Thursday, April 2, 2020

SBY Komit Penegakan HAM : Ketua Komnas HAM RI

Must Read

Perolehan Kursi Ditetapkan Pekan Depan

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Komisi Independen Pemilihan Aceh akan melaksanakan sidang pleno untuk menetapkan perolehan kursi partai politik...

MaTA Serahkan Rekam Jejak Calon Anggota KIA ke DPRA

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menyerahkan hasil rekam jejak (tracking) calon anggota Komisi Informasi Aceh...

Lagi, Gajah Ditemukan Mati

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kematian gajah Sumatera kembali terjadi di Aceh. Awal pekan ini, seekor gajah Sumatera ditemukan...

Harga Pertamax Turbo di Aceh Rp8.850/Liter

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - PT Pertamina meluncurkan bahan bakar baru jenis Pertamax Turbo di Kantor Pertamina Aceh di...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Ketua Komnas Hak Azasi Manusia (HAM), Ifdhal Kasim mengatakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), presiden yang terpilih kembali pada pemilihan presiden 8 Juli lalu, telah menyatakan komitmennya dalam penegakan HAM di Indonesia, termasuk Aceh.

Berbicara di depan peserta diskusi Konsultatif tentang Penyelesaian Pelanggaran HAM di Aceh, Selasa (28/07) Ifdhal mengakui SBY telah mengatakan keseriusannya dalam penegakan HAM masa lalu melalui pengungkapan kebenaran dan rekonsiliasi. “Tugas kita untuk menagih janji itu, apalagi kesibukan dalam proses pemilu telah usai,” ujarnya.

Menurut Ifdhal, pihaknya terus mendorong dan memastikan adanya skenario yang jelas dalam penegakan HAM di Indonesia. Pihaknya juga terus mendorong lahirnya Undang Undang tentang Komisi Kebenaran dan Rekonsialiasi (KKR) yang baru, setelah UU KKR sebelumnya dibekukan Mahkamah Konstitusi.

Diakuinya, proses penegakan HAM masa lalu sulit dilakukan pada sebuah negara yang sedang mengalami masa transisi. Tak hanya Indonesia, juga negara-negara lain di belahan Asia, Afrika dan Amerika Latin. Karena hal itu dianggap mengganggu pembangunan.

Tetapi negara tetap tidak boleh meninggalkan kewajibannya dalam menegakkan HAM. Banyak negara transisi kemudian mencari kompromi. Artinya tidak hanya mengandalkan pengadilan HAM, tetapi juga melalui mekanisme rekonsiliasi.

Menurutnya, KKR nantinya bisa menampung informasi dari korban terhadap kekerasan masa lalu untuk diadakan penyelidikan. Hubungan antara pengadilan dengan KKR bersifat saling berhubungan dan melengkapi, dengan memilah kasus-kasus yang terjadi, mana yang bisa diselesaikan melalui KKR dan perlu diselesaikan melalui pengadilan HAM sesuai dengan UU nomor 26 tahun 2000.

“Yang penting kita dorong adalah adanya sebuah komitmen politik yang jelas. Ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah pusat, tapi juga daerah.” []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

Ruang Outbreak Pinere RSUDZA Dijadikan Tempat Isolasi Pasien COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - RSUDZA Banda Aceh telah memiliki 12 ruang Outbreak Pinere (Penyakit Infeksi New-Emerging dan Re-Emerging) pada Selasa (31/3/2020). Ke-12 ruang...

Update Corona di Aceh: 5 Positif, 2 Meninggal, 44 PDP, 797 ODP

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona di Aceh bertambah 177 orang menjadi 797 orang per Selasa (31/3/2020) pukul 15.00...

Cegah Corona, Masjid Raya Baiturrahman Disemprot Disinfektan Sebelum Salat Jumat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Enam belas personel gabungan dari unit KBR (kimia, biologi, radio aktif) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Aceh dan...

More Articles Like This