Thursday, February 27, 2020

Setelah Satu Dekade Damai Aceh

Must Read

Fans MU Banda Aceh Gelar Turnamen Futsal

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Fans klub Manchester United di Banda Aceh, United Indonesia, menggelar turnamen futsal internal dalam...

Fotografer Pase Gelar Pameran Foto Jalanan

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM -- Para fotografer yang tergabung dalam Pasee Photographers Community atau dikenal Pasphoto, kembali menggelar pameran foto...

Calon Pengantin Jadi Buronan

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM – Muzakkir alias Kiet harus berurusan dengan polisi, sehari menjelang pernikahan. Penyebabnya, warga Desa Siem,...

Persiraja Kembali Kalah di Laga Uji Coba

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Di laga uji coba ketiga, Selasa (8/11), Persiraja kalah 0-1 dari Persis Solo. Kekalahan...
Avatar
Taufik Al Mubarakhttp://www.jumpueng.blogspot.com
Taufik Al Mubarak, blogger yang aktif menulis isu Aceh, jurnalisme, blogging dan artikel motivasi.

Ketua Fraksi Partai Aceh, Kautsar, menulis di akun twitter miliknya, @kautsar03 (12/08) “[…] Kita gagal merumuskan rencana perjuangan pasca-damai. Kita tersesat dalam perebutan kekuasaan semata.”

Kicauan tersebut terasa istimewa, bukan semata-mata karena disuarakan petinggi partai berkuasa di Aceh, melainkan karena beberapa alasan. Pertama, jarang sekali ada elit politik di Aceh, terutama dari kalangan Partai Aceh, partai yang didirikan para mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), mengakui kelemahan terutama dalam merumuskan dan menyiapkan blue print pembangunan Aceh pasca-damai.

Sebenarnya, kelemahan tersebut tak melulu kesalahan elit GAM, karena masyarakat sipil sendiri gagal mengambil peran dalam proses transisi di Aceh. Mereka lebih memilih membebek pada kekuatan GAM, sebagai penentu kebijakan pembangunan di Aceh pasca-damai.

Kedua, jika diukur dari rentang waktu, yaitu setelah sepuluh tahun usia perdamaian, pengakuan tersebut tergolong lambat. Dua periode para eks kombatan GAM memegang tampuk kekuasaan di Aceh (sebagai legislatif dan eksekutif), Aceh belum juga beranjak dari daerah terbelakang dan sejahtera secara ekonomi. Pembangunan pun berjalan lamban. [Selanjutnya baca Setelah Satu Dekade Damai Aceh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This