Monday, December 9, 2019

Setelah Ketahuan Bocorkan Data Pengguna, Layanan Google+ Ditutup

Must Read

Ini Rute Kirab Obor Asian Games 2018 di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Api obor Asian Games 2018, Selasa (31/7) pagi, akan tiba di Aceh melalui Bandara...

Curi Motor, Pelaku Dibal-bal Massa

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM -- Seorang warga dibal-bal massa karena terkait kasus pencurian dan penggelapan sepeda motor di Desa Keude...

Begini Kronologi Kasus Pasien Bersalin di RSIA

BANDA ACEH -- Muslim terlihat tegar meski istrinya meninggal --termasuk bayi dalam kandungan sang istri-- dalam proses persalinan. Diduga,...

Polresta Gelar Simulasi Pengamanan Pilkada

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kepolisian Resort Kota Banda Aceh menggelar simulasi pengamanan pemilihan kepala daerah 2011 yang rencananya...

JAKARTA | ACEHKITA.COM — Celah keamanan (bug) di media sosial Google+ membocorkan 500.000 data pribadi pengguna. Data tersebut mencakup nama, alamat e-mail, pekerjaan, jenis kelamin, umur, dan data-data lain yang dimasukkan pengguna saat mendaftar.

Insiden keamanan ini sudah terjadi selama tiga tahun dari 2015 hingga Maret 2018 lalu. Namun, Google baru mengumumkannya ke publik pada Senin (8/10/2018) waktu setempat, melalui blog resminya.

Walau celah keamanan itu telah berhasil ditambal, namun Google memutuskan untuk menghentikan layanan jejaring sosialnya bernama Google+ itu.

Alasan Google tutup mulut selama berbulan-bulan, pascamemperbaiki celah keamanannya. Menurut sumber, Google tidak ingin mengundang pengawasan ketat dari regulator.

Selain itu, Google juga ingin mengumumkan insiden ini jika manajemen internal sudah membuat keputusan yang bulat, yakni menutup Google+ untuk selama-lamanya.

“Kami akan menonaktifkan Google+ untuk konsumen,” begitu tertera pada blog resmi Google, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Selasa (9/10/2018).

Project Strobe
Bukan cuma persoalan keamanan yang memicu Google menutup Google+, tapi juga kesadaran bahwa layanan tersebut tak memenuhi ekspektasi pengguna. Sebanyak 90 persen pengguna Google+ membuka akun mereka kurang dari lima detik.

“Versi konsumen dari Google+ memiliki tingkat penggunaan dan ikatan (engagement) yang sangat rendah,” Google mengakui.

Ke depan, Google bakal fokus meningkatkan keamanan pada layanan-layanannya melalui program audit yang dinamai “Project Strobe”. Program inilah yang pertama kali membuat Google sadar ada bug di Google+ selama bertahun-tahun.

Project Strobe secara umum bakal mengkaji akses para pengembang pihak ketiga ke data-data Google dan perangkat Android. Pada kasus Google+, ada 438 aplikasi pihak ketiga yang menggunakan API dengan bug berisiko, seperti dijelaskan sebelumnya.

Meski belum terbukti ada pengembang yang memanfaatkan celah ini, namun tetap saja merupakan tamparan bagi Google. Raksasa teknologi yang bermarkas di Mountain View itu berharap Project Strobe bisa terus dijalankan untuk menjamin keamanan pengguna.[]

KOMPAS.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

KUA Kecamatan Makmur Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini ke Siswa

BIREUEN | ACEHKITA.COM - Guna menekan angka pernikahan dini di bawah usia 19 tahun, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan...

Palembang Tuan Rumah Kongres dan Fesmed AJI 2020

Pengurus Nasional Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia akhirnya memilih Kota Palembang sebagai tuan rumah penyelenggaraan Kongres AJI dan Festival Media (Fesmed) Tahun 2020. Keputusan...

KIA Beri Anugerah Keterbukaan Informasi Badan Publik 2019 di Aceh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komisi Informasi Aceh (KIA) memberikan penghargaan Keterbukaan Informasi Publik 2019 kepada badan publik di Aceh. Pemberian anugerah keterbukaan informasi...

Plt Gubernur Sampaikan Duka Atas Meninggalnya Bupati Aceh Selatan

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Bupati Aceh Selatan, Azwir. Bupati Aceh Selatan, Azwir, meninggal dunia pada...

Gugatan Pemutusan Akses Internet Papua Berlanjut ke Persidangan

JAKARTA | ACEHKITA.COM — Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta memutuskan gugatan terhadap kebijakan pemerintah terkait pemutusan akses internet di Papua saat kejadian rusuh Agustus...

More Articles Like This