Wednesday, April 8, 2020

Resahkan Warga, BKSDA Aceh Tangkap Buaya Muara

Must Read

Kutuk Pemerkosa Murid MIN, FPAA Galang Tandatangan Warga

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Puluhan jurnalis dan aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Forum Peduli Anak Aceh menggelar aksi...

Motif Penculikan Sekretaris ULP Karena Ekonomi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kepala Kepolisian Daerah Aceh Irjen Husein Hamidi menyebutkan bahwa motif kasus penculikan Sekretaris Unit...

Gali Makam

Warga menggali kuburan untuk jenazah Hasan Tiro di samping makam Teungku Chik di Tiro yang berada di Desa Meureue,...

Di TKP, Polisi Tak Temukan Selongsong Peluru

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Kasus pemberondongan mobil yang ditumpangi Bupati Bener Meria Tagore Abubakar masih menyimpan misteri. Polisi...

Personil Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh, Seksi Konservasi Wilayah 2 Subulussalam Resor 15 Tapaktuan menangkap seekor buaya muara (Crocodylus porosus) di Desa Ujung Mangki, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, Senin (4/3). Buaya jantan itu dievakuasi oleh petugas karena sering terlihat di permukiman dan kian meresahkan warga.

Penangkapan buaya sepanjang 2,8 meter itu dilakukan dengan memasang perangkap sejak 26 Februari. Sehari sebelumnya, warga khawatir kemunculan buaya di sekitar permukiman.

Warga melaporkan keberadaan seekor buaya tersebut kepada petugas. Tim dibentuk, dan bergerak cepat memasang perangkap. Tetapi, setelah tiga hari pemasangan perangkap yang diberi umpan itu, upaya petugas belum membuahkan hasil.

“Baru pada 4 Maret buaya masuk perangkap. Menurut keterangan masyarakat, buaya yang masuk perangkap tersebut merupakan yang selama ini muncul di sekitar pemukiman,” kata Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, Selasa (5/3).

Sapto menambahkan, buaya tersebut kemudian dibawa ke kantor BKSDA Aceh di Banda Aceh untuk diamankan. Pihaknya nanti akan mempertimbangkan kembali buaya tersebut akan dilepasliarkan habitatnya atau ke lembaga konservasi di Aceh.

“Kita lepasliarkan apabila ada lokasi yang memungkinkan atau dititipkan ke lembaga konservasi yang ada di Provinsi Aceh,” tutur Sapto. Menurut dia, buaya muara merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi dari kelompok mamalia famili Crocodylidae. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This