Polisi Rampas Kamera Jurnalis

0
1810

Unjuk rasa mahasiswa Aceh menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Banda Aceh diwarnai aksi perampasan kamera jurnalis oleh intel polisi Polresta Banda Aceh di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) jalan Daud Beureueh, Banda Aceh, Selasa (27/3).

FOTO: Dira

Aparat menarik paksa kamera Muhammad Fadli, kontibutor stasion televisi ANTV. Kamera jurnalis televisi swasta nasional itu, dirampas saat merekam upaya paksa polisi menangkap mahasiswa.

“Kau ambil gambar aku, hapus itu…hapus!” kata Fadli, mengulang pernyataan intel tersebut. “Aku wartawan, aku sedang kerja bang,” jawab Fadli.

Namun aparat tak mengubris. Bahkan Fadli, sempat ditarik dan hendak dibawa. Melihat itu, sejumlah wartawan sontak membela Fadli, ia ditarik dari rangkulan polisi.

Wartawan meminta polisi mengembalikan kamera Fadli. “Kau balikin ngak? Kalau ngak ribut ini nanti!” ancam salah seorang jurnalis dalam kerumunan. Intel tersebut lantas mengembalikan kameranya.

Saat sedang liputan, Fadli mengantungkan pers card di lehernya. Menurut Riza Naseer, Ketua Divisi Advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Banda Aceh, Fadli menjalankan tugasnya sesuai amanat Undang-undang pers dan sesuai pasal 2 Kode Etik Jurnalistik.

“Menunjukkan pers card, sesuai pasal 2 KEJ, lalu apalasan polisi merampas kamera jurnalis,” tegas Riza yang juga jurnalis Vivanews.com itu.

Kombes Pol Gustav Leo, Kabid Humas Polda, berharap kasus ini tidak diperpanjang. Dihadapan wartawan ia berjanji akan mengambil tindakan. Saat itu juga, Gustav mendamaikan Fadli dan pelaku yang kerap dipangil “Si Ambon” itu. “Jurnalis dan polisi kan patner,” kata Gustav.

Didik Ardiansyah, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Aceh, menyesali tindakan polisi. Menurutnya, polisi telah melakukan tindak penghalang-halangan kerja jurnalis, itu tindak melanggar hukum.

“Tindakan polisi salah, pertama menarik wartawan. Kedua meminta wartawan menghapus gambar, terlepas ia sudah damai itu tetap salah dan kita menyesali kasus itu,” katanya. “Harusnya polisi lebih pintar, masa wartawan yang diamankan!”[]

ACEHKITA.COM mendapatkan bantuan dana dari Google News Initiative (GNI) melalui program Journalism Emergency Relief (JER) Fund sebesar US$5.000

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.