Friday, February 28, 2020

Presiden Terpilih Harus Jaga Perdamaian

Must Read

Lagi, Gempa Susulan Goyang Simeulue

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM -- Gempa susulan masih terjadi. Setelah sebelumnya terjadi gempa susulan sembilan kali, pada pukul 20.42...

ASPPI Yakin Larangan Ngangkang tak Pengaruhi Pariwisata

BANDA ACEH |ACEHKITA.COM – Larangan duduk mengangkang yang diterapkan Pemerintah Kota Lhokseumawe terhadap perempuan yang duduk di atas sepeda...

FOTO | Panwaslu Turunkan Baliho Caleg

Polisi Pamong Praja bersama Panitia Pengawas Pemilu menurunkan baliho calon legislatif di Jalan Teungku Chik Di Tiro, Banda Aceh,...

Banjir Tangse Kirim Kayu ke Permukiman

KEUMALA | ACEHKITA.COM -- Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Tangse, Pidie sejak pukul 14.00 WIB, Kamis (10/12/2015), mengakibatkan sejumlah...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

JAKARTA | ACEHKITA.COM – Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar mengemukakan bahwa masyarakat Aceh membutuhkan presiden dan wakil presiden yang mampu menjaga keberlangsung proses reintegrasi dan perdamaian di Aceh.

“Kita membutuhkan pemimpin bangsa yang bisa menjaga perdamaian dan pembangunan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat secara aktif, terutama di tingkat nasional,” kata Nazar dalam diskusi panel yang digelar Ikatan Pascasarjana Mahasiswa Aceh (Impas) yang bekerjasama dengan Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di Jakarta, Kamis (25/6).

Nazar menyebutkan, pemilihan presiden merupakan momentum yang harus digunakan untuk menentukan pemimpin yang mampu menjaga perdamaian yang telah dirasakan masyarakat Aceh. Menurut dia, siapa pun yang terpilih menjadi presiden harus mampu memahami Aceh.

“Memahami kelebihan dan kekurangan Aceh, serta jangan melihat lagi sejarah terdahulu Aceh (yang penuh konflik), sehingga mampu mempertahankan perdamaian dan melanjutkan pembangunan secara berkesinambungan,” kata Nazar.

Hal senada dikemukakan anggota DPR RI asal Aceh, M. Nasir Jamil. Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera ini, presiden dan wakil presiden terpilih harus dapat mewujudkan otonomi khusus seperti yang telah diatur dalam Undang Undang No 11/2006 tentang Pemerintahan Aceh.

“Sehingga Aceh bisa menjadi model bagi otonomi di Indonesia,” ujar politisi yang kembali memperoleh tiket ke Senayan. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Jajan Pakai Uang Palsu, Dua Warga Aceh Ditangkap Polisi

LHOKSEUMAWE | ACEHKITA.COM - Dua warga Aceh ditangkap polisi di Kota Lhokseumawe, setelah jajan makanan dan minuman dengan uang...

Diskusi Quo Vadis Rencana Investasi Aceh, Yuk!

Institute for Strategic and Policy Studies (ISPS) yang berkantor di Jakarta, bekerja sama dengan Aceh Bisnis Club (ABC) Jakarta, dan Donya Ekonomi Aceh (DEA),...

Wali Nanggroe Bertemu Dubes Uni Eropa Bahas MoU Helsinki

JAKARTA | ACEHKITA.COM - Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-haythar bertemu Duta Besar (Dubes) Uni Eropa delegasi untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket, membahas...

Daftar Nama 22 Petugas Haji 2020 Kloter Aceh yang Lolos Seleksi

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh mengumumkan 22 nama calon petugas haji Aceh yang lulus dalam seleksi petugas haji...

Busana Rumoh Syar’i di Aceh Wedding Expo 2020 Dapat Pujian dari Ketua DWP

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Setda Aceh, Safrida Yuliani, memuji keindahan busana muslim hasil karya Rumoh Syar'i. Ia terpukau menyaksikan peragaan model yang mengenakan...

More Articles Like This