Thursday, April 2, 2020

Tengkorak dan Tulang Gajah Ditemukan di Keumala

Must Read

Usai Gempa, Tsunami Terjang Pantai di Palu dan Donggala

PALU | ACEHKITA.COM -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan gempa tsunami sempat menerjang Pantai Talise di Kota Palu...

Lagi, Selfie Renggut Korban di Aceh

BANDA ACEH -- Berfoto mandiri (selfie) kembali merenggut korban jiwa di Provinsi Aceh. Tujuh orang yang sedang berselfie ria...

Ilmu Komunikasi Lahirkan Empat Komunitas

LHOKSEUMAWE – Untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan secara praktis, Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Kamis (1/10) melahirkan...

Kasus Selfie Berujung Kematian

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Dua pengunjung Pantai Pasie Saka, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, dilaporkan tewas terseret ombak, Ahad...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

KEUMALA | ACEHKITA.COM – Seekor gajah liar ditemukan mati di kawasan Guha Rimueng Gle Barat, Desa Jijiem Kecamatan Keumala, Pidie. Kondisinya tinggal tengkorak dan tulang belulang yang berserakan di lokasi.

Informasi dihimpun acehkita.com, gajah liar itu diperkirakan mati sekitar dua bulan lalu. Warga baru mengetahui keberadaan bangkai Teungku Rayeuk dalam beberapa hari terakhir. Diduga, kematian satwa langka ini akibat perburuan.

Hal ini diketahui dari tulang tengkorak yang terdapat tiga bekas lobang diduga terjangan peluru. Selain itu, juga adanya bekas gergaji dibagian depan tengkorak tempat gading tumbuh.

Anggota Rangers Keumala, Kausar saat ditanyai acehkita.com mengaku kematian gajah ini diduga kuat disebabkan oleh perburuan untuk diambil gadingnya.

“Kemungkinan untuk diambil gading. Karena kita lihat di bangkainya ada bekas kena peluru,” kata Kausar, Rabu (30/11/2016).

Kausar mengetahui keberadaan bangkai gajah ini setelah menerima informasi dari warga setempat. Lokasinya persis di areal perkebunan warga. Sejak setahun terakhir gajah “menguasai” perkebunan sehingga masyarakat menjadi jarang ke sana.

Oleh karena sering diganggu oleh gajah, kebun tersebut kini tidak lagi produktif. Saat acehkita.com ke lokasi, terlihat kebun yang dulu produktif kini kembali menjadi hutan. Bahkan, jalan menuju ke sana pun sudah ditutupi semak belukar.[]

Habil Razali

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

More Articles Like This