Friday, February 21, 2020

Tangkap Punkers, Kapolda Ditelepon Dubes Asing

Must Read

Periksa Identitas Pengguna Jalan

Polisi memeriksa kartu identitas penumpang bus saat razia di Padang Tiji, Pidie, Rabu (3/3). Polisi masih melakukan pencarian terhadap...

Gadis Australia Bela Muslim yang Dilecehkan di Kereta Api

SYDNEY | ACEHKITA.COM – Stacey Eden, 23, gadis Australia membela pasangan Muslim asal Pakistan yang dilecehkan saat mereka menumpang...

Aceh United dan Kalteng Putra Berbagi Angka di Laga Perdana

BIREUEN | ACEHKITA.COM - Juara tiga klasemen akhir wilayah barat, Aceh United, gagal meraih kemenangan dalam laga perdana babak...

FIFA Jaring 23 Pemain Terbaik Dunia

ZURICH | ACEHKITA.COM – Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) membeberkan 23 nama pemain calon pemain terbaik dunia 2009. Cristiano...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Penangkapan 65 punkers di Banda Aceh oleh pihak kepolisian berbuntut panjang. Kepala Kepolisian Aceh Inspektur Jenderal Iskandar Hasan mengaku ditelepon dua duta besar asing.

“Gara-gara menangkap anak punk, saya ditelepon dua duta besar kemarin,” kata Kapolda Iskandar Hasan di hadapan duabelas anggota DPRA, Kamis (15/12).

Duta besar yang menelepon Kapolda menanyakan kasus penangkapan anak punk yaitu Jerman dan Perancis. “Mereka menanyakan kenapa polisi menangkap anak punk,” ujar dia.

Kapolda mengaku heran dengan besarnya perhatian negara asing terhadap kasus penangkapan punkers. Kapolda menyebutkan, dua duta besar itu mempersoalkan kenapa mereka diceburkan ke dalam kolam.

“Saya bilang ini tradisi. Saya saja waktu masuk Akpol dulu juga diceburkan ke kolam,” ujarnya disambut gelak tawa anggota DPRA.

Akhir pekan lalu, polisi menangkap 65 punkers setelah membubarkan konser musik di Taman Budaya Banda Aceh. Kemarin, merka digelandang ke sekolah polisi di Saree, Aceh Besar. Di sana, mereka dicukur rambut dan dimandikan ke dalam kolam.

Tindakan polisi ini mengundang perhatian luas media asing. []

5 COMMENTS

  1. Punk di Indonesia itu ikut menyebarkan syiar Islam (Lihat: http://punkmuslim.multiply.com/). Hati-hati kalau sembarangan menindas, apalagi ini mau peringatan 7th tsunami Aceh. Istighfar. Jangan sampai diturunkan bala kembali. Sesungguhnya Allah itu Maha Adil.

  2. hahaha! polisi terlibat narkotik + polisi mau membina moral anak punk = logika dunia apakah ini? Tak ada malu pulak. Ketakutan Elliza dkk terhadap budaya punk menjadi tanda beapa rapuhnya kesadaran dan kemandiraan mental anak aceh sehingga mereka harus membasmi budaya yang dianggap mengganngu. Kenapa menggaggu kalau memang karakter pendididkan aceh sudah kuat? mereka akan hilang sendiri kalau tak ada yang merespon. punk mati kalau tanah budaya aceh damai tak mendukung model mereka, bukan dengan menghantam mereka dan mencari alasan picisan atas nama moral sehingga lestasi budaya kekerasan dalam damai. Mungkin eliiza tak terlalu peduli kalau pilkada masih jauh.

  3. Media asing itu latah, bias. Sebias orang-orang latah di Aceh sendiri yang seolah-olah bikin Aceh cuma jadi satu-satunya yang menggaruk anak punk.

    Jakarta dulu bikin yang sama macam berita ini:
    http://news.okezone.com/read/2011/06/23/338/471798/anak-punk-diciduk-polisi-di-stasiun-jakarta-kota
    Tak ada yang heboh. Sampai duta besar nelpon? Di Amerika, mau itu anak punk mau anak senator, kalau dia mengganggu ketentraman penduduk dan penduduk merasa resah, mereka bisa menelepon polisi untuk menciduk. Tak ada yang bilang itu pelanggaran HAM. SAYA LEBIH HERAN DENGAN ORANNG ACEH YANG MEMBESAR-BESARKAN MASALAH INI TANPA MENGINDAHKAN KEBEBASAN MASYARAKAT JUGA UNTUK MERASA TENTRAM.

  4. KLO ANGGOTANYA YANG TERLIBAT NARKOBA TAK DIHUKUM.TAPI CUMA DISENSASI SAJA.DASAR BIADAP,TAK BERPRIKEMANUSIAAN.BIBIR PANCASILA,PRILAKU KAYAK BINATANG.KLO UNTUK GOLONGANNYA HANYA BERLAKU HUKUM PURA2 TAPI UNTUK RAKYAT KECIL,JANGAN TANYALAH DIBABAT HABIS,BILA PERLU TEMBAK DITEMPAT.DASAR SETAN?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta,...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

Persiraja Resmi Kontrak Pemain Timnas Lebanon Samir Ayass

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Persiraja resmi mengikat kontrak pemain Timnas Lebanon, Samir Ahmed Ayass, selama satu musim. Tanda tangan kontrak pemain untuk slot...

More Articles Like This