Thursday, May 28, 2020

Tak Ada Aktor Tunggal dalam Perdamaian Aceh

Must Read

Ada Pihak Ingin Rusak Perdamaian: Wakil Ketua MPR

JANTHO | ACEHKITA.COM -- Wakil Ketua MPR Ahmad Farhan Hamid meragukan keberadaan teroris di Aceh. Ia menduga, kelompok bersenjata...

Unsyiah Kirim 1.878 Mahasiswa Bangun Gampong

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Samsul Rizal melepas 1.878 mahasiswa program Kuliah Kerja Nyata (KKN)...

Illiza: Hari Valentine Bukan Budaya Islam

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Walikota Illiza Saaduddin Djamal meminta remaja Banda Aceh untuk tidak merayakan Hari Valentine yang...

FOTO | Lampulo Hari Ini

DALAM dua hari terakhir, harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lampulo terus merosot. Jaidani, seorang pedagang di TPI menuturkan,...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Ketua Tim Kampanye Pusat Calon Presiden SBY-Boediono, Anas Urbaningrum, mengatakan tidak ada tokoh tunggal dalam proses perdamaian di Aceh.

Pernyataan itu disampaikan Anas pada pendeklarasian tim Kampanye Daerah SBY-Boediono Provinsi Aceh, Kamis 18/6 di Banda Aceh.

“Tidak ada aktor tunggal dalam perdamaian di Aceh. Perdamaian melibatkan banyak aktor yang memberikan kontribusi penting dalam mewujudkannya,” tegas Anas menepis adanya klaim aktor tunggal dalam proses perdamaian seperti disampaikan kubu calon presiden yang diusung Partai Golkar dan Partai Hanura, M. Jusuf Kalla, yang sempat berkunjung ke Aceh beberapa waktu lalu.

Menurut Anas, proses perdamaian di Aceh tak terlepas dari faktor kepemimpinan Presiden SBY dan peran penting yang dimainkan Jusuf Kalla, selaku Wakil Presiden dalam proses perundingan.

“Tentu saya perlu menyebutkan semua aktor yang memberikan kontribusi dalam proses perdamaian di Aceh. Tentu kita akan kualat bila melupakan semua aktor yang berperan dan memberikan kontribusi dalam proses perdamaian di Aceh,” jelas mantan anggota Komisi Pemilihan Umum itu.

Ia mengatakan, TNI juga memiliki peran sangat penting dalam mendukung proses perdamaian di bumi Iskandar Muda itu.  

“CoHA gagal di Aceh karena TNI dulu memiliki tradisi gebuk dan sikat,” sebut Anas mengoreksi kepemimpinan Panglima TNI saat itu.

Untuk itu dia berharap perdamaian yang telah terbina saat ini, sebagai modal dasar bagi Aceh dalam mengejar dan meningkatkan ketertinggalan dan kemajuan pembangunan pascakonflik berkepanjangan.

Selain Anas Urbaningrum, deklarasi Tim kampanye daerah  SBY-Boediono yang berlangsung di Taman Sari, Kamis sore, juga diisi kampanye wakil ketua dewan pakar Timkada Aceh, Muhammad Nazar yang juga wakil gubernur Aceh, dan Azwar Abubakar, politisi PAN yang juga mantan penjabat gubernur Aceh.

Di sisi lain Anas juga menyingung alasan SBY memilih Boediono yang bukan dari partai poltik, sebagai wakilnya. Hal ini kata Anas karena SBY ingin menjadikan lembaga kepresidenan sebagai lembaga kerja, untuk menjadikan masa depan yang lebih menjanjikan.

“Bukan berarti pasangan politik tidak baik, tapi ini akan lebih menjanjikan karena bila wakilnya dari partai politik, dikhawatirkan akan menjadi forum untuk berpolitik sendiri-sendiri,”ungkap Anas.

Menurut Anas hanya dengan forum untuk bekerja seluruh masalah bangsa akan terselesaikan dengan baik. Dikatakan ini lah yang menjadi tujuan mengapa seluruh rakyat harus memenangkan pasangan SBY Boediono.

“Kalau modal dasar kita yang 56 persen kursi dan 58 persen suara, bisa dijaga maka kita berkeyakinan kedepan kita akan mendapat pasangan presiden yang ideal untuk melanjutkan pembangunan,” ungkap Anas. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi Saiful Mahdi* Saya hanya mengikuti selintas heboh "nasi anjing". Nasi bungkus ini dibagikan di kawasan...

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik Idul Fitri 1441 H bagi...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

More Articles Like This