Friday, April 10, 2020

RSUZA Kembali Dilaporkan ke Polisi

Must Read

Warga Harap Pilkada Berlangsung Aman

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Warga di Banda Aceh berharap pelaksanaan pilkada dapat berjalan aman dan damai. Harapan tersebut...

Aceh Selatan Masih Terendam Banjir: Plt Gubernur Tinjau ke Lokasi

ACEH SELATAN | ACEHKITA.COM - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Aceh Selatan pada Selasa (18/12). Sebanyak 402 jiwa dilaporkan...

Pembunuh Keponakan Divonis 15 Tahun Penjara

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Ibrahim bin Mustafa (35), terdakwa yang membantai keponakannya sendiri, Nailun Najwiyah (6), di Desa...

Besok, Buku Seri Tokoh GAM Dibedah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Penerbit Pale Media Prima Yogyakarta, Kamis (12/1) besok akan membedah buku seri tokoh Gerakan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Keluarga Riza Nova Rianti (12), pasien yang meninggal diduga akibat tindakan malpraktik dokter di Rumah Sakit Zainoel Abidin, kembali melaporkan pihak rumah sakit pelat merah itu ke Polda Aceh, Kamis kemarin.

Laporan bernomor BL/177/XI/2009/ROOPS tanggal 5 November 2009 itu, dilayangkan karena hingga kini, pihak RSUZA belum memberi salinan rekam medik meski telah diminta oleh keluarga.

Samsiar, ibu korban, mengatakan, kuasa hukumnya telah meminta salinan rekam medis dua kali kepada pihak RSUZA, namun permintaan itu tak pernah dikabulkan.

Permintaan rekam medik telah dilayangkan pada 6 Agustus dan 14 Oktober lalu kepada Direktur RSUZA. Samsiar memberi tenggat 3×24 jam kepada rumah sakit untuk menyerahkan salinan rekam medik itu kepada keluarga. Salinan rekam medik yang diminta itu sejak Riza masuk rumah sakit hingga meninggal pada 5 Agustus lalu.

Menurut Samsiar, pihak keluarga tidak mengetahui alasan apa sehingga rumah sakit enggan memberikan salinan. Padahal, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No 269 Pasal 12, isi rekam medis merupakan milik pasien.

“Aturannya jelas bahwa rekam medis harus dilengkapi setelah pasien selesai menerima pelayanan, dan itu hak pasien,” kata Safaruddin, kuasa hukum keluarga Riza.

Menurut Safaruddin, keinginan pihaknya untuk memperoleh rekam medik tersebut untuk mengetahui riwayat perawatan yang dilakukan oleh tim okter yang menanganinya.

Sesuai Pasal 79 Undang-Undang No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, tidak memberi salinan rekam medis kepada keluarga merupakan tindak pidana.

“Untuk itu kami telah melaporkan RSUZA ke Polda Aceh, dan diterima Kepala Biro Oprasi Polda Aceh,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, keluarga Riza melaporkan pihak RSUZA ke Polda Aceh karena tidak puas dengan penanganan tim dokter Rumah Sakit itu. Samsiar ibu korban menilai dokter salah mendiagnosa korban hingga meninggal dunia. Meski laporan pertama belum ditindaklanjuti polisi, keluarga kembali melaporkan RSUZA karena tidak memberikan salinan rekam medik. []

7 COMMENTS

  1. Kalo dipiker2 kenapa orang jerman mau membangun RS utk RSZA tapi mengapa RSZA tdk mau memberikan rekam medik kepada keluarga pasien? Mohon penjelasan dr pihak GTZ mengenai masalah ini.

  2. dengan di sebabkan jangang pakai orang sogok 2 di aceh managemen tak ada dan bodoh sudah lewat duit ada ,,,,,,,,,,,,,kkn ,,,,,,masih duduk di bawah meja tunggu duit 80 juta untuk lewa .semua begitu masuk polisi sogok 80 gerenti lewat semua begitu ,masih banyak suharto di aceh,

  3. ahlan, lagi2 RSUZA cari gara2 dan terus bermasalah, bgm dan kapan bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan paripurna serta dapat diterima oleh seluruh rakyat aceh ???, sementara sarana dan fasilitas cukup memadai ???.
    gubernur aceh harus mereformasi kinerja/managemen RSUZA yang buruk termasuk dugaan kasus korupsi bbrp alat medik CT scan-cath lab-MRI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Banyak Warga Aceh Belum Peroleh Pengetahuan Terkait COVID-19

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebagian besar warga di Aceh sampai saat ini disebut belum memperoleh pengetahuan mengenai virus...

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

More Articles Like This