Wednesday, April 8, 2020

Punk: Apa Salah Kami Ditangkap?

Must Read

Bertemu SBY, Martunis Si Anak Angkat Cristiano Ronaldo Menangis Haru

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Pemuda korban tsunami 2004 yang kemudian menjadi anak angkat pesepakbola Cristiano Ronaldo, Martunis, pada...

Komitmen Penegakan Hukum di Aceh Lemah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Komitmen penegakan hukum di Aceh baik oleh institusi kepolisian maupun kejaksaan dinilai masih sangat...

Sarjani Unggul Sementara di Pidie

SIGLI | ACEHKITA.COM -- Pasangan calon bupati Pidie yang diusung Partai Aceh Sarjani Abdullah-M. Iriawan unggul sementara di sejumlah...

Uji Materi Dikabulkan, Abdullah Puteh Bisa Ikut Pilkada Aceh

JAKARTA -- Abdullah Puteh, mantan gubernur Aceh, boleh bernafas lega setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan mengabulkan gugatannya. Kemarin, MK mengabulkan...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

SEULAWAH | ACEHKITA.COM — KEPALANYA plontos sudah. Licin. Pemandangan ini kontras dengan sehari sebelumnya: berambut panjang dan acak-acakan. Sore itu, Selasa (13/12), petugas dari Sekolah Polisi Negara Seulawah mencukur habis rambut lelaki berusia 20 tahun ini.

Chaideer Mahyuddin/ACEHKITA.COM
Fauzan nama lelaki itu. Dia mengikuti komunitas punk di Banda Aceh. Bersama 64 temannya yang lain, ia ditangkap Polisi Banda Aceh di Taman Budaya Aceh yang terletak di Jalan Teuku Umar Seutui, Sabtu (10/12) malam. Di sana, mereka menggelar konser musik. Konser, yang di surat izin disebut untuk penggalangan dana bagi panti asuhan, dihadiri puluhan punker dari Aceh, Jakarta, Bekasi, Medan.

Ditemui di SPN Seulawah, raut muka Fauzan terlihat sedih sore itu. Ia nyaris tak bersemangat setelah rambut kesayangannya hilang. “Apa salah kami?” gugatnya. Suara Fauzan terdengar lemas.

Fauzan bilang, anak punk di Banda Aceh tak pernah melakukan aksi-aksi kriminal. “Kami tidak merampok, tidak pula mengganggu orang lain,” ujar Fauzan.

“Jadi, apa salah kami dibawa ke sini?” sebut Fauzan.

Fauzan mempertanyakan tanggungjawab polisi dan Pemerintah Kota Banda Aceh setelah menangkap dan “menyekolahkan” mereka di SPN Seulawah.

“Siapa yang menanggung kami? Bagaimana kami menghidupkan diri sendiri setelah dibawa ke sini? Tolonglah kami. Kenapa kami harus ditangkap dan dibawa ke sini?” lanjut Fauzan.

“Negara ini kan tidak melarang warganya dalam mengekspresikan kreativitasnya…” ujar Fauzan.

Di antara punker juga ada yang sedang bekerja di sebuah bank di Medan, Sumatera Utara. “Bagaimana ini, Bang. Aku lagi outsourcing di bank di Medan. Kan bisa dipecat gara-gara lama tidak masuk,” ujar seorang punker yang menolak menyebutkan namanya.

Penangkapan komunitas punk di Banda Aceh ini mendapat sorotan tajam lembaga sipil di Banda Aceh. Direktur Eksekutif Koalisi NGO HAM Aceh Evi Narti Zain mempertanyakan alasan polisi menangkap punker.

“Patut dipertanyakan yang mau dibina itu apa? Menurut saya, langkah polisi itu aneh karena punk itu tidak salah,” kata Evi.

Menurut Evi, kalau ada anak punk yang terlibat narkoba atau mabuk atau menggangu masyarakat, maka ditindak sesuai hukum.

