Wednesday, May 27, 2020

SBY Bertemu Jokowi

Must Read

ASUS Pimpin Pasar Notebook Indonesia

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Produsen notebook ASUS berhasil menguasai 35 persen market share (pangsa pasar) penjualan notebook di...

Pemerintah Masih Persoalkan Wali Nanggroe

JAKARTA -- Meski sudah dikukuhkan, Pemerintah Pusat tetap masih mempersoalkan wali nanggroe. Pasalnya, Kementerian Dalam Negeri belum menerima jawaban...

RALAT | Vonis Bebas Akmal Disambut Beragam

UPDATE: Redaksi acehkita.com menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Akmal Ibrahim, mantan Bupati Aceh Barat Daya, Kami keliru dalam mengutip...

Penjualan Tiket Final AFF Didonasikan Pada Korban Gempa Aceh

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Dukung  Tim Nasional Indonesia untuk menjadi juara Piala AFF Suzuki Cup 2016, dengan cara menyaksikan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Presiden Joko “Jokowi” Widodo menerima kunjungan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9/3) siang.

Jokowi langsung mengajak SBY makan siang bersama, yang kemudian dilanjutkan veranda talk sambil minum teh. Beberapa saat kemudian, keduanya menerima pertanyaan wartawan yang sudah menunggu.

“Seperti yang sudah sering saya sampaikan, bolak balik kan sudah saya sampaikan bahwa saya akan mengatur waktu untuk beliau, Pak SBY. Hari ini Alhamdulillah beliau pas juga ada waktu, saya juga ada, artinya kita janjian dan ketemu,” kata Jokowi mengawali keterangan pers bersama SBY.

Menurut Jokowi, pertemuannya dengan SBY sudah direncanakan. Hanya saja, kadang-kadang dia ada waktu, SBY tidak ada waktu. Ketika SBY ada waktu, Jokowi pas ada acara.

“Nah sekarang (bisa ketemu), waktunya sekarang, sudah,” ujarnya seperti dikutip dari laman setkab.go.id.

Mengenai materi yang dibicarakan, menurut Jokowi, banyak hal, baik berkaitan dengan politik nasional maupu ekonomi nasional.

“Namanya diskusi kan banyak hal dan hal-hal yang lain-lainnya,” jelasnya.

Sebagaimana disampaikan SBY, Jokowi setuju bahwa tradisi politik dari presiden sebelumnya ke presiden berikutnya itu memang harus dilakukan.

Kedua, berkaitan dengan budaya estafet, pembangunan yang sebelumnya diteruskan oleh pembangunan presiden berikutnya. Kalau estafet itu terus bisa dilakukan, budaya estafet itu, Jokowi meyakini, negara ini gampang mencapai sebuah titik target bagi kebaikan rakyat, bagi kebaikan negara.

“Saya kira ke depan tradisi yang baik, pergantian dari presiden sebelumnya ke presiden berikutnya, itu harus terus ditradisikan. Yang kedua juga tadi, budaya estafet itu harus kita miliki, sehingga jangan sampai kita memulai terus dari awal, memulai terus dari awal. Itu yang harus ditradisikan,” tutur Jokowi.

Sedangkan SBY mengaku bersyukur dan bergembira karena Jokowi bisa menyediakan waktu untuk bertemu dengannya. SBY berharap pemerintahan ini semakin sukses.

“Pertemuan ini sebetulnya sudah digagas dan dirancang cukup lama, tapi Alhamdulillah hari ini berlangsung,” kata SBY.

Dalam pertemuan itu, SBY mendengarkan penjelasan Jokowi mengenai apa saja yang menjadi agenda pemerintah, agenda nasional.

SBY juga tak lupa mengucapkan selamat atas keberhasilan menjadi tuan rumah, baik kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud, maupun penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indian Ocean Rim Association (IORA) yang baru saja selesai.

“Ini menunjukkan bahwa Indonesia terus berperan di panggung internasional,” ujarnya.

