Thursday, April 9, 2020

Polisi Razia Senjata di Banda Aceh

Must Read

Tim Brige Lhokseumawe Ukir Sejarah

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM – Tim Brige Lhokseumawe berhasil mengukir sejarah baru setelah memenangkan pertandingan pada turnamen Brige Telkom...

Soal Pemblokiran Situs, AJI: Perlu Ada Komisi Independen Internet

JAKARTA | ACEHKITA.COM -- Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir 22 situs yang dianggap menyebarkan permusuhan dan paham radikal. Pemblokiran...

Akun Facebook Palsu Dibayar Rp1,6 Milyar

WASHINGTON | ACEHKITA.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) membayar US$134.000 atau Rp1,6 milyar karena membuat akun Facebook palsu...

70 Jurnalis Tewas Saat Meliput

WASHINGTON -- Setidaknya 70 wartawan tewas saat menjalankan tugas jurnalistik sepanjang 2013. Suriah menjadi medan peliputan paling mematikan bagi...
Redaksi
Redaksihttp://www.acehkita.com
ACEHKITA.COM hadir sejak 19 Juli 2003. Kami bisa dihubungi via @acehkita, redaksi[at]acehkita[dot]com

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM — Pihak Kepolisian Resort Kota Banda Aceh menggelar razia untuk mencari keberadaan senjata api ilegal yang ada di kalangan warga. Razia ini dilakukan menyusul dua kasus peledakan granat yang terjadi di Banda Aceh.

Razia senjata dilakukan di sejumlah jalur masuk ke Banda Aceh, seperti di Simpang Mesra (Lingke), Lambaro dan Lubok (Aceh Besar). Pada razia di Lubok tadi, polisi menyita lima senjata tajam dari para pelintas.

Kepala Kepolisian Resort Kota Banda Aceh Kombes Armensyah Thay kepada wartawan mengatakan, polisi mengintensifkan razia kendaraan dan senjata api setelah dua kali kasus pelemparan granat di Banda Aceh.

“Patroli dan razia kita tingkatkan. Kita keliling ke tempat-tempat yang dianggap rawan,” kata Kapolres Armensyah di Banda Aceh, Kamis (8/12).

Menurut Armen, untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan bersenjata, polisi dan aparat gabungan (TNI) menggelar dua kali razia saban siang dan sore hari di sejumlah tempat di Banda Aceh.

“(Razia juga dilakukan pada) malam hari. Itu khusus dari Polresta saja,” ujar Armen. “Razia ini dalam rangka cipta kondisi menjelang pilkada. Kemudian juga cipta kondisi mengantisipasi pelemparan granat yang terjadi di Banda Aceh.”

Armen menyebutkan, razia senjata api ini dilakukan tanpa batas waktu. “Jika pilkada sesuai dengan tahapan berlanjut, ya terus,” ujarnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TERBARU

Tiga Pasien Positif COVID-19 di Aceh Sembuh

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Tiga pasien positif corona atau COVID-19 di Aceh dinyatakan sembuh. Mereka diperbolehkan pulang setelah...

200 Pengemudi Ojek Daring di Aceh Peroleh Bantuan Sembako

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 200 pengemudi ojek daring di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Aceh, memproleh bantuan sembako dari Forum...

Update Corona di Aceh: Sudah 37 PDP COVID-19 Pulang dari RS dan Sehat

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Sebanyak 37 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Virus Corona atau COVID-19 di Aceh dilaporkan sembuh dan telah pulang dari...

Update Corona di Aceh: ODP Bertambah Jadi 893, PDP 45, dan Hasil Swab EY Negatif

BANDA ACEH | ACEHKITA.COM - Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona atau COVID-19 di Aceh kembali bertambah. Kali ini ODP bertambah 96 orang menjadi...

Surat Wali Nanggroe Kepada Para Tenaga Medis

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar menyampaikan rasa terima kasih kepada para tenaga medis yang saat ini menjadi garda...

More Articles Like This