Friday, May 29, 2020

Sepak Bola untuk Perdamaian 2018 di Banda Aceh Resmi Bergulir

Must Read

ACEHKITA.tv | Korban Trafficking Anak

Seorang anak menjadi korban perdagangan manusia di Meulaboh. Ia dijadikan sebagai pembantu rumah tangga.

Jamsostek Salurkan Beasiswa untuk Pelajar

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Memperingati Hari Pendidikan Nasional, perusahaan asuransi Jamsostek menyalurkan beasiswa bagi pelajar di tingkat sekolah...

KIP Sosialisasikan Pemilu untuk Nelayan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Sedikitnya 100 nelayan di tempat pendaratan ikan Lampulo Banda Aceh mengikuti sosialisasi pemilihan umum...

FOTO | Sumbangan untuk Rohingya

Aliansi Aceh Loves Rohingya melakukan orasi dan membentangkan spanduk di lampu merah Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Jumat (3/8)....

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Turnamen “Sepak Bola untuk Perdamaian 2018” di Banda Aceh resmi bergulir setelah dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, bertempat di Lapangan Jasdam IM, Neusu, Ahad (23/9).

Sebanyak enam SSB dan akademi sepakbola mengikuti turnamen “Football for Peace Festival 2018” di Banda Aceh. Usia pemain dibatasi di bawah 16 tahun.

Kota Banda Aceh menjadi salah satu kota di Indonesia dari empat kota yang menjadi lokasi digelarnya turnamen yang digagas oleh Yayasan Generasi Indonesia Internasional (Idgen) dan Komunitas Sepak Bola Uni Papua (Uni Papua Football Community), selain Manokwari, Bali dan Jakarta.

“Inilah kelebihan sepak bola, olahraga ini bisa menjadi sarana untuk mendamaikan. Bisa meningkatkan persatuan dan kesatuan dan mencegah konflik seperti sara. Dengan sepak bola kita bisa melupakan sejenak persoalan dan masalah yang ada,” kata Aminullah saat membuka turnamen secara resmi.

“Ini bisa juga kita manfaatkan sebagai ajang pencarian bakat pesepak bola muda. Banyak bibit-bibit muda kita yang belum muncul kepermukaan. Dengan event ini, kita mendapatkan kesempatan menemukan bakat mereka,” tambah Wali Kota.

Dampak positif lainnya yang diungkap Aminullah, sepakbola bisa menghindari anak muda dari penyalahgunaan narkoba. “Dengan bermain sepakbola, mereka tidak memiliki kesempatan mengenal narkoba,” ujarnya.

Sepakbola juga dinilai Aminullah memberi dampak ekonomi bagi masyarakat kecil dan juga memberikan hiburan bagi masyarakat.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

AJI Desak Politikus PSI Cabut Laporan terhadap Jurnalis Senior Farid Gaban

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengecam tindakan politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Muannas Alaidid yang melaporkan jurnalis senior Farid...

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi

Martabat dan Gengsi di tengah Pandemi Saiful Mahdi* Saya hanya mengikuti selintas heboh "nasi anjing". Nasi bungkus ini dibagikan di kawasan Tanjung Priok, Jakarta pada akhir...

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik Idul Fitri 1441 H bagi...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

More Articles Like This