Thursday, February 27, 2020

Setelah Ketahuan Bocorkan Data Pengguna, Layanan Google+ Ditutup

Must Read

Hujan Terus Guyur Banda Aceh, Wali Kota: Waspada

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Hujan yang terus mengguyur kota Banda Aceh beberapa hari terakhir ini, Plt Wali Kota Banda...

TBA Belum Memiliki Standar Taman Budaya

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Meski belum mencapai standard yang ditetapkan secara nasional, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengaktifkan...

Presiden Batal Lantik Komjen Budi Gunawan

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo akhirnya mengambil keputusan terkait kisruh antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian RI, Rabu,...

SBY Dipilih Karena Ganteng

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM – Ada sejumlah alasan yang membuat Susilo Bambang Yudhoyono dipilih warga Aceh. Sejumlah warga yang ditanyai...

JAKARTA | ACEHKITA.COM — Celah keamanan (bug) di media sosial Google+ membocorkan 500.000 data pribadi pengguna. Data tersebut mencakup nama, alamat e-mail, pekerjaan, jenis kelamin, umur, dan data-data lain yang dimasukkan pengguna saat mendaftar.

Insiden keamanan ini sudah terjadi selama tiga tahun dari 2015 hingga Maret 2018 lalu. Namun, Google baru mengumumkannya ke publik pada Senin (8/10/2018) waktu setempat, melalui blog resminya.

Walau celah keamanan itu telah berhasil ditambal, namun Google memutuskan untuk menghentikan layanan jejaring sosialnya bernama Google+ itu.

Alasan Google tutup mulut selama berbulan-bulan, pascamemperbaiki celah keamanannya. Menurut sumber, Google tidak ingin mengundang pengawasan ketat dari regulator.

Selain itu, Google juga ingin mengumumkan insiden ini jika manajemen internal sudah membuat keputusan yang bulat, yakni menutup Google+ untuk selama-lamanya.

“Kami akan menonaktifkan Google+ untuk konsumen,” begitu tertera pada blog resmi Google, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Selasa (9/10/2018).

Project Strobe
Bukan cuma persoalan keamanan yang memicu Google menutup Google+, tapi juga kesadaran bahwa layanan tersebut tak memenuhi ekspektasi pengguna. Sebanyak 90 persen pengguna Google+ membuka akun mereka kurang dari lima detik.

“Versi konsumen dari Google+ memiliki tingkat penggunaan dan ikatan (engagement) yang sangat rendah,” Google mengakui.

Ke depan, Google bakal fokus meningkatkan keamanan pada layanan-layanannya melalui program audit yang dinamai “Project Strobe”. Program inilah yang pertama kali membuat Google sadar ada bug di Google+ selama bertahun-tahun.

Project Strobe secara umum bakal mengkaji akses para pengembang pihak ketiga ke data-data Google dan perangkat Android. Pada kasus Google+, ada 438 aplikasi pihak ketiga yang menggunakan API dengan bug berisiko, seperti dijelaskan sebelumnya.

Meski belum terbukti ada pengembang yang memanfaatkan celah ini, namun tetap saja merupakan tamparan bagi Google. Raksasa teknologi yang bermarkas di Mountain View itu berharap Project Strobe bisa terus dijalankan untuk menjamin keamanan pengguna.[]

KOMPAS.COM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This