“Punk itu adalah cara mereka mengekspresikan kebebasan dan perbedaan. Itu normal dan ada di berbagai belahan dunia lain. Seharusnya, mereka diajak dialog untuk mengetahui kenapa mereka berperilaku begitu. Tetapi, mereka seperti itu kan hak mereka untuk mengekpresikan kebebasannya. Tidak ada yang salah dari anak punk.”

Direktur LBH Banda Aceh Hospi Novizal Sabri mengatakan, “kita tidak setuju dengan penangkapan anak punk.”

LBH Banda Aceh, sebut Hospi, siap mengadvokasi komunitas punk. LBH akan proaktif untuk melakukan pendampingan terhadap komunitas punk. “Kami akan berusaha keras untuk membebaskan mereka,” sebut Hospi.

Namun polisi menolak jika disebutkan melakukan pelanggaran HAM. “Kita bukan menyiksa mereka. Saya jamin tidak melanggar HAM. Polisi hanya mengembalikan mentalnya. Salah satu cara mengembalikan mental ya dengan diceburin dulu ke kolam,” sebut Kapolda Iskandar Hasan. “Saya ingatkan tidak melanggar HAM.”

Namun, Fauzan tak peduli dengan perkataan polisi. “Ini melanggar HAM,” kata punker itu. []

11 COMMENTS

  1. PUNK ADALAH AJARAN SESAT BANGSA JAWA DATANG KE ACHEH INI JANGAN BIAR KAN DIADA KALOU KALIAN BIAR KAN SAYA SENDIRI YANG POTONG KEPALA MEREKA SUMPAH DEMI BANGSA ACHEH YANG BERMARUAH PUNK ITU MERUSAKAN BANGSA ACHEH SAJA DI SINI
    AMARAN TERAKIR SAYA
    SELAKU ANAK RIMBA PASEE

  2. Setelah hilang pungonya baru boleh di lepas… Memalukan mengisi Kemerdekaan dengan Urak-Urakan..
    Benamkan lagi yang dalam Om Pelatih..biar cepat sadarnya itu cecorot-cecorot..

    Wis gerem aku..tak pentol wae sirane!

  3. Mantaap Om Pelatih..

    Kasih mandi itu Kecoak-Kecoak punk pungo
    Biar sadar bahwa perjuangan merebut kemerdekaan negeri ini dari penjajah itu menghabiskan harta, jiwa dan raga..masa mengisi kemerdekaan dengan pungo-pungo di jalan. Rendaaaam yang lama Om..Biar tau Rasa!!!

  4. Punk Pungo, asalnya dari German..neo Nazi.. Jadi ikut-ikutan pungo kami tangkaplah..itu bertentangan dengan syariat..jangan kaitkan dengan orang korupsi di jakarta…itu pun dosa besar..yang yampak Sedeng di depan mata ya kami tangkap..kalau perlu kami cambuk..dasar nggak pernah kena cambuk sama orangtuanya…habis orangtuanya pun nggak sanggup urus itu punk pungo!!

  5. ma kah p****,,,,
    punk ngga ngerusak, punk punya solidaritas, punk punya hati nurani, punk juga bermasyarakat, punk engga mencuri, punk bukan sampah,,,,,
    kenapa punk di anggap merusak ???
    apa korupsi itu bukan perusak ???
    apa kalian menganggap orang yang berpakayan rapi itu sudah berarti baik ???
    kalian salah,,,,
    malah orang yang berpakayan rapi itu yang lebih bejat dari kami,,,
    F**K la untuk orang yang menganggap punk itu buruk,,,,
    kalian hanya memandang kami dari penampilan kami saja,,,

  6. negara yg lucu… org bermusik dibilang melanggar syariat.. korupsi merajalela di biarkan.. g da beda punk, dangdut, reggae, blues ato jazz…

  7. Gaya atou cara punk meng ekpresi itu bertentangan dgn syariah islam..jd wjar di tngkp..dan bila perlu di cambuk…buk evi byk lg di aceh yg trbkti plggrn ham kok gak di usut…
    Novizal..penipuan surat izin dr mpu .tdk kah salah menurut bpbk….
    Munkin diantara punk pungo itu ada termsuk ank bpk atou soudara bpk ya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This