Bersama Jokowi, SBY mengaku mendiskusikan bahwa negara ini harus semakin maju, negara Pancasila, negara Bhinneka Tunggal Ika, negara yang mengayomi semua.

“Komitmen beliau (Presiden Jokowi) sama lah dengan komitmen saya, komitmen para mantan Presiden, ingin membangun negara dan ingin negara kita makin ke depan makin baik,” tegasnya.

SBY menambahkan karena jarang bertemu atau sudah lama tidak bertemu, mungkin saja ada informasi-informasi yang tidak sepatutnya didengar, baik oleh Jokowi ataupun dirinya sendiri.

“Tadi suasananya baik sekali karena dapat dijadikan sebagai ajang tabayyun. Seperti yang saya duga, beliau tetap percaya bahwa seorang SBY itu juga ingin berbuat yang terbaik untuk negara ini, untuk pemerintahan beliau,” papar SBY.

Dalam pandangan Presiden RI dua periode (2004-2014) tersebut, Jokowi ingin betul membangun negeri ini.

“Kalau seloroh saya, Presiden ini hidupnya tidak tenang, kiri salah kanan salah, maju kena mundur kena. Itu saya sampaikan kepada beliau, saya alami juga dulu ketika 10 tahun memimpin Indonesia. Tapi saya tahu beliau akan tegar terus menghadapi berbagai ujian sejarah ini,” kata SBY.

Untuk itu, SBY mengajak masyarakat mendoakan semoga separuh perjalanan (bulan depan sudah separuh jalan kabinet yang dipimpin Presiden Jokowi), tinggal separuh jalan lagi.

“Harapan saya semakin sukses. Kalau pemerintah sukses kan rakyat kita juga senang,” tegasnya.

Ditanya wartawan mengenai perasaannya bisa bertemu Jokowi, SBY kembali mengulang pernyatannya dirinya bersyukur dan gembira, bisa saling kembali menjalin komunikasi.

“Beliau juga mengingatkan tadi, indahnya dulu transisi dari saya ke beliau, tradisi politik yang baik. Tentu ini mestinya terus berlanjut di masa yang akan datang,” terang SBY seraya menambahkan, kalau ada klub Presiden dan mantan Presiden akan baik seperti ini, bisa saling berkomunikasi.

Setelah bertemu Presiden Jokowi, SBY berharap tidak ada lagi miskomunikasi antara dirinya dengan jajaran pemerintah.

“Saya senang sekali, saya bisa menjelaskan, beliau mendengar dengan seksama. Saya juga bisa mendengar dari beliau. Alhamdulillah ini awal yang baik, karena tidak baik kalau ada miskomunikasi, misinformasi di antara beliau dengan saya, ataupun di antara kami-kami lah yang pernah memimpin negara,” pungkas SBY.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Soal Larangan Mudik, Kankemenag Kabupaten/Kota se-Aceh Diminta Pantau ASN

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Djulaidi, kembali mempertegas larangan mudik...

17 Tahun Darurat Militer Aceh: Merawat Ingatan Kolektif Dampak Kekerasan

KontraS Aceh menggelar diskusi publik via online Zoom Meeting, Selasa (19/5/2020). Pertemuan ini menguak pengalaman dari sudut pandang pembicara, yakni; Faisal Hadi (Manajer Program...

Update Corona 14 Mei: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Tak Bertambah dalam Sepekan Terakhir

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kasus positif terinfeksi virus Corona di Aceh tidak ada penambahan kasus baru dalam sepekan terakahir. Kasus positif Covid-19 terakhir...

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Aceh Bertambah Jadi 12 Orang

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Pasien positif Covid-19 asal Bener Meriah berinisial BD (24), dinyatakan telah sembuh. Santri dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan,...

KONI Aceh Serahkan Bonus untuk Atlet Peraih Medali Pra-PON, Porwil dan SEA Games

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Aceh menyerahkan bonus uang tunai kepada para atlet dan pelatih peraih medali di ajang...

More Articles Like This