Tangkap Punkers, Kapolda Ditelepon Dubes Asing

0
1140

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Penangkapan 65 punkers di Banda Aceh oleh pihak kepolisian berbuntut panjang. Kepala Kepolisian Aceh Inspektur Jenderal Iskandar Hasan mengaku ditelepon dua duta besar asing.

“Gara-gara menangkap anak punk, saya ditelepon dua duta besar kemarin,” kata Kapolda Iskandar Hasan di hadapan duabelas anggota DPRA, Kamis (15/12).

Duta besar yang menelepon Kapolda menanyakan kasus penangkapan anak punk yaitu Jerman dan Perancis. “Mereka menanyakan kenapa polisi menangkap anak punk,” ujar dia.

Kapolda mengaku heran dengan besarnya perhatian negara asing terhadap kasus penangkapan punkers. Kapolda menyebutkan, dua duta besar itu mempersoalkan kenapa mereka diceburkan ke dalam kolam.

“Saya bilang ini tradisi. Saya saja waktu masuk Akpol dulu juga diceburkan ke kolam,” ujarnya disambut gelak tawa anggota DPRA.

Akhir pekan lalu, polisi menangkap 65 punkers setelah membubarkan konser musik di Taman Budaya Banda Aceh. Kemarin, merka digelandang ke sekolah polisi di Saree, Aceh Besar. Di sana, mereka dicukur rambut dan dimandikan ke dalam kolam.

Tindakan polisi ini mengundang perhatian luas media asing. []

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.