Seekor Gajah Jinak di CRU Sampoiniet Mati Mendadak, Berikut Penjelasan BKSDA Aceh

0
172
Gajah di CRU Sampoiniet, Aceh Jaya. (Foto: Ucok Parta/acehkita.com)

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Seekor gajah jinak mati mendadak di Conservation Response Unit (CRU) Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. Penyebab kematian gajah jantan ini masih misteri. Hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuhnya.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Agus Arianto, mengatakan gajah jinak bernama Ollo itu mati pada Kamis (13/8) sekitar pukul 10.0 WIB dengan umur 24 tahun. Ollo sebelumnya ditangkap di Bahorok, Sumatera Utara, saat masih berusia 4 tahun.

“Sehari sebelum kematian gajah Ollo, kondisinya terlihat normal tidak ada tanda-tanda kesehatannya menurun,” ujar Agus kepada jurnalis, Jumat (14/8) pagi.

Agus menyebutkan, pada Kamis (13/8) pagi, gajah Ollo masih beraktivitas rutin, seperti membawa pelepah kelapa untuk makanannya dan gajah lain di CRU. Selain itu, gajah Ollo juga sempat dimandikan oleh mahout di sungai yang berada di belakang kamp CRU Sampoiniet.

Setelah gajah Ollo dimandikan, imbuh Agus, mahout turun dari atas gajah untuk mengambil rantai pengikat. Namun secara tiba-tiba gajah Ollo berlari menjauh dari mahout. Kemudian mahout mengejar Ollo yang berlari di lingkungan CRU hingga menyeberangi sungai.

“Sekitar 30 menit pengejaran, gajah Ollo ditemukan sudah terjatuh dan tidak bernyawa lagi,” kata Kepala BKSDA Aceh.

Mendapati kabar gajah Ollo mati dari tim CRU Sampoiniet, Agus kemudian meminta tim BKSDA Aceh dan tim Dokter Hewan Pusat Kajian Satwa Liar (PKSL) Unsyiah, turun ke lokasi untuk mengecek dan menekropsi guna mengetahui penyebab sementara kematian gajah Ollo.

Menurut Agus, dari hasil pengecekan di lapangan tidak ditemukan barang-barang mencurigakan. Sementara hasil nekropsi pada tubuh Ollo tidak ditemukan tanda kekerasan fisik, seperti luka tusuk, sayat, peluru, sengatan listrik, bakar, ataupun benturan benda tumpul.

“Pada pemeriksaan organ dalam/internal, secara makroskopis ditemukan abnormalitas berupa organ dalam terlihat anemis (pucat), hiperemi dan sianosis pada bagian usus, ditemukan juga banyak cairan pada jantung, jantung pada bagian apek juga diselaputi oleh lemak,” ujar Agus.

Agus menambahkan, untuk mengetahui kepastian penyebab kematian gajah Ollo, sampel organ yang meliputi hati, jantung, usus, limpa, isi usus, dan lidah akan dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik untuk dilakukan uji laboratorium.

“Ini merupakan kabar yang menyedihkan bagi kami. Di mana sehari setelah diperingati Hari Gajah Sedunia pada tanggal 12 Agustus, kami mendapati kabar gajah jinak Ollo mati,” ujarnya.[]

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.