Ucok Parta/ACEHKITA.COM

ACEH BESAR | ACEHKITA.COM — Ratusan bibit mangrove yang ditanam di bibir pantai Kecamatan, Peukan Bada, Aceh Besar, mati. Pasalnya, bibit itu ditanam tidak cocok dengan tanahnya.

Pantauan acehkita.com, Rabu (22/1/2015) bibit yang mati itu ditanam rapi berbentuk satu barisan panjang. Bibit mangrove yang mati banyak yang sudah berjatuhan ke tanah dan digenangi air laut. Ratusan bibit mangrove yang mati kebanyakan dari jenis Rhizopora sp atau masyarakat menyebutnya bak bangka, tidak tumbuh dengan baik.

Bibit mangrove tersebut ditanam sejumlah lembaga yang peduli dengan lingkungan, mahasiswa dan juga masyarakat setempat.

Irma, warga Peukan Bada, menyebutkan, faktor tanah merupakan penyebab utama mangrove yang ditanam tidak berhasil tumbuh. ‚ÄúTanah di sini dulu lumpur sangat bagus untuk ditanam mangrove, tapi setelah tsunami tanahnya sudah berubah jadi banyak pasir makanya tidak cocok lagi untuk ditanam mangrove,” kata Irma.

Hal senada dikemukakan Fauzi. Menurut warga Desa Lamteungoh itu, dulu pernah ada yang melakukan penelitian tentang tanah di sekitaran Peukan Bada. Hasil penelitian itu menunjukkan tanah di sana tidak cocok lagi untuk ditanam mangrove. Meski begitu, di beberapa lahan ada juga beberapa mangrove yang berhasil tumbuh dengan baik di kawasan ini seperti jenis Avicennia sp atau masyarakat sering menyebutnya bakau api-api. []

INDAH PERMATASARI

ACEHKITA.COM menerima bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.