. Sewaktu check in, kalau bisa minta duduk di lorong atau aisle, sebab akan mudah kalau ke kamar mandi. Kuala Lumpur ke Dubai, biasa jarak tempuh sekitar 7-8 jam.

Masuk gate, dicek boarding pass, kemudian antre imigrasi. Lepas itu, X-ray barang yang ada di dalam tas saja. Kemudian lihat terminal. Kalau terminalnya di A, maka harus naik aerotrain. Untuk Emirates, naik aerotrain. Sebelum masuk ke ruang tunggu, ada X-ray lagi, harus lepas tali pinggang. HP dan semua koin harus dimasukkan ke dalam. Dilarang membawa air atau cairan.

Kemudian boarding, Emirates membagi zona kenaikan penumpang di boarding pass. Setelah business class dan first class, baru naik yang zonaA, sampai F secara berurutan.

Emirates punya pramugari berbagai jenis bangsa, dalam satu penerbangan bisa sampai 20 bangsa. Dan selalu diumumkan pilot, “penerbangan ini memiliki kru yang berbicara 20 bahasa”, misalnya, sesuai dengan jumlah bangsa pramugari yang bertugas.

Setelah duduk, dapat handuk panas untuk lap muka, juice, kemudian pesawat berangkat. Selama penerbangan, penumpang dimanja dengan hiburan yang teranyar, di TV di depan masing-masing dengan berbagai film, musik dan berita dan makanan yang halal dan enak. Ada selimut dan bantal. Dan dibagikan menu untuk pilihan makan. Biasanya menu utama dua macam. Kalau mau tidur, tempelkan sticker dari kantong headset, tempelkan di kursi di atas kepala: bangunkan kalau dibagi makanan. Kalau lapar, mie instant bisa diminta setiap saat.

Tidurlah yang cukup selama penerbangan, jangan lupa selalu gerakkan kaki supaya tidak bengkak. Penerbangan akan terasa tenang, sambil mendengar bacaan al-Quran dari saluran yang tersedia di ICE, sistem hiburan di Emirates, singkatan dari Information, Communication dan Entertainment. Penumpang juga bisa menghibur diri dengan melihat kamera yang dipasang di depan dan bawah pesawat atau berselancar ria di internet, sebab tersedia WIFI selama penerbangan.IMG-20160820-WA0000

Sesampai di Dubai, setelah turun pesawat, segera cari gate untuk penerbangan koneksi. Biasanya naik aerotrain ke terminal, kemudian cari pintu keberangkatan selanjutnya. Lantas ikuti arah ke koneksi dan security check. Ini juga harus lepas semua koin, komputer dikeluarkan, jaket dan ikat pinggang harus dibuka. Bagusnya sepatu juga dibuka.

Kalau keberangkatan masih lama, dan kalau punya uang, duty-free Dubai adalah surga untuk berbelanja. Kalau tidak ada uang, standby saja dekat gate, tidur-tiduran di kursi yang tersedia, menunggu keberangkatan selanjutnya.

Sesampai di Amsterdam, ada dua line imigrasi, untuk orang asing dan untuk penduduk Eropa.

Setelah ambil barang, keluar lewat jalur biru, kadang-kadang barang suka diperiksa. Jangan bawa rokok lebih dari satu selop, insya Allah tidak ada halangan.

Kemudian keluar, Schiphol, bandara paling lengkap rambunya. Taksi, kereta, bus, semua ada, mengantar ke tujuan. Kalau mau koneksi internet, WIFI di semua terminal bandara.

Selamat datang ke Belanda, selamat menikmati indahnya alam, ramahnya penduduk dan nyamannya udara. []

MUNAWAR LIZA ZAINAL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This