Wednesday, April 8, 2020

Tapal Batas Rawa Tripa Dipertanyakan

Must Read

Yuk, Malam Ini Bantu Somalia di Haba Cafe

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Bertempat di Haba Cafe yang terletak di kawasan Lamprit, Banda Aceh, malam ini, Sabtu...

Batu Pantai

Warga mengangkut batu di pesisir pantai untuk bahan bangunan di Leupung, Aceh Besar, Selasa (10/11). Penambangan batu dan pasir...

Axis Luncurkan Program Gratis SMS & Internetan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Operator selular Axis kembali memanjakan para pelanggannya di Aceh. Para pengguna Axis setiap hari...

Gajah Masuk Kampung, 100 Lebih Warga Rimba Raya Mengungsi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Lebih dari 100 warga Dusun Lubuk Raya di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

NAGAN RAYA | ACEHKITA.COM – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengklaim sulitnya penyelamatan kawasan rawa Tripa dari kerusakan, karena rawa yang dilindungi itu belum memiliki tapal batas. Hal ini menyebabkan masyarakat terus merambah kawasan tersebut, sementara lembaga pemerhati lingkungan yang menyerukan penyelamatan, belum memasangi tapal batas itu.

“Saya tidak tau persis di mana batas rawa itu. Selama ini dikatakan berada di sepanjang pantai laut di Kecamatan Lhok pawoh. Tapi tak ada tapal batas yang jelas,” kata Bupati Nagan Raya Teuku Zulkarnaini, kepada sejumlah wartawan di kediamannya Sabtu lalu.

Zulkarnaini mengatakan, ketiadaan tapal batas tersebut menyebabkan masyarakat terus melakukan perambahan di kawasan rawa Tripa selain beberapa perusahaan perkebunan. “Memang sekarang yang tengah disorot adalah pengrusakan rawa Tripa. Tapi sulitnya ini dilakukan oleh masyarakat seiring dengan dibukannya akses jalan,” kata Zulkarnaini.

Menurut dia, ketiadaan tapal batas juga menyebabkan sulitnya mencegah tiga perusahaan besar yang memiliki Hak Guna Usaha agar tidak membuka lahan baru di kawasan itu. “Jika batasnya jelas kami juga sependapat menjaganya, agar tidak dirusak sampai terlalu jauh.”

Dikatakan, sebagai salah satu kawasan yang dilindungi pihaknya siap menjaga kelestarian rawa Tripa. Namun masalah rawa ini merupakan permasalahan besar, yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. “Untuk mengisolasi kawasan itu butuh dana besar dan itu yang kami hadapi. Jadi masalah ini tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah kabupaten,” ujarnya.

Zulkarnaini mengaku siap menyerukan kepada perusahaan pemegang HGU di kawasan tersebut agar tidak membuka lahan baru. Namun hal tersebut juga membutuhkan keseriusan Pemerintah Aceh untuk melestarikan kawasan rawa Tripa.

“Selama ini kita tidak bisa melarang pemilik HGU untuk tidak melakukan perluasan lahan, karena kawasan rawa tripa tidak memiliki batas. Dan Izin dari pembukaan lahan yang mereka miliki dikeluarkan pemerintah,” ujarnya.

Zulkarnaini juga mengatakan, HGU yang dikantongi perusahaan sudah dimiliki sejak tahun 1991. Izin untuk sebuah HGU, berlaku 25 tahun hingga 35 tahun. “Memang pembukaan lahan di kawasan Tripa semakin parah. Apalagi pascakonflik, masyarakat kembali memanfaatkan lahan yang sempat terbengkalai,” sebut Zulkarnaini. []

2 COMMENTS

  1. masak kepala pemerintahan HGU nya saja yg di lihat,,tapi yg melanggar HGU seperti merusak lingkungan gak di lihat,,,,HGU kayak surat kerbau pun susah ,,di tertipkan,,,,bagus lo
    jadi kechik aja dari pada ,,bego kaya gitu,,

  2. Masak kepala pemerintah HGU nya saja yg
    di lihat,,tapi pengguna HGU yg telah melanggar undang2 HGU gak di lihat,,walaupun sudah lama mereka pegang,,,,apalagi merusak lingkungan,,,,